Daftar Calon Vaksin Covid-19 dari Berbagai Negara

6 min. membaca Oleh Ayunindya Annistri on

Jumlah kasus virus Corona secara global kian meningkat. Alhasil, banyak calon vaksin Covid-19 dari berbagai negara yang terus bermunculan, guna menekan laju infeksi virus tersebut.

Hingga 13 Oktober, angka kasus positif Corona di seluruh dunia mencapai 38 juta kasus. Hal ini tentu saja semakin mengkhawatirkan.

Apabila tidak segera ditangani, kemungkinan korban jiwa semakin bertambah. Sehingga, satu-satunya harapan yang terus ditunggu masyarakat adalah vaksin.

Sayangnya hingga sekarang, calon vaksin Covid-19 dari berbagai negara masih dalam tahap uji coba, sebelum nantinya dipasarkan secara global.

Penelitian vaksin ini sebetulnya sudah dilakukan sejak Januari lalu.

Perjalanan yang cukup panjang memang, sebab dalam pembuatannya sendiri, pengolahan vaksin bisa dikatakan sulit.

Apalagi, penggunaannya bakal langsung “berhubungan” dengan kesehatan manusia. Salah membuat vaksin, justru bisa berimbas besar pada jutaan nyawa di seluruh dunia.

Istilah Vaksin dan Cara Kerjanya

Nah, sebelum membahas daftar calon vaksin Covid-19 dari berbagai negara, mari berkenalan terlebih dulu dengan istilah vaksin dan cara kerjanya terhadap tubuh manusia.

Menurut organisasi kesehatan dunia, WHO, vaksinasi termasuk salah satu cara efektif untuk mencegah sistem imun tubuh terserang berbagai penyakit.

Peranannnya dalam kehidupan memang enggak bisa dianggap sepele.

Bahkan sejak masih bayi saja, kita sudah diberikan berbagai vaksin, atau yang biasa disebut imunisasi.

Di dalam vaksin biasanya sudah tersedia zat-zat yang mampu melemahkan virus atau bakteri tertentu.

Sehingga, saat vaksin masuk ke dalam tubuh, otomatis antibodi lansung terbentuk dan bertahan dalam waktu lama untuk melawan virus tersebut.

(Baca Juga: 8 Lokasi Paling Berisiko Terpapar Virus Corona)

Tahapan Pengujian Vaksin

Sebelum dipasarkan, biasanya vaksin akan melalui beberapa tahap pengujian. Begitupun dengan calon vaksin Covid-19 dari berbagai negara ini.

Mengutip dari berbagai sumber, berikut ini tahapan pengujian vaksin pada umumnya.

  • Pengujian pra-klinis: Pengujian yang dilakukan pada binatang, untuk mengetahui respon tubuhnya terhadap vaksin tersebut.
  • Pengujian tahap I: Pengujian dilakukan hanya kepada beberapa orang saja, untuk mengetahui efek dan keamanan dari vaksin tersebut.
  • Pengujian tahap II: Pengujian secara luas, biasanya mencapai ratusan orang dari berbagai usia. Tujuannya untuk mengetahui efektivitas vaksin dalam merangsang sistem imun.
  • Pengujian tahap III: Pengujian terhadap ribuan orang untuk mengetahui apakah vaksin tersebut benar-benar ampuh dalam melawan virus. Tahap ini juga biasanya dilakukan untuk melihat seberapa banyak orang yang terinfeksi virus tersebut.
  • Fase gabungan: Tahap percepatan, biasanya gabungan dari beberapa fase pengujian.
  • Persetujuan: Tahap final, dimana seluruh negara meninjau hasil uji coba vaksin.

Calon Vaksin Covid-19 dari Berbagai Negara

Menurut laman Merdeka.com, setidaknya ada beberapa negara yang tengah mengembangkan vaksin Covid-19.

Apa sajakah itu? Berikut ini informasi yang telah CekAja rangkum, khusus untuk kamu.

1. China

China termasuk dalam daftar calon vaksin Covid-19 dari berbagai negara.

Produk vaksinnya sendiri banyak dikembangkan oleh berbagai instansi, namun beberapa diantaranya belum memiliki nama.

Sementara untuk yang sudah diberi nama dan masuk ke tahap uji coba 1 hingga 3, adalah sebagai berikut:

  • Vaksin Ad5-nCoV, dengan status uji coba tahap III (dibuat oleh CanSinoBio)
  • Vaksin CoronaVac, dengan status uji coba tahap III (dibuat oleh Sinovac)
  • Vaksin ARCoV, dengan status uji coba tahap I (dibuat oleh Academy of Military)

2. Rusia

Tidak hanya China, daftar calon vaksin Covid-19 dari berbagai negara juga dikembangkan oleh Rusia.

Negara ini mengembangkan produk vaksin dari dua instansi yang berbeda, yaitu:

  • Vaksin Sputnik V, dengan status uji coba tahap III (dibuat oleh Institut Penelitian Galameya)
  • Vaksin EpiVacCorona, dengan status uji coba tahap II (dibuat oleh Vector Institute)

3. Amerika Serikat

Mengikuti jejak Rusia, Amerika Serikat juga tak mau ketinggalan dalam mengembangkan vaksun Covid-19. Bahkan tiga diantaranya telah memasuki tahap uji coba II dan III.

  • Vaksin Mrna-1273, dengan status uji coba tahap III, (dibuat oleh Moderna Inc)
  • Vaksin BNT162b2, dengan status uji coba tahap III (dibuat oleh BioNTech-Pfizer)
  • Vaksin NVX-CoV2373, dengan status uji coba tahap II (dibuat oleh Novavax)

4. Inggris

Untuk Inggris, produk vaksin yang dikembangkan dan sudah diberi nama dengan status uji coba tahap III baru dilakukan oleh oleh AstraZeneca-Universitas Oxford.

