Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Cara Budidaya Ternak Ikan Gurame Hasil Menjanjikan

by Vera Khairifah on 5 November, 2019

Budidaya ternak ikan gurame bisa menjadi pilihan kamu dalam memulai usaha. Permintaan terhadap ikan air tawar hampir tak pernah surut. Karena memang kebutuhan ikan air tawar adalah untuk konsumsi harian sehingga selalu laris di pasaran.

Cara Budidaya Ternak Ikan Gurami Hasil Menjanjikan

Budidaya ternak ikan gurame ternyata memiliki hasil yang cukup menjanjikan. Namun, kamu perlu mengetahui cara budidaya ternak ikan tawar ini dan menerapkan tips nya dengan benar untuk meraih hasil maksimal tersebut.

Jenis Ikan Gurame

Sebelum memulai budidaya ternak ikan gurame, pilih lah dulu jenis ikan gurame yang ingin kamu budidaya. Pilihannya meliputi:

Gurame Soang

Yakni gurame yang biasa dijumpai di pasar dan sajian di rumah makan. Beratnya sekitar 700 gram hingga 1,2 kilogram di umur 12 bulan.

Gurame Jepang

Yakni gurame yang sangat dikenal di daerah Jawa Tengah. Sama dengan gurame soang, jenis ikan ini banyak ditemui di pasaran dengan bobot hingga 3-4 kilogram per ekornya.

Gurame Porselin

Yakni gurame dengan warna kulit agak merah muda dan keperakan. Ukurannya lebih kecil dengan berat rata-rata 1,5 kilogram sampai 2 kilogram saat masa siap panen.

Gurame Kapas

Yakni dengan warna putih dan sisik yang lebih keras. Beratnya pun agak ringan yakni maksimal 1,5 kilogram saja.

Gurame Bastar

Yakni ikan gurame dengan warna abu-abu yang mampu tumbuh besar hingga 6 kilogram sampai 9 kilogram. Namun, produktivitas telur gurame bastar rendah. Sehingga cukup jarang dikonsumsi.

Gurame Blue Safir

Yakni jenis gurame yang memiliki garis merah dengan berat maksimal 2 kilogram.

Gurame Paris

Yakni ikan gurame berwarna merah muda cenderung keemasan yang umum kita temui di sajian gurame besar yang digoreng kering. Bobot maksimalnya 1,5 kilogram.

(Baca Juga: Tips Berbisnis Budidaya Ternak Ikan Arwana Untuk Pemula)

Ukuran dan Harga Benih

Ukuran benih dalam usaha budidaya ternak ikan gurame variatif. Semakin besar ukuran, maka harganya pun lebih mahal. Disarankan untuk membeli benih berukuran di atas 2 cm, bukan mengambil benih telur ikan.

Karena jika menernak dari ukuran telur, perawatannya lebih sulit karena harus menjaga telur menetas dengan baik.

Harga benih ukuran 2-3cm adalah Rp 135 per ekor, ukuran 3-4 cm Rp 150, 3-5 cm Rp 175, 4-6 cm Rp 200, 5-7 cm Rp 300, dan ukuran jempol tangan orang dewasa Rp 500.

Jenis Kolam Budidaya Ternak Ikan Gurami

Kolam gurame bisa kamu buat sesuai ketersediaan lahan dan penyesuaian jumlah ikan gurame yang ingin dibudidaya. Namun umumnya rasio panjang, lebar, dan tinggi kolam ikan adalah 7x10x1 meter. Jenis kolam meliputi:

Kolam Semen

Jenis kolam budidaya ternak ikan gurame yang pertama adalah kolam yang dibangun dari bahan dasar semen. Karena ini merupakan kolam yang tidak alami, maka setelah kolam jadi kamu harus menggosokkan daun pepaya di bagian dalam kolam.

Kemudian mengisinya dengan air dan taburan 2 kilogram garam selama 2 minggu. Tujuannya agar mempercepat penumbuhan lumut dan menghilangkan bau semen tersebut. Lalu, buang air itu dan ganti, diamkan selama tiga hari dan baru tebarkan benih.

Kolam Tanah

Selain itu, ada pula kolam tanah sebagai tempat budidaya ternak ikan gurame. Kamu harus menggali kolam sesuai dimensinya, lalu diberikan taburan gamping dolomite (kapur) untuk membunuh organisme atau penyakit. Aliri kolam dengan air, diamkan tiga hari, dan baru benih bisa dipindahkan ke kolam.

Kolam Terpal

Budidaya ternak ikan gurame di lahan yang sulit air bisa diakali dengan kolam terpal yang menampung air hujan. Perawatan jenis kolam ini juga praktis karena saat budidaya sudah selesai dan kamu ingin berhenti sejenak, terpal bisa dibongkar dan lahan bisa digunakan untuk kebutuhan lain. Cara menggunakan kolam terpal sama seperti kolam semen.

(Baca Juga: Budidaya Ternak Ikan Nila Termudah, Yuk Dicek!)

Cara Budidaya Ternak Ikan Gurame

Setelah memiliki kolam dan mengolahnya sehingga siap ditebar benih, maka benih yang sudah kamu pilih bisa mulai dibudidaya.

Di hari pemindahan ke kolam dan di hari pertama dimasukkan ke kolam, usahakan agar ikan gurame tidak diberi makan pellet. Sehingga ikan berpuasa selama dua hari.

Setelahnya, baru diberi pakan yang terdiri dari pellet 4 kilogram, ditambah 2 tutup botol cairan pemacu pertumbuhan ikan, 1 tutup botol penutrisi ikan (Spf), 3 tetes tebu, dan 1 liter air. Kamu juga bisa memberi pakan organik berupa bekatul, ampas tahu, daun papaya, gedebok pisang, dan kotoran sapi atau ayam kering.

Saat musim pancaroba, memang sepatutnya ikan gurame tidak hanya diberi pakan pellet, tapi juga dedaunan. Seperti daun papaya, kangkung, dan daun lumbu.

Hal ini penting untuk kekayaan nutrisi sehingga menghindari dari penyakit. Jika pakan mengambang di kolam, tandanya ikan sudah kenyang dan pemberian pakan harian dapat dikatakan cukup.

Berikan pakan yang cukup, serta cek kualitas dan tingkat keasaman air. Jangan lupa berikan garam ikan untuk mencegah penyakit, agar tidak diperlukan panen dini untuk mencegah kerugian.

Masa budidaya ternak ikan gurami adalah 10 sampai 12 bulan dengan bobot rata-rata 800 gram hingga 1 kilogram per ekor. Harga jual gurame konsumsi dengan ukuran sedang sekitar Rp 20 ribu-an per kilogram, gurame soang ukuran besar sekitar Rp 45 ribu per kilogram, dan untuk kualitas super seharga Rp 60 ribu per kilogram.

Jika di satu kolam menampung sekitar 1000 ekor, maka hasilnya bisa mencapai Rp 60 juta sekali panen. Wah, nilai yang cukup menjanjikan, ya?

Berminat mulai usaha? Ajukan KTA syarat mudah dan cicilan ringan di CekAja.com.

Tentang Penulis

Vera Khairifah

A content writer and socmed enthusiast