Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Masuk Bursa Calon Walikota Solo, Ini Sosok Gibran Anak Tertua Jokowi!

by Gito on 29 Juli, 2019

Pemilu 2019 telah usai. Pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia untuk periode 2019 hingga 2024 mendatang.

Gibran Rakabuming Raka

Ini merupakan kali kedua Jokowi menjabat sebagai Presiden dan pengalaman pertama bagi Ma’ruf Amin untuk duduk sebagai orang nomor dua di Republik ini.

Dalam kontetasi politik itu, Jokowi berhasil memenangkan 55,50 persen suara atau sekitar 85,61 juta pemilih, sementara “lawan” politiknya, pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mengantingi 45,50 persen suara atau sekitar 68,65 juta pemilih.

Tingginya kepercayaan publik terhadap hasil kerja Jokowi selama periode 2014 hingga 2019 membuat masyarakat ingin mengetahui lebih lanjut bagaimana akhir pembangunan yang selama ini digadang-gadang akan merubah budaya dan wajah Indonesia selama ini.

Mengawali karir pemerintahan sebagai walikota Solo, Joko Widodo juga pernah menjabat sebagai Gubernur di Provinsi DKI Jakarta. Karirnya di politik dimulai kala dia bergabung dengan Partai PDI Perjuangan.

Nah tampaknya perjalanan itu akan kembali berulang. Tetapi bukan Jokowi lagi yang menjalankan, melainkan putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka.

Ya, nama Gibran belakangan ramai diberitakan oleh berbagai media massa kalau dia masuk dalam bursa kandidat Walikota Solo.

Popularitas Gibran yang Tinggi

Disebutnya nama Gibran dalam bursa calon Walikota Solo bukanlah hal yang kebetulan. Laboratorium Kebijakan Publik Universitas Slamet Riyadi, Solo beberapa waktu lalu menggelar survei Bursa Calon Walikota Solo.

Ternyata dalam gelaran survei tersebut popularitas Gibran mampu bersaing dengan Achmad Purnomo, Wakil Walikota Solo. Keduanya mendapatkan hasil survei sekitar 90 persen.

Kemudian sang adik, Kaesang Pangarep menduduki posisi kedua dengan hasil survei 56 persen. Memang jika membincang sepak terjang dua putra lelaki Joko Widodo, masing-masing memiliki keunikan tersendiri.

Gibran sang kakak, merupakan lulusan dari University of Technology Insearch, Sydney Australia. Sebelumnya dia juga sempat menuntaskan pendidikan perguruan tingginya di Management Development Institute of Singapure (MDIS).

Semasa SMP dan SMA Gibran juga sudah hidup dan bersekolah di Singapura. Sosoknya yang sederhana kerap dikagumi oleh masyarakat. Ya, dengan posisinya sebagai anak orang nomor satu di Indonesia, Gibran masih tampil dengan gaya milenial beserta cuitan-cuitan kocaknya di media sosial.

Hal itu seakan mematahkan kekakuan birokrasi yang selama ini ada di dalam pemerintahan.

(Baca juga: Cek Yuk Deretan Koleksi Sneakers Milik Jokowi!)
Bisnis Makanan

Cap sebagai anak Presiden tidak serta merta membuatnya memanfaatkan situasi. Dia memilih untuk tetap berdiri sendiri tanpa memanfaatkan besarnya nama orang tua. Sejak Desember 2010, ayah dari Jan Ethes itu sudah menekuni bisnis makanan.

Dia mulai membuka usaha katering dengan nama Chili Pari. Modal untuk membukanya pun bukan hasil tadah tangan ke Jokowi, melainkan dari pinjaman bank.

Masih di bidang kuliner, Gibran tidak lama kemudian membuka usaha martabak yang diberi nama Markobar, kependekan dari Martabak Kota Baru.

Tidak berhenti disitu, Gibran juga diketahui memiliki kedai kopi dan juga makanan olahan ceker ayam. Ditengah tangan dinginnya, Gibran sukses membuka beberapa cabang Markobarnya di beberapa lokasi.

(Baca juga: Mari Belajar Cara Memulai Bisnis dari 5 Pengusaha Muda Sukses Ini)
Ingin Jadi Politikus Mandiri

Menanggapi isu yang berkembang itu, Gibran berpandangan bahwa dari dulu prinsipnya adalah ingin menjadi pribadi yang mandiri. Jadi kalaupun nanti terjun ke dunia politik, Gibran pun berkeinginan untuk menjadi politikus yang mandiri,

Itu juga yang mungkin membuatnya belum juga masuk ke partai politik manapun. Tidak seperti kebanyakan putra presiden sebelumnya yang sedari dini sudah diberikan pendidikan politik, Gibran memilih untuk mencari jati dirinya sendiri di dunia politik.

Dia juga mengaku bahwa tidak pernah ada tekanan atau paksaan kepada dirinya untuk masuk ke partai politik. Jokowi juga hanya menanggapi santai hal itu, dia beranggapan bahwa keputusan apapun bentuknya diserahkan kepada anaknya.

Hingga saat ini Gibran masih menjabat sebagai ketua Asosiasi Perusahan Jasa Boga Indonesia. Komentar dari berbagai pihak pun cukup beragam. Tetapi mayoritas pesan yang disampaikan adalah semua harus dimulai dari bawah, dimulai dari hal terkecil terlebih dahulu. Baru setelah itu bisa melakukan hal yang besar.

Oh ya, selain Gibran, masih ada orang yang berada di lingkaran keluarga Jokowi yang juga digadang-gadang masuk sebagai bursa kepala daerah di wilayah Sumatera. Dia adalah menantu Jokowi, suami dari Kahiyang Ayu, Bobby nasution.

Bobby sendiri merupakan salah satu Direktur di Takke Group, perusahaan properti. Beberapa proyeknya adalah Apartemen Gardenia Bogor, Apartemen Kemang View dan Metro Galaxy Bekasi. Seain itu Takke Group juga masih memiliki sejumlah proyek perumahan, salah satunya adalah Cimanggis Permai.

Meskipun dikabarkan masuk dalam bursa calon walikota, keduanya hingga saat ini masih belum bergabung dengan partai politik manapun. Tetapi yang jelas, keduanya adalah sosok yang mandiri.

Buat kamu yang merasa mandiri dan kepentok modal untuk mewujudkannya. Ajukan di CekAja.com. Kamu bisa tetap melaju tanpa harus merepotkan orang tua!

Tentang Penulis

Gito

Veritas Vos Liberabit

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami