Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

8 menit waktu bacaan

Cara Budidaya Jamur Tiram Termudah hingga Menghasilkan Panen Berkualitas

by Ayunindya Annistri on 15 Juli, 2020

Sebagai pengganti daging, jamur tiram kini banyak dikonsumsi karena manfaat baiknya untuk tubuh. Sehingga tak heran jika tingkat permintaan atas jamur tiram di pasaran melambung tinggi. Nah, untuk memanfaatkan peluang ini, kamu bisa loh mulai mempelajari berbagai hal mengenai cara budidaya jamur tiram.

Cara Budidaya Jamur Tiram Termudah hingga Menghasilkan Panen Berkualitas

Jamur tiram memiliki ciri khas tersendiri yang mana bentuknya persis seperti cangkang tiram dan lebar serta berwarna putih. Salah satu dari jenis jamur yang bisa dikonsumsi ini memiliki nilai gizi yang cukup tinggi dan rendah kalori.

Bahkan untuk yang sedang menjalani program diet, mengonsumsi jamur tiram adalah pilihan yang tepat karena makanan ini tidak memiliki lemak, dan justru mengandung vitamin D serta B12.

Melihat manfaatnya yang sangat banyak itu, tak heran kalau sekarang banyak orang yang akhirnya tertarik untuk mengonsumsi jamur tiram. Bahkan enggak sedikit dari produsen jamur tiram yang meraup untung besar karena meningkatnya kebutuhan akan jamur tiram di pasaran.

(Baca Juga: 5 Cara Budidaya Bawang Merah)
Keunggulan Budidaya Jamur Tiram

Gimana, udah mulai penasaran untuk mencoba cara budidaya jamur tiram? Atau masih ragu-ragu untuk memulainya? Eits, mendingan kamu simak dulu pembahasan di bawah ini terkait keunggulan budidayan jamur tiram biar nantinya kamu yakin untuk memulai bisnis ini.

  • Cocok di segala musim

Sebetulnya cara budidaya jamur tiram itu mudah, karena jamur jenis ini sangat ‘bersahabat’ dengan segala musim yang ada di Indonesia. Bahkan, kalau kamu berada di wilayah dengan iklim panas pun, bukan menjadi penghalang untuk melakukan budidaya jamur tiram.

Dengan sifatnya yang toleran terhadap musim ini, budidaya jamur tiram sangat cocok dilakukan untuk kamu yang pengin meraup pundi-pundi rupiah setiap tahunnya.

  • Dapat dibudidayakan di pekarangan rumah

Tidak punya lahan kosong untuk mulai budidaya jamur tiram? Tak masalah! Karena bisnis ini bisa kamu lakukan di lahan sempit bahkan pekarangan rumah sekalipun. Soalnya budidaya jamur tiram sendiri biasa menggunakan sistem bertingkat atau memakai sistem gantung baglog saat proses budidayanya.

Jadi, tidak membutuhkan banyak tempat untuk memulainya.

  • Tidak membutuhkan modal besar

Sudah dibilang, cara budidaya jamur tiram itu simple. Sehingga kamu pun enggak perlu mengeluarkan banyak uang untuk memulai bisnis ini. Soalnya nih, rata-rata bahan baku dan peralatan yang dipakai untuk budidaya jamur tiram relatif mudah didapat dan murah. Mulai dari serbuk kayu, jerami, ampas tebu, bekatul, bonggol jagung, dan masih banyak lagi.

Cara Budidaya Jamur Tiram Termudah

Sudah siap mengikuti seluruh cara budidaya jamur tiram di bawah ini? Nah sebelum itu, pastikan kamu sudah menyiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan ya.

Mulai dari rak, pH meter, kompor minyak tanah, thermometer, sprayer, lampu sitrus, baskom plastik, sekop, ampas tebu, serbuk kayu atau serbuk gergaji, dedak halus, pupuk, bibit jamur, htepung jagung, hingga air.  

Kalau seluruh bahan dan peralatan tersebut sudah tersedia, yuk kita mulai cara budidaya jamur tiram berikut hingga menghasilkan panen yang berkualitas.

1. Pilih Bibit Jamur Tiram yang Paling Bagus

Pemilihan bibit sejatinya menjadi penentu keberhasilan pada budidaya jamur tiram yang dilakukan. Tidak sedikit dari pengusaha jamur tiram yang akhirnya merugi karena salah diawal memulai cara budidaya jamur tiram ini.

