Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Cara Aman Berbelanja Online

by JTO on 11 September, 2014

Belanja online saat ini sudah mejadi kegemaran siapa saja. Tua, muda, pria, wanita; semuanya bisa melakukan aktivitas ini. Namun, dibalik kemudahannya, ada risiko yang mengikutinya, misalnya penipuan dan lain sebagainya. Lalu, bagaimana caranya agar Anda tetap aman untuk berbelanja online?

Perkembangan belanja online begitu cepat. Ditunjang dengan maraknya berbagai macam media sosial; mulai dari Facebook, Twitter, Blackberry Messenger, Line, KakaoTalk, Instagram, forum jual beli, dan lainnya, bisnis online pun ikut merebak seperti jamur di musim hujan. Tidak hanya produk dalam negeri saja, produk luar negeri pun banyak yang masuk ke Indonesia melalui aktivitas jual beli online. (Baca juga: Hati-hati Gunakan Kartu Kredit di Lima Tempat Ini)

Peluang besar untuk meraup untung saat ini terbuka lebar. Zaman yang serba cepat dan teknologi komunikasi yang semakin tinggi membuat aktivitas jual beli bisa dilakukan di mana saja. Melalui belanja online, seseorang tidak perlu repot harus ke Bandung meski pakaian yang Anda inginkan hanya dijual di Bandung. Tidak perlu repot ke Yogyakarta jika Anda ingin beli bakpia. Yang Anda perlukan hanya sedikit waktu untuk berselancar di internet dan beberapa klik saja.

Walaupun belanja online ini mudah sekali dilakukan, tetap saja Anda harus waspada. Karena dibalik kemudahan-kemudahan ini, sudah pasti ada juga marabahaya yang mengintip. Penipuan adalah salah satunya. Kalap belanja juga bisa jadi bencana. Lalu bagaimana caranya agar kita tidak tersandung bahaya ini? Berbelanjalah dengan bijak!

Ketahui Asal Usul Produk

Jika Anda ingin membeli sebuah produk, terutama produk yang secara langsung maupun tidak langsung akan masuk tubuh Anda seperti pelembab wajah atau obat-obatan, pastikan bahwa Anda mengetahui asal-usul produk tersebut. Gunakan kekuatan mesin pencari di internet untuk melakukan pengecekan pada barang yang ditawarkan. Hati-hati dengan produk obat-obatan atau jamu! Salah-salah malah Anda keracunan. Jika merk produk yang Anda beli tidak terdaftar di BPOM, maka sebaiknya jangan dibeli, apalagi digunakan. Bagi pembeli Muslim juga perlu hati-hati dengan produk yang mungkin mengandung bahan yang diharamkan.

Cari Penjual Terpercaya

Jika asal usul produk sudah jelas, maka kini saatnya Anda mencari tahu kredibilitas penjualnya. Sekali lagi cari tahu opini dari pembeli-pembelinya. Biasanya pembeli yang tidak puas akan mengeluhkan pelayanan penjual di media sosial atau semacamnya. Jika ada keluhan tentang si penjual, maka ada baiknya Anda beralih ke penjual lain yang menjual barang yang sama. Dengan demikian, resiko tertipu penjual akan berkurang dan hati juga jadi lebih tenang. (Baca juga: 4 Pantangan Bila Mau Tambah Limit Kartu Kredit)

Hati-Hati dengan Pemalsuan

Barang palsu mudah sekali diperjualbelikan lewat dunia maya. Mengapa? Berbekal sedikit kemampuan mengolah gambar, barang palsu bisa tampak seperti asli. Apalagi karena jual beli online sering hanya mengandalkan gambar produk saja sebagai etalase jualnya. Cari tahu tentang pemalsuan barang yang Anda incar. Ada kemungkinan Anda akan menemukan artikel yang bisa membantu Anda membedakan barang palsu dan barang asli.

Pilih Alat Pembayaran yang Aman 

Ada beberapa cara pembayaran yang bisa Anda lakukan saat melakukan belanja online. Mulai dari menggunakan kartu pembayaran prabayar atau voucher, menggunakan kartu kredit, dan menggunakan kartu debit. Cara pembayarannya pun bisa dilakukan dengan menggunakan pembayaran pihak ketiga seperti PayPal, e-Gold, dan lainnya, Transaksi kartu kredit baik online maupun gesek langsung sama-sama mempunyai risiko. Yang terpenting justru bagaimana cara kita agar terhindar dari tindakan tak bertanggung jawab pihak lain. Disini, cobalah untuk hanya gunakan satu kartu untuk semua transaksi online. Meskipun Anda memiliki 10 kartu kredit, demi keamanan usahakan hanya satu yang khusus atau sering dipakai belanja online. Pilih kartu kredit yang berikan banyak promo belanja di sini.

Prioritaskan Kebutuhan Primer dan Sekunder

Belanjalah setelah Anda mengalokasikan dana untuk kebutuhan primer dan sekunder Anda seperti kebutuhan rumah selama sebulan, makanan sehari-hari, tabungan, juga segala macam iuran dan angsuran. Jika uang yang Anda miliki masih tersisa cukup banyak, maka Anda bisa berbelanja berbagai macam barang keinginan Anda secara online. Hal ini perlu sekali dilakukan karena banyak orang tergoda menghamburkan uang mereka begitu gaji sudah di tangan. Kebanyakan wanita tergiur dengan aksesoris lucu atau kosmetik tertentu, misalnya. Pria biasanya menyukai barang elektronik atau mainan yang harganya sering melambung tinggi ke langit.

Tentang Penulis

JTO

Penulis dan jurnalis yang menetap di tanjung laut Batavia.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami