Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

6 menit waktu bacaan

Cara Budidaya Ikan Bandeng Terlengkap dan Termudah Untuk Pemula

by Estrin Vanadianti Lestari on 27 Desember, 2019

Biasa di-presto, sebagian besar dari pecinta ikan, pasti tahu ikan bandeng bukan? Memiliki rasa yang lezat dan bergizi, permintaan ikan bandeng kini disebut-sebut terus mengalami peningkatan. Nah, untuk memanfaatkan peluang, kamu juga bisa loh menjadikan budidaya ikan bandeng sebagai ladang usaha yang menguntungkan.

Pasalnya, ikan bandeng merupakan salah satu jenis ikan air payau, yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Hal tersebut juga dikarenakan, budidaya ikan bandeng sangat mudah untuk dilakukan, bahkan untuk pemula sekalipun. Sehingga, produksi ikan bandeng bisa terus memenuhi kebutuhan pasar dan permintaan konsumen.

Ikan bandeng yang memiliki nama latin Chanos chanos Forskal ini, juga termasuk jenis ikan yang memiliki tingkat adaptasi lebih tinggi, dengan perubahan salinitasnya, yakni sekitar 0 sampai dengan 60 mil. Tidak hanya itu, ikan bandeng juga lebih tahan pada perubahan suhu yang tinggi, yakni sampai 40 derajat Celcius.

Klasifikasi Ikan Bandeng

Ikan bandeng juga dapat diklasifiksasikan secara taksonomi, yakni sebagai berikut;

  • Class: Pisces
  • Sub Class: Teleostei
  • Ordo: Copterygii
  • Family: Chanidae
  • Genus: Chanos
  • Spesies: Chanos chanos Forskal
Ciri-Ciri Ikan Bandeng

Di Indonesia sendiri, ikan bandeng termasuk ikan yang sangat populer, bahkan beberapa daerah mengenalnya dengan nama bandang, Bolu, Muloh, dan Agam. Namun, bagi kamu yang belum pernah melihat wujud ikan ini, yuk simak ciri-ciri dari ikan bandeng berikut ini:

  • Bentuk badan langsung berbentuk torpedo
  • Sirip ekor bercabang (tanda ikan yang memiliki kemampuan renang cepat)
  • Berwarna keperak-perakan
  • Mulut terdapat di ujung kepala, dengan rahang tanpa gigi
  • Lubang hidung terletak di depan mata
  • Mata diselimuti selaput bening (subcutaneous)
  • Panjang badan di laut, bisa mencapai 1 meter, namun jika di dalam tambak, panjangnya tidak lebih dari 50 cm

Nah, untuk metode budidaya ikan bandeng, kamu bisa menggunakan metode budidaya secara tradisional, metode progresif, metode modular, dan metode penebaran berganda.

Dari berbagai metode ikan bandeng tersebut, untuk cara budidayanya pun terbilang sama, yakni meliputi pemilihan lokasi, persiapan tambak, penebaran ikan, perawatan selama pemeliharaan, pengendalian hama dan penyakit, pemberian pakan tambahan, hingga mempertahankan kualitas air.

(Baca juga: Cara Mudah Budidaya Ternak Burung Walet)

Cara Budidaya Ikan Bandeng

Namun, untuk lebih jelasnya lagi, kamu bisa intip cara budidaya ikan bandeng terlengkap dan termudah berikut ini, bahkan bisa dilakukan juga untuk pemula:

1. Menentukan Lokasi Tambak atau Kolam

Langkah awal dalam melakukan budidaya ikan bandeng adalah menentukan lokasi tambak atau kolam (sesuai jenis ikan bandeng, tawar atau payau). Jika daerah tempat tinggalmu dekat dengan sumber perairan, seperti sungai, danau, bahkan laut, kamu bisa membuat tambak di sana. Namun, jika lokasimu jauh dengan sumber air yang luas dan besar, kamu bisa membuat kolan sendiri.

Tidak asal membuat tambak atau kolam, dalam hal ini kamu juga disarankan untuk perhatikan beberapa hal penting ini:

  • Jika kamu budidaya ikan bandeng air tawar, maka sebaiknya kolam yang dibuat adalah kolam air tawar.
  • Kamu bisa memanfaatkan genangan air sawah ataupun air dalam tanah
  • Pastikan tinggi kedalaman air kolam, tak terlalu dalam.
  • Tidak hanya kedalaman kolam, tentukan juga panjang dan lebar kolam, karena hal ini bertujuan untuk memperhitungkan, berapa banyak bibit yang akan digunakan.
  • Tumbuhkan plankton alami, agar calon benih ikan bandeng bisa mencari makan secara alami.
2. Melakukan Persiapan Tambak atau Kolam

Langkah budidaya ikan bandeng selanjutnya adalah melakukan persiapan tambak atau kolam. Pasalnya, persiapan tambak atau kolam juga akan mempengaruhi keberhasilan budidaya, yakni sebagai berikut:

  • Membuat sarana prasarana tambak atau kolam, mulai dari pintu air, caren, saringan, saluran pemasukan, saluran pengeluaran, pompa air, jala lingkar dan lain-lain.
  • Membersihkan endapan lumpur, bekas pemeliharaan ternak ikan sebelumnya. Pasalnya, endapan lumpur tersebut biasanya mengandung racun yang berbahaya bagi benih baru.
  • Memberikan kapur ke dalam tambak atau kolam. Dimana kapur yang digunakan adalah kapur pertanian (CaCO3), untuk meningkatkan pH tanah dan membunuh bakteri pathogen.
  • Setelah itu, baru kamu bisa melakukan pengisian air sebelum tebar benih.
3. Menyiapkan Benih

Tahapan berikutnya dalam budidaya ikan bandeng adalah menyiapkan benih. Persiapan benih di sini juga tidak asal, demi bisa menghasilkan ikan bandeng yang berkualitas. Oleh karena itu, sebaiknya kamu wajib memperhatikan beberapa hal berikut ini, agar hasil panen bisa menghasilkan kualitas prima.

  • Pilih benih yang tidak cacat
  • Benih yang berkualitas akan banyak gerak dan aktif
  • Benih harus sehat dan bebas dari hama penyakit
  • Jangan salah pilih benih ikan bandeng, antara benih khushs air tawar dan air payau.
  • Idealnya, ukuran benih yakni sekitar 1-2 inch
  • Letakan benih di sebuah bak atau wadah plastik bersih, dan jangan lupa diberi udara
4. Penebaran Benih

Tidak asal, penebaran benih dalam budidaya ikan bandeng, juga harus sesuai faktor-faktor berikut ini:

  • Padat Tebar: Sebelum penebaran, setidaknya kamu harus memperhitungkan yang disesuaikan dengan ukuran konsomsi dengan metode pembesaran ikan. Untuk metode tradisional yang disempurnakan, biasa padat tebarnya adalah 2-3 ekor / m2. Untuk lama pemeliharaannya adalah kurang lebih 4 bulan.
  • Waktu penebara: Waktu penebaran alangkah baiknya dilakukan sore hari, sekitar pukul 16.00-18.00. Penebaran juga bisa dilakukan pagi hari, yakni sekitar pukul 07.30, karena pada waktu tersebut. kondisi fluktuasi suhu tidak mencolok, parameter air dan lingkungan tidak banyak berubah.
5. Pemberian Pakan

Tidak hanya manusia, ikan pun butuh makanan. Pemberian pakan di sini juga sebagai salah satu langkah penting dalam budidaya ikan bandeng. Bahkan, pakan juga akan memengaruhi pertumbuhab ikan, lingkungan budaya, hingga memiliki dampak fisiologis dan ekonomis.

Namun, kelebihan pemberian pakan juga bisa mengakibatkan kualitas air menjadi kurang bagus, karena menyebabkan bahan organik yang mengendap terlalu banyak.

Selain itu, jenis pakan yang diberikan adalah pakan buatan dan pakan alami. Untuk pakan buatan, biasanya berbentuk pellet dengan berbagai ukuran, dimana ukurannya bisa disesuaikan dengan ukuran ikan. Pakan ikan bandeng sendiri harus mengandung protein, karbohudrat, lemak, asam lemak, vitamin serta mineral.

6. Perawatan dan Pemeliharaan

Tidak hanya memberi pakan, untuk menghasilkan budidaya ikan bandeng yang berkualitas, kamu juga harus melakukan perawatan dan pemeliharaan. Perawatan dan pemeliharaan ikan bandeng di sini, kamu bisa melakukannya dengan pengendalian hama.

Pasalnya, di dalam sebuah sekosistem, biasanye terdapat hama dan penyakit yang bisa saja menyerang benih ikan bandeng. Jenis-jenis hama tersebut bisa berupa ikan pemangsa, kepiting, belut, ular air, burung dan masih banyak lagi.

Untuk mencegahnya, kamu bisa menggunakan 1 metode pengendalian hama, yakni secara fisik (pemasangan tali-tali tidak berwarna, pemasangan perangkap, pemasangan saringan pada pintu air), dan secara kimiawi, yakni dengan pestisida (bisa menggunakan bungkil biji teh, rotenn, akar tuba, brestan, basudin, sumition, dan masih banyak lagi.

7. Panen

Nah, untuk langkah yang paling ditunggu-tunggu ketika budidaya ikan bandeng adalah panen. Dimana setelah ikan bandeng mencapai ukuran konsumtif, maka ikan bandeng sudah bisa dilakukan pemanenan. Biasanya, pemanenan ikan dilakukan secara bertahap (selektif), atau bisa juga secara total atau sekaligus.

Nah, itu dia beberapa langkah mudah melakukan budidaya ikan bandeng. Untuk bisa membangun bisnis budidaya ikan bandeng yang besar, tentunya kamu harus mengeluarkan modal yang tidak sedikit. Meski begitu, hasil yang akan kamu dapatkan, bisa jauh lebih besar bukan?

(Baca juga: Cara Mudah Budidaya Ternak Ikan Nila)

Yuk, ajukan pinjaman dana tunai cepat atau KTA sekarang juga, hanya di situs Cekaja.com, demi bisa menjadi pengusaha ikan bandeng yang sukses!

Tentang Penulis

Estrin Vanadianti Lestari

Sisuka makan banyak, tapi enggak gemuk-gemuk