Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

7 menit waktu bacaan

Cara Budidaya Ternak Burung Walet Paling Sederhana di Rumah

by Estrin Vanadianti Lestari on 18 November, 2019

Tahukah kamu bahwa burung walet tidak hanya bisa hidup di alam bebas dan bersarang di antara gua-gua. Ternyata burung walet juga bisa dijadikan sebagai hewan ternak dan dibudidaya oleh manusia lho. Bahkan, berbagai cara budidaya ternak burung walet rumahan, juga sudah bisa kamu lakukan sendiri, dengan mudah dan sederhana.

Pasalnya, hanya dengan mengundang burung walet dan membiarkannya menetap di atap rumah, atau di bangunan kosong, kamu sudah melakukan salah satu cara budidaya ternak burung walet yang sederhana. Namun, apa yang bisa dimanfaatkan dari burung walet, sebagai hewan ternak yang bisa dibudidayakan?

Burung walet sendiri merupakan burung yang memiliki ciri fisik, dengan bagian ekor yang panjang dan sayap yang agak meruncing, dengan bagian bawah tubuh berwarna cokelat dan bagian atas berwarna hitam. Burung yang memiliki nama latin Collocalia Vestita ini juga senang dan banyak hidup di daerah pantai.

Namun, ternyata bukan burungnya yang bisa dimanfaatkan, karena yang membuat burung ini istimewa adalah sarang burungnya. Sarang burung walet sangat diburu orang, sehingga banyak orang yang sengaja membudidayakan burung walet, karena sarangnya memiliki harga yang fantastis. Pasalnya, sarang burung walet merupakan sarang yang dibuat menggunakan air liur mereka sendiri dan memiliki manfaat luar biasa terutama untuk kesehatan.

Manfaat Sarang Burung Walet

Sarang burung walet terkenal dengan manfaatnya yang luar biasa, khususnya untuk kesehatan. Karena saking sulitnya untuk menemukan, mengambil, hingga membudiaya burung walet sampai menghasilkan sarang, harga sarang burung walet ini bisa mencapai US $2.000-3.000 atau sekitar Rp28-42 juta per kilo gram.

Karena mengandung Asam Sialat yang sangat tinggi, bahkan mengalahkan kadar Asam Sialat dalam ASI kolostrum, membuat sarang burung walet sangat baik untuk tubuh. Berikut deretan manfaatnya untuk kesehatan:

  • Melancarkan Metabolisme Tubuh
  • Menjaga Kesehatan Sel Kulit
  • Mempercepat Regenerasi Sel
  • Menjaga Sistem Pencernaan
  • Menjaga Sistem Kekebalan Tubuh (Booster)
Cara Budidaya ternak burung walet Paling Gampang dan Sederhana di Rumah

Hanya saja, biasanya sarang burung walet, lebih sering ditemukan di tempat yang sulit terjangkau seperti di gua dekat pantai dan hutan, maka tak heran jika kini sudah banyak orang yang melakukan budidaya ternak burung walet rumahan. Lantas, bagaimana untuk bisa menemukan burung walet untuk bisa di budidaya? Bukankah burung walet hidup secara berkelompok dan jarang terpisah?

Nah, di sinilah kamu bisa menerapkan cara budidaya ternak burung walet, yang mudah dan sederhana di rumah sendiri, mulai dari melakukan pembibitan burung, hingga perawatan, tanpa melakukan panggilan terhadap koloni burung tersebut untuk hinggap di kandang yang sudah kamu buat. Yuk simak cara budidaya ternak burung walet di bawah ini:

1. Sediakan Lahan, Kandang atau Ruangan

Cara budidaya ternak burung walet yang harus dilakukan pertama kali adalah sediakan lahan, membuat kandang atau ruangan. Namun, sebelum itu, perhatikan juga syarat habitat lingkungan yang disukai burung walet, yakni lingkungan yang terpencil, sepi, dan memiliki suhu 24-26 derajat Celcius.

Kamu bisa menyiapkan lahan di rumah sendiri atau membangun bangunan baru khusus untuk kandang. Jika di rumah sendiri, kamu bisa menggunakan atap rumah untuk di jadikan kandang. Atau jika kamu membangun bangunan baru, kamu bisa membuat bangunan berbentuk kotak, dan berlubang di setiap sisinya, untuk tempat keluar masuk burung walet.

2. Melakukan Pembibitan Burung Walet

Cara budidaya ternak burung walet selanjutnya adalah dengan melakukan pembibitan, agar jumlah burung bisa berkembang biak dengan cepat. Bagaimana caranya? Sebenarnya, burung walet bisa diundang untuk bisa datang ke tempatmu, yakni dengan cara memasang rekaman suara burung walet di tempat kandang. Lalu mengecat bangunan dengan cat warna putih atau hitam.

Namun, dari cara tersebut mungkin kamu akan memperoleh keberhasilan hanya beberapa persen saja. Akan tetapi, jika kamu tidak juga mendapatkan indukkan dari cara di atas, kamu juga bisa melakukan pembibitan dengan cara memesan telur walet yang ditetaskan di kandang buatan kamu.