Oleh karena itu, sebelum melangkah terlalu jauh nih pastikan kamu telah memilih bibit jamur tiram yang kualitasnya paling bagus.

Lantas, bagaimana memilih bibit jamur tiram yang bagus?

Pertama-tama saat memilih bibit jamur, pastikan kamu mengambil bibit yang benar-benar sudah teruji kualitasnya berdasarkan nilai biological efficiency ratio (BER) jamur.

BER ini merupakan persentase untuk membandingkan antara jumlah berat jamur dan berat media tanam jamur. Idealnya, BER jamur tiram adalah 75 persen.

Jangan pilih bibit jamur tiram yang miseliumnya tumbuh tidak stabil, apakah terlalu padat atau terlalu tipis. Sebab bibit jamur yang bagus memiliki miselium yang tumbuh merata ke seluruh bagian media tumbuh.

Terakhir, ketika memilih bibit jamur tiram, pastikan masa kadaluarsanya belum berakhir. Karena semakin lama, terlebih saat umur bibit jamur menginjak empat minggu, maka semakin menurunlah kualitas dari bibit jamur tersebut.

2. Siapkan Kumbung Jamur

Kumbung bisa juga diartikan sebagai rumah bagi pertumbuhan jamur tiram. Kumbung sendiri dapat dibuat dari bambu ataupun kayu, yang mana seluruh bagian dinding kumbung biasanya terbuat dari papan dan atap menggunakan material sirap.

Mempersiapkan kumbung dengan sempurna juga menjadi faktor penentu keberhasilan cara budidaya jamur tiram loh. Jadi, sebisa mungkin kamu perhatikan beberapa kiat suksesnya dalam membuat kumbung jamur.

Di dalam kumbung atau rumah jamur umumnya diisi dengan rak bambu untuk menyimpan baglog. Rak yang dipakai biasanya memiliki lebar 40 cm dan tiap ruas rak memiliki panjang 1 meter.  Untuk satu rak, kamu bisa mengisi sekitar 80 baglog atau menyesuaikan dengan ukuran dari rak yang dibuat tersebut.

Usahakan menaruh rak secara sejajar antara satu dan lainnya dan jangan lupa beri pembatas, berupa lorong sebagai perawatan. Nah sebelum memasukkan baglog ke dalam rak ini, pastikan kumbung maupun rak penyimpanan sudah dibersihkan.

Serta tak lupa melakukan pengapuran dan menyemprotkan fungisida guna membunuh hama penyakit yang bisa menempel di jamur tiram nantinya.

3. Menyiapkan Media Tanam

Bisa dibilang ini adalah tahapan tersulit dalam cara budidaya jamur tiram. Media tanam pada jamur tiram sendiri adalah baglog, yang mana nantinya media tanam ini bakal mempengaruhi proses pertumbuhan dari jamur tersebut.

Kamu bisa membuat baglog dari berbagai bahan seperti serbuk gergaji, bongkol jagung, sekam padi, ataupun jerami. Namun biar hasilnya lebih maksimal, dianjurkan untuk memakai serbuk gergaji, bekatul, kapur, dan sekam padi.

Soalnya keempat bahan tersebut sudah mengandung lignin, lignoselulosa, maupun serat.

Apabila kamu masih pemula dalam bidang ini, sebaiknya gunakan serbuk gergaji sebanyak 80 persen, bekatul 15 persen dan kapur kira-kira 3 persen saja  untuk membuat baglog.

Campurkan ketiga bahan tersebut dengan air kira-kira sekitar 60 persen dari berat bahan media tanam. Masukkan ke dalam kumbung dan tutup dengan plastik.

(Baca Juga: 5 Cara Budidaya Ternak Kambing Etawa)
4. Lakukan Proses Fermentasi

Agar hasil panennya maksimal, kamu bisa melakukan proses fermentasi pada media tanam. Caranya cukup mudah, kamu hanya perlu mendiamkan baglog kira-kira selama 5 hingga 10 hari, agar nantinya proses pelapukan dapat terjadi dengan benar pada media tanam.

Selama proses ini dilakukan, pastikan suhu udara di sekitar media tanam meningkat sampai 70 derajat Celsius

Kamu juga harus selalu membalikkan media tanam tersebut agar proses pelapukan bisa terjadi secara merata di semua bagian media tanam.