  • Vaksin ChAdOx1 nCoV-19, dengan status uji coba tahap III (dibuat oleh AstraZeneca-Universitas Oxford)

5. Jerman

Tak jauh berbeda dengan Inggris, melalui instansi BioNTech-Pfizer, vaksin buatan negara Jerman inilah yang baru memasuki status uji coba tahap III.

  • Vaksin BNT162b2, dengan status uji coba tahap III (dibuat oleh BioNTech-Pfizer)

6. Australia

Australia juga termasuk dalam daftar calon vaksin Covid-19 dari berbagai negara, yang mana negara tersebut tengah mengembangkan vaksin BRACE dengan status uji coba tahap III.

  • Vaksin BRACE, dengan status uji coba tahap III (dibuat oleh The Murdoch Childern’s)

7. Italia

Sementara untuk Italia, negara ini diketahui baru mengembangkan satu vaksin dengan status uji coba tahap I.

  • Vaksin GRad-COV2, dengan status uji coba tahap I (dibuat oleh ReiThera)

8. India

Serupa dengan Italia, India pun masih melakukan tahap uji coba kedua terhadap vaksin yang dikembangkan.

  • Vaksin Covaxin, dengan status uji coba tahap II (dibuat oleh Bharat Biotech)

9. Singapura

Selain India, Singapura juga tengah mengembangkan vaksin Covid-19, dengan menggandeng Arcturus Therapeutics and Duke-NUS Medical School sebagai pengembangnya.

  • Vaksin Covaxin, dengan status uji coba tahap I (dibuat oleh Arcturus Therapeutics and Duke-NUS Medical School)

10. Kuba

Terakhir, ada Kuba yang juga termasuk dalam daftar calon vaksin Covid-19 dari berbagai negara.

Dikembangkan oleh Finlay Vaccine Institute, vaksin buatan Kuba ini masih dalam uji coba tahap kedua.

  • Vaksin Soberana1, dengan status uji coba tahap II (dibuat oleh Finlay Vaccine Institute)

(Baca Juga: Ini 3 Jenis Masker Kain Ber-SNI)

Vaksin Covid-19 Buatan China Siap Dipasarkan Awal 2021

Setelah banyaknya pengujian calon vaksin Covid-19 dari berbagai negara, belakangan media China melaporkan bahwa vaksin buatan Negeri Tirai Bambu ini, bakal didistribusikan secara global.

Vaksin buatan China yang dikembangkan oleh Sinovac dengan nama CoronaVac ini, telah melalui tahap uji klinis.

Rencananya vaksin ini akan dipasarkan secara merata pada awal 2021 mendatang.

Kabar bahagia tersebut bahkan juga telah diungkapkan oleh Kepala Ilmuwan WHO, Soumya Swaminathan, seperti yang dikutip dari laman CNBC Indonesia.

Dalam pernyataannya, Swaminathan menjelaskan bahwa, vaksin China ini diharapkan dapat membantu mengakhiri pandemi dalam waktu dekat, karena beberapa diantaranya telah melewati proses uji klinis.

Bagaimana dengan Pengembangan Vaksin Covid-19 di Indonesia?

Meski jarang diberitakan dalam berbagai topik mengenai calon vaksin Covid-19 dari berbagai negara. Namun siapa sangka jika Indonesia juga tengah bersiap dalam mengembangkan vaksin Corona.

Hal ini terungkap dari artikel yang dibahas oleh BBC Indonesia, di mana setidaknya ada beberapa lembaga penelitian yang sedang menelitu vaksin “merah-putih” ini, diantaranya adalah:

  • Lembaga Biologi Molekular Ejikman: Tahap pengembangan vaksin dengan progress mencapai 50 persen.
  • ITB dan UNAIR: Tahap pengembangan vaksin dengan pendekatan menggunakan Adenovirus.
  • Universitas Udayana: Tahap pengembangan vaksin dengan molekul RNA atau mRNA.
  • Universitas Indonesia: Tahap pengembangan vaksin dengan memanfaatkan platform DNA.

Dari kelima lembaga tersebut, nantinya kandidat yang terbilang efektif dan paling potensial bakal langsung memasuki tahap produksi massal.

Untuk pemasarannya sendiri, menurut pihak pemerintah, Indonesia setidaknya membutuhkan 500 juta produk vaksin Covid-19.

Sebab, prosesnya akan dilakukan sebanyak dua kali per individu, guna mengetahui seberapa kuat sistem imun dalam merespon vaksin tersebut.

Asuransi Kesehatan sebagai Perlindungan Tambahan

Meski belum secara resmi dipasarkan, semoga saja di awal 2021 mendatang kita sudah bisa menggunakan vaksin tersebut, ya. Sehingga, angka kasus positif Corona di dunia menurun.

Makanya untuk sekarang ini, selagi masih diberi kesehatan, sebaiknya hindari beberapa tempat yang berisiko tularkan virus Corona, dan tak lupa pula untuk terus menjaga pola hidup.

Kemudian, untuk perlindungan tambahannya, kamu bisa mengajukan asuransi kesehatan di CekAja.com.

Lewat layanan CekAja, kamu dapat membandingkan seluruh produk asuransi kesehatan terbaik sekaligus mengajukannya secara online.

Persyaratan yang mudah dan proses bantuan klaim cepat, tentu memberikan banyak keuntungan bagi kamu.

Jadi tunggu apalagi? Yuk, cek produk asuransi kesehatannya sekarang juga, dan beli polis asuransinya hanya di CekAja!

Tentang kami

Ayunindya Annistri

Ayunindya Annistri