Cara Budidaya Tanaman Singkong Termudah Bebas Hama

5 min. membaca Oleh Vera Khairifah on

Singkong adalah salah satu jenis makanan pokok yang juga bisa diolah menjadi berbagai produk makanan. Proses penanaman yang mudah membuat banyak orang tertarik untuk membudidayakannya. Berikut cara budidaya tanaman singkong selengkapnya.

Cara Budidaya Tanaman Singkong Termudah Bebas Hama

Kondisi Lahan yang Cocok untuk Budidaya Tanaman Singkong

Singkong atau yang dikenal juga dengan nama ubi kayu berasal dari Brasil. Persebarannya kemudian masuk ke negara-negara tropis lain seperti Afrika, India, Madagaskar, Tiongkok, dan juga Indonesia.

Di Indonesia, sentra utama singkong berada di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Masyarakat Indonesia menggunakan singkong sebagai makanan pokok, bahan makanan lain (seperti kolak, keripik, dan lain-lain), serta sebagai bahan baku tepung tapioka.

Selain cara budidaya tanaman singkong yang cukup mudah, pemanfaatan tanaman singkong juga sangat lengkap. Semua bagian dari tanaman ini dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan.

Misalnya bagian umbi untuk sumber makanan pokok, daunnya untuk dijadikan sayur yang lezat, serta batangnya dapat dijadikan kayu bakar atau sebagai bibit budidaya tanaman singkong kembali.

Sebelum mengetahui cara budidaya tanaman singkong, ada baiknya jika kamu mengetahui kondisi lahan, iklim, serta hal-hal lainnya yang dapat dikatakan cocok untuk menanam ubi kayu ini.

Singkong dapat ditanam di lahan dengan kondisi-kondisi sebagai berikut:

  • Tempat penanaman berada di ketinggian 10 sampai 1.500 mdpl.
  • Jenis tanah yang bisa ditanami yakni jenis podsolik merah kuning, mediteran, grumosol, andosol, atau aluvial latosol.
  • Struktur tanah gembur dan banyak bahan organik (subur).
  • Kadar pH tanah berkisar antara 4,5 sampai 8,0.
  • Memiliki iklim tropis dengan curah hujan 1.500 sampai 2.500 mm per tahun.
  • Suhu udara tidak lebih rendah dari 10 derajat Celcius, dan tingkat kelembaban udara sekitar 60 persen sampai 65 persen.
  • Lahan disinari matahari setidaknya selama 10 jam dalam sehari.

(Baca Juga: Cara Budidaya Jamur Tiram Termudah)

Cara Budidaya Tanaman Singkong

Cara Budidaya Tanaman Singkong

Berikut ini cara budidaya tanaman singkong yang perlu dilakukan sekaligus cara pembasmian hamanya.

1. Menyiapkan Bibit

Cara budidaya tanaman singkong yang pertama adalah dengan menyiapkan bibit berupa stek batang bagian bawah sampai tengah.

Bibit yang dipilih ini berasal dari tanaman induk yang berumur 10 sampai 12 bulan, dengan diameter sekitar 2,5 cm. Pastikan bahwa tanaman induk belum ditumbuhi tunas-tunas baru.

Jumlah bibit yang akan ditanam harus disesuaikan dengan luas area lahan.

2. Menyiapkan Media Tanam

Kemudian, kamu harus menyiapkan media tanam dengan mengukur kadar pH tanah menggunakan kertas lakmus, pH meter, dan cairan pH tester. Jangan lupa untuk mengecek kandungan bahan organic dan unsur hara tanah tersebut.

Cara budidaya tanaman singkong selanjutnya yakni membersihkan lahan dari gulma, pembajakan tanah, lalu bentuk bedengan tanah.

Jika tanah sudah selesai digarap, taburkan kapur kalsit atau kaptan (CaCO3) dengan dosis 1 sampai 2,5 ton per ha. Fungsi pengapuran sendiri adalah untuk menaikkan kadar pH pada tanah yang asam atau tanah gambut.

3. Menanam Bibit

Bibit sudah ada, tanah pun sudah siap. Maka ini cara budidaya tanaman singkong lanjutannya yakni menanam bibit. Carany, runcingkan ujung bawah stek batang, lalu tanam dengan kedalaman 5 sampai 10 cm. Untuk tanah yang berair atau lembab, stek batang cukup ditancapkan tidak terlalu dalam.

(Baca Juga: Tips Berhasil Budidaya Porang, Umbi yang Banyak Dicari)

4. Melakukan Pemeliharaan

Cara budidaya tanaman singkong yang satu ini terdiri dari beberapa tahap berikut ini:

  • Penyulaman

Yang pertama, lakukan pengecekan pada bibit stek batang yang mati atau tumbuh tidak normal. cabut bibit yang gagal, lalu ganti dengan sisa bibit yang kamu miliki.