Fermentasi ini dilakukan untuk memusnahkan jamur liar yang dapat mengganggu proses tumbuh kembang jamur tiram. Apabila proses ini berjalan dengan lancar, maka media tanam akan berubah warna menjadi cokelat kehitaman.

5. Penyusunan Baglog yang Tepat

Cara budidaya jamur tiram yang berikutnya adalah dengan melakukan penyusunan baglog atau media tanam. Terdapat dua cara untuk menyusun baglog, yaitu secara vertikal dan horizontal.

Keduanya memiliki kekurangan masing-masing sehingga kamu mesti melihat situasi ini dengan jeli, sekiranya mana cara yang benar-benar tepat dan sesuai dengan kondisi kumbung yang dibuat.

Jika menggunakan cara vertikal, berarti kamu bisa membuat arah lubanh baglog menghadap ke atas. Akan tetapi cara ini akan membuat intensitas siraman air jadi meningkat sehingga nantinya air sulit masuk ke dalam baglog secara merata.

Sedangkan cara horizontal adalah dengan membuat lubang baglog menghadap ke arah samping yang mana cara ini dianggap terlalu ‘makan tempat’, sehingga kamu perlu ruangan lebih besar untuk menyimpan baglog.   

6. Lakukan Perawatan Pada Baglog

Cara budidaya jamur tiram berikutnya adalah dengan menjaga kualitas dari media tanam atau boglog itu sendiri. Perawatan ini dapat dilakukan dengan beberapa tahapan, diantaranya seperti:

  • Melakukan proses sterilisasi dengan cara mengukus baglog dalam suhu 100 derajat Celsius selama kuranhg lebih 5 jam.
  • Lakukan penyiraman paling tidak 3 kali sehari. Apabila lantai kumbung terbuat dari tanah, maka gunakan teknik kabut saat menyiram baglog agar tingkat kelembapannya tetap terjaga.
  • Potong bagian ujung gablog dan diamkan 3 hari agar media tanam tersebut dapat tumbuh dengan baik.
7. Jamur Tiram Siap Dipanen

Ini dia yang paling ditunggu-tunggu ketika kamu sudah mengikuti seluruh cara budidaya jamur tiram di atas. Apalagi kalau bukan masa pemanenan.

Pada tahapan ini biasanya permukaan baglog telah tertutup sempurna dengan miselium, di mana waktu tunggunya cuma sekitar 2 minggu dan jamur siap dipanen.

Kamu bisa memanen baglog jamur tiram paling tidak 8 kali, itupun jika kamu melakukan perawatan dengan benar. Musim panen jamur tiram biasanya saat ujung jamur sudah tampak runcing, berwarna putih dan mekar, serta tudungnya belum pecah.

Ketika musim panen ini tiba, kamu harus langsung mengambil jamur tiram tersebut dari baglognya karena jika melewati setengah hari saja, jamur tiram akan berubah warna menjadi kuning kecoklatan. Hal ini pastinya bakal mempengaruhi kualitas dari budidaya jamur tiram yang telah dilakukan.

Tertarik Melakukan Budidaya Jamur Tiram? Penuhi Dulu Modalnya di CekAja.com!

Nah itu tadi pembahasan mengenai cara budidaya jamur tiram termudah untuk menghasilkan panen yang berkualitas. Gimana, tertarik untuk memulai cara budidaya tersebut? Atau belum punya modal usaha untuk memulainya? Eits, jangan pesimis dulu!

Soalnya kamu bisa memenuhi modal usaha untuk budidaya jamur tiram ini lewat produk pinjaman dana tunai dari CekAja.com. Pilihan produk pinjaman yang disediakan oleh CekAja sangat beragam loh, mulai dari KTA hingga pinjaman kilat, dan pastinya dari bank maupun perusahaan fintech ternama.

Masih bingung untuk menentukan produk pinjamannya? Bandingkan saja dulu di CekAja.com. Dijamin deh setelah itu kamu akan langsung yakin untuk apply pinjaman modal usaha.

Yuk, segera akses laman CekAja.com dan ajukan pinjamanmu guna menyukseskan budidaya jamur tiram yang kamu lakukan!

Tentang Penulis

Ayunindya Annistri

Penulis amatir yang hobi merantau