Di mana kamu bisa mendapatkan telur burung walet? Nah, untuk hal ini kamu tak perlu khawatir, karena kamu bisa membelinya di pasar burung, atau pasar burung yang menydiakan berbagai macam telur, termasuk telur burung walet yang berkualitas.

Nah, jika ditempatmu tidak ada yang menjual telur burung, kamu juga bisa membelinya secara online. Untuk soal harga telur burung walet, biasanya dipatok sekitar Rp300 ribu per 30 butir (bisa kurang atau lebih), tergantung harga jual di masing-masing daerah.

3. Perawatan Burung Walet

Cara budidaya ternak burung walet setelah melakukan pembibitan adalah dengan cara merawat anakan burung walet, agar menghasilkan burung yang berkualitas. Di balik burung walet yang berkualitas, maka mereka juga akan menghasilkan sarang-sarang yang berkualitas pula.

Nah, setelah kamu sudah menetaskan telur burung walet di kandang, lalu anak-anak burung walet biasanya tidak akan dibawa keluar kandang, selama kira-kira 2-3 hari. Untuk pakan burung walet, kamu bisa memberinya makanan alami, seperti rayap, kumbang, semut, hingga serangga bersayap lainnya.

Pasalnya, anakan burung walet sangat membutuhkan asupan protein dan karbohidrat yang tinggi. Kandungan tersebut sangat banyak terdapat di serangga seperti yang disebutkan di atas, bahkan hingga biji-bijian. Jadi, jangan sampai lupa untuk memberikan mereka pakan secara rutin ya.

(Baca Juga: Cara Budidaya Ternak Ayam Petelur untuk Pemula)
4. Memperhatikan Kebiasaan Burung Walet Berkembang Biak dan membuat sarang

Cara budidaya ternak burung walet setelah mereka dewasa adalah dengan memperhatikan kebiasaan mereka dalam berkembang biak. Biasanya burung walet dewasa akan berkembang biak pada usia empat tahun, namun tidak semua burung walet bisa bertahan hidup lama, karena beberapa persen burung walet mati, dikarenakan diserang oleh predator.

Nah, burung walet yang berpasangan biasanya akan membuat sarang dan menempati sarang tersebut. Mereka, akan bertemu setiap musim semi di sarang yang sama. Burung walet biasanya akan menghasilkan sekiranya 2-3 butir pada interval 2 atau 3 hari. Pengeraman telur akan dimulai dari telur pertama dan seterusnya, selama 19-20 hari per telurnya.

Kapan burung walet membuat sarang?

Salah satu alasan orang melakukan budidaya ternak burung walet adalah untuk memperoleh sarangnya untuk dijual. Nah, kira-kira kapan burung walet akan membuat sarangnya? Burung walet sendiri membutuhkan waktu sekitar 30-45 hari untuk membuat sarang. Untuk kapannya, burung walet bisa membuat sarang kapan saja bahkan setiap waktu (pagi, siang dan malam).

Namun, walet akan membuat sarang jika, kondisi kandang atau tempat tinggalnya memenuhi syarat. Mereka bisa membuat sarang lebih cepat jika kondisi kandang atau ruangan memiliki suhu, kelembapan dan iklim yang tepat. Selain itu, mereka juga harus memiliki stok pakan yang banyak, agar pasokan air liurnya berlimpah dan sarang yang dibuat bisa tebal dan bagus.

Bagi kamu yang belum tahu, ternyata burung walet yang bisa menghasilkan air liur hanyalah burung walet betina. Tidak hanya itu, burung walet betina akan menghasilkan air liurnya secara optimal, ketika ia berada pada masa akan bertelur, atau setelah terjadinya perkawinan.

5. Panen

Kamu bisa memanen sarang burung walet pada saat walet betina sudah siap bertelur (belum mengeluarkan telur). Karena jika kamu memanen pada saat itu, kamu akan mendapatkan jenis sarang walet yang berkualitas bagus. Sementara jika kamu memanen pada saat telur-telur burung sudah menetas dan bisa terbang, maka kualitas sarangnya agak sedikit menurun.

Setelah itu, kamu bisa menjual sarangnya ke berbagai tempat penjualan sarang walet. Di antaranya kamu bisa menjualnya lewat media sosial, memanfaatkan forum atau tempat jual beli online, menggunakan blog gratisan, atau dengan memasarkannya secara langsung, misalnya ke tempat pengobatan Cina, restoran atau hotel berbintang.

Nah, itu dia beberapa cara budidaya ternak burung walet paling mudah dan sederhana. Meski sederhana, mungkin kamu akan memerlukan sedikit modal, seperti untuk membangun ruangan khusus di rumahmu dan membeli bibit burung walet.

Nah, jika kamu memerlukan tambahan modal usaha, kamu bisa lho mengajukan pinjaman dana tunai untuk modal usaha budidaya ternak burung walet, hanya di Cekaja.com. Setelah itu, kamu bisa mendapatkan hasil dan keuntungan besar dari menjual sarang burungnya yang memiliki harga fantastis tersebut. Selamat mencoba!

Tentang Penulis

Estrin Vanadianti Lestari

Sisuka makan banyak, tapi enggak gemuk-gemuk