Selain dicabut, bibit gagal itu juga dapat disulam dengan bibit sulaman pada pagi atau sore hari. Waktu penyulaman yang tepat adalah saat minggu pertama atau minggu kedua setelah menanaman bibit awal.

  • Pencabutan Gulma

Segala jenis rumput liar atau gulma harus dicabut untuk menjaga budidaya tanaman singkong tetap berjalan baik.

  • Penggemburan Tanah

Tanah yang sebelumnya sudah digemburkan sebelum penanaman bibit pasti sudah mengalami perubahan setelahnya. Oleh karena itu, pantau kondisi tanah dan jaga kualitasnya dengan penggemburan tanah yang bisa kamu lakukan di hari yang sama dengan waktu mencabuti gulma.

  • Pemangkasan Tunas

Tanaman singkong yang mempunyai 2 sampai 3 cabang harus dipangkas. Selain agar tunas tidak tumbuh terlalu besar dan memakan tempat, fungsi pemangkasan juga berguna untuk dijadikan bibit simpanan di masa penanaman selanjutnya. Jadi, bibit tak perlu kamu beli lagi.

  • Pemupukan

Jenis pupuk yang dipakai pada cara budidaya tanaman singkong adalah pupuk urea, pupuk TSP dan pupuk KCI. Pemberian pupuk dilakukan saat masa tanam 2 sampai 3 bulan, dengan perbandingan N:P:K = 1/3 : 1 : 1/3.

Sedangkan di masa tanam selanjutnya hingga sebelum panen, pupuk diberikan dengan perbandingan 2/3 : 0 : 2/3.

  • Penyiraman

Di dalam cara budidaya tanaman singkong, kondisi tanah harus dalam tingkat kelembaban yang pas. Tidak terlalu kering, namun juga tidak terlalu becek. Pada masa tanam awal hingga 5 bulan, kondisitanah harus selalu lembab.

Selanjutnya, cara penyiraman tanamn singkong yang baik yakni dengan pengairan dengan sistem genangan yang dilakukan dua minggu sekali. Jadi, jangan siram langsung air di atas tanaman singkong, ya.

  • Penyemprotan Pestisida

Penggunaan pestisida pada cara budidaya tanaman singkong hanya perlu dilakukan secukupnya, sesuai dengan jenis penyakit tanaman yang diidap. Misalnya bercak daun karena bakteri, layu daun karena bakteri, bercak daun berwarna cokelat, atau bercak daun konsentris.

Perlu diketahui, penggunaan pestisida secara berlebihan akan membuat organisme yang baik untuk pertumbuhan tanaman juga ikut mati. Penyemprotan dilakukan pagi hari (setelah embun hilang) atau di sore hari.

5. Membasmi Hama

Jenis hama yang biasa ditemukan pada cara budidaya tanaman singkong adalah hama uret dan tungau merah.

Hama uret berada di dalam akar tanaman singkong, yang kemudian membuat akar batang dan umbi rusak sehingga tanaman singkong mati sebelum masa panen. Untuk mengatasinya, bersihkan sisa bahan organic saat awal masa tanam. Atau, kamu juga bisa mencampur cairan insektisida (sevin) pada saat tahap pengolahan tanah (sebelum bibit ditanam).

Sedangkan hama tungau merah menyerang permukaan bawah daun sehingga membuat daun menjadi kering. Untuk mencegah datangnya hama ini, pilihlah bibit awal yang berkualitas yang toleran terhadap tungau merah. Serta semprotkan air dalam jumlah yang banyak.

6. Memanen

Cara budidaya tanaman singkong yang telah diterapkan selama 6 sampai 12 bulan masa tanam dapat dipanen. Untuk varietas singkong genjah, maka tanaman bisa dipanen saat umur 6 sampai 8 bulan. Sedangkan untuk varietas singkong dalam bisa dipanen saat mencapai usia 9 hingga 12 bulan.

Cara panen hanya dengan mencabut batang beserta umbi singkong dengan cangkul atau garpu tanah. Sortir umbi singkong antara yang berwarna bersih dan segar, dengan yang cacat atau memiliki bercak hitam.

Mulai Bisnis Budidaya dengan Modal KTA

Itulah ulasan lengkap mengenai tata cara budidaya tanaman singkong. Bisnis budidaya memang sangat menarik karena menguntungkan dan memberi peran nyata dalam membantu ketahanan pangan dalam negeri.

Mulai usaha budidaya apapun dengan memanfaatkan modal usaha yang bisa kamu dapatkan dari Kredit Tanpa Agunan (KTA) yang tersedia di CekAja.com. Plafon kredit yang tersedia bervariasi, dengan cicilan ringan dan suku bunga kompetitif.

Dana KTA dapat segera kamu dapatkan tanpa perlu menjaminkan aset apapun. Selain itu, penggunaannya tak terbatas karena bisa digunakan untuk kebutuhan apa saja.

Yuk, bandingkan dan ajukan produk KTA dari berbagai lembaga pinjaman legal melalui CekAja.com!

Tentang kami

Vera Khairifah

Vera Khairifah