Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

6 menit waktu bacaan

Cara Budidaya Ternak Burung Merpati Terlengkap Sampai Sukses Panen

by Estrin Vanadianti Lestari on 20 November, 2019

Sering terbang bebas di langit, burung merpati merupakan burung yang bisa dipelihara dengan kandang yang bebas terbuka. Pasalnya, burung yang satu ini akan kembali ke rumah atau ke kandang dengan sendirinya, setelah terbang bebas. Selain mudah dirawat, burung ini juga bisa dibudidayakan. Cara budidaya ternak burung merpati juga tergolong mudah dan bisnis budidaya burung ini juga disebut sangat menguntungkan.

Jenis-jenis Burung Merpati

Burung merpati yang juga sering disebut burung dara ini, memiliki nama latin Columbidae. Namun, perlu kamu ketahui juga bahwa jenis-jenis dari burung merpati sangat beragam. Sebelum membahas cara budidaya ternak burung merpati, simak dulu beberapa jenis merpati yang dapat dikategorikan menjadi 8 jenis berikut ini:

  • Merpati Carrier= Burung merpati ini memiliki ciri fisik dengan tinggi badan 45-48 cm dengan berat 500-600 gram.
  • Merpati Carneau= Burung merpati ini memiliki berat hingga 1 kilo gram
  • Merpati Strasser= Burung merpati ini memiliki banyak warna dibalik tubuhnya yang putih.
  • Merpati Mindaine= Burung merpati ini memiliki keturunan Prancis dan Italia.
  • Merpati Kipas= Burung merpati ini memiliki bentuk ekor seperti kipas.
  • Merpati Jabobin= Burung merpati ini memiliki bulu di sekitar kepala dan terlihat seperti topi.
  • Merpati Frillback= Burung merpati ini memiliki bulu ikan di bagian badan dan sayap.
  • Merpati Stropper= Burung merpati ini memiliki tembolok berukuran besar.
Manfaat Budidaya Burung Merpati

Sering dijadikan simbol cinta pada acara-acara pernikahan, burung yang banyak dibudiayakan di Indonesia ini ternyata memiliki beragam manfaat lho, terutama untuk manusia dan lingkungan. Maka tak heran, jika banyak orang yang melakukan budidaya ternak burung merpati. Berikut manfaat dari burung merpati:

  • Sebagai hewan peliharaan
  • Kotorannya bisa dijadikan sebagai pupuk. Pasalnya, kotoran merpati disebut-sebut memiliki kualitas yang baik dibandingan dengan pupuk kandang lainnya.
  • Sebagai pengirim pesan atau surat sejak zaman dulu, karena burung merpati dikenal dengan kecerdasannya.
  • Bermanfaat untuk kesehatan tubuh jika dikonsumsi.
Kandungan Serta Manfaat Burung Merpati Jika Dikonsumsi

Daging burung merpati sendiri memiliki rasa yang gurih dan lezat, yang dimana dalam daging merpati terdapat kandungan protein sebanyak 35,8% lebih tinggi ketimbang dengan ayam yang hanya 20%, sapi 19,2% dan burung puyuh 21,1%. Dalam 100 gram daging merpati, sekiranya terdapat 129 kalori; 3,35 gram lemak, 5 mg kalsium, dan 2,5 mg zat besi.

Karena dagingnya kaya akan protein dan mineral yang tinggi, maka daging merpati sangat baik jika dikonsumsi, karena sangat bermanfaat bagi tubuh dalam menjaga kesehatan, organ tubuh dan darah, seperti:

  • Membantu mengoptimalkan fungsi hati dan ginjal
  • Membantu menurunkan tekanan darah
  • Membantu meningkatkan memori
  • Membantu mengatur kadar gula darah
  • Membantu meningkatkan kecerdasan otak dan masih banyak lagi.
Langkah-langkah Budidaya Ternak Burung Merpati Terlengkap
1. Mempersiapkan Kandang

Cara budidaya ternak burung merpati pertama yang harus kamu lakukan adalah mempersiapkan kandangnya terlebih dahulu. Hal tersebut dilakukan, agar memudahkan untuk melakukan perkembangbiakan burung merpati. Tidak asal, kamu pun harus memperhatikan desain kandang yang akan dibuat.

Kamu bisa membuat kandang burung merpati dengan desain dan rincian sebagai berikut:

  • Memiliki ukuran yang cukup luas, karena burung merpati senang hidup berkelompok dalam satu kandang. Idealnya memiliki panjang 50 cm, lebar 40 cm dan tinggi 35 cm.
  • Desain atau bentuk kandang, bisa dibuat seperti kandang ayam.
  • Untuk material kandang, kamu bisa menggunakan kayu atau baja ringan. Di setiap sisinya, kamu bisa menggunakan jaring besi dan papan.
  • Usahakan, kandang merpati dibuat menghadap ke timur, agar kandang bisa mendapatkan sinar matahari pagi.
2. Mempersiapkan Pembibitan

Dalam budidaya ternak burung merpati, hal mempersiapkan bibit unggul juga diperlukan. Kamu harus memilih indukan jantan dan betina yang berkualitas, produktif dan mampu menghasilkan anakan, dengan ciri-ciri sebagai berikut:

  • Indukan merpati harus lincah, sehat dan berukuran besar.
  • Berusia 7 bulan ke atas.
  • Indukan harus memiliki bulu yang bagus, bagian ujung sayapnya tidak melorot dan memiliki ketangkasan yang kuat.
3. Menjaga Sanitasi Lingkungan Sekitar Kandang

Agar budidaya ternak burung merpati berjalan mulus dan menghasilkan anakan yang bagus, kamu juga harus memperhatikan kebersihan, serta menjaga sanitasi lingkungan kandang dan sekitarnya. Pasalnya, kandang yang kotor dapat mendatangkan berbagai penyakit.

Maka dari itu, sediakan alas, agar kotoran dalam kandang bisa dibersihkan dengan mudah. Kandang juga sebaiknya sering dikenakan sinar matahari, agar tetap kering dan terjaga kelembabannya.

(Baca Juga: Budidaya Ternak Ikan Salmon Berpeluang Besar, Ini Caranya!)

4. Melakukan Perjodohan dan Perkawinan Merpati

Cara budidaya ternak burung merpati selanjutnya adalah dengan melakukan perjodohan dan perkawinan. Caranya, kamu bisa meletakan kedua merpati (betina dan jantan) di dalam satu kandang. Jika mereka berdua menunjukan tanda-tanda adanya kedekatan, baru selanjutnya kamu bisa melakukan perkawinan.

Dalam proses perkawinan, biasanya burung merpati melakukan perkawinan pada malam hari, setelah itu pada siang hari keduanya dijemur dan dimasukan kembali ke dalam kandang, sehingga, di malam harinya mereka bisa kawin kembali. Keesokan harinya, mereka dijemur kembali dan dikembalikan ke kandang.

Biasanya, perkawinan burung merpati akan dilakukan selama 2-3 hari, dan jika perkawinan berhasil merpati betina akan memberikan tanda-tanda akan bertelur. Tidak hanya itu, keberhasilan perkawinan juga bisa dilihat dari kesuburan induk betina. Jika merpati betina sedang dalam masa subur, maka tingkat keberhasilan perkawinan akan semakin besar.

5. Penetasan dan Pengeraman Telur Merpati

Dalam budidaya ternak burung merpati, kamu juga harus memperhatikan tanda-tanda merpati akan bertelur. Merpati sendiri biasanya akan menghasilkan sebanyak 2 butir telur, lalu telur harus ditempatkan di dalam kandang untuk langsung dierami oleh sang induk.

Untuk waktu pengeraman sendiri, merpati biasanya membutuhkan waktu 19-22 hari. Agar, telur bisa aman sebaiknya kamu siapkan jerami kering di dalam kandang. Dalam proses penetasan, kamu juga harus memperhatikan suhu dan kelembaban kandang.

6. Melakukan Pemberian Pakan

Cara budidaya ternak burung puyuh selanjutnya adalah melakukan pemberian pakan terhadap indukan, serta anak-anak merpati yang sudah menetas. Merpati dapat diberikan pakan berupa pelet, dengan waktu sebanyak 2 kali sehari, yakni pada pagi dan sore hari.

Selain pelet, merpati juga bisa diberikan pakan berupa kacang tanah, kacang hijau atau miller. Untuk memberikan asupan kalsium sekaligus mineral, merpati juga dapat diberikan pakan berupa grit. Grit merupakan makanan merpati yang dibuat dengan campuran bata merah, arang dan grit putih yang dihaluskan. Komposisinya 40:40:20.

7. Pemeliharaan Piyik

Setelah telur merpati menetas, dalam budidaya ternak merpati, kamu juga harus melakukan pemeliharaan terhadap anak-anak merpati. Anak merpati yang baru menetas, biasanya tetap dibiarkan bersama induknya. Setelah 1 bulan, baru anak burung merpati atau piyik bisa dipisahkan. Namun, jika tetap ingin digabungkan, sebaiknya gabungkan piyik bersama induk betina saja.

Piyik, baru bisa diberikan makan sesuai dengan ukuran dan kebutuhan. Jika piyik tadi sudah bertumbur besar, kira-kira berumur 7-9 bulan, mereka sudah bisa dijual atau dikonsumsi. Bagaimana, sangat mudah bukan, cara budidaya ternak burung merpati di atas?

(Baca juga: Bisnis Ternak Ikan Cupang Paling Menguntungkan!)

Itulah beberapa cara atau langkah budidaya ternak burung merpati, yang bisa kamu terapkan sendiri di rumah, sebagai usaha sampingan yang menguntungkan. Untuk soal tambahan modal usaha, kamu bisa mendapatkannya di situs Cekaja.com, dan langsung bisa mengajukan pinjaman dana tunai, dengan mudah, cepat dan aman.

Tentang Penulis

Estrin Vanadianti Lestari

Sisuka makan banyak, tapi enggak gemuk-gemuk