Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

3 menit waktu bacaan

Cara Daftar Asuransi untuk Banjir

by JTO on 15 Oktober, 2014

Musim hujan sudah tiba. Sayangnya, program penanggulangan banjir dinilai masih jauh dari harapan. Berbagai daerah di Indonesia, termasuk Jakarta, akhirnya masih dianggap rawan akan “bencana tahunan” ini. Lantas, apakah dengan begitu kita perlu sebuah asuransi yang memiliki perlindungan banjir?

Belum lekang dari ingatan kita pada awal tahun 2014 lalu ketika sebagian wilayah padat penduduk Jakarta terendam banjir. Kejadian itu bukan yang pertama kali, sebab di tahun-tahun sebelumnya pun Jakarta sering lumpuh akibat bencana ini. Bahkan, tidak sedikit jumlah penduduk yang harus mengungsi dan kehilangan barang-barang berharganya karena musibah tersebut.

Jumlah kerugian yang disebabkan oleh kejadian seperti banjir itu sebenarnya bisa ditekan saat kita memiliki asuransi. Namun, kapan terjadinya sebuah bencana kita tidak pernah tahu. Disitulah manfaat asuransi sebagai sebuah perlindungan yang bisa dimiliki sejak dini. Khususnya perlindungan dari bencana banjir.

Jadi Perlindungan Tambahan

Sayangnya, tidak semua paket asuransi mencantumkan jaminan untuk perlindungan bencana banjir. Perlindungan ini menjadi perlindungan tambahan pada beberapa paket asuransi seperti asuransi properti, asuransi rumah, asuransi kendaraan bermotor, asuransi kesehatan, dan asuransi jiwa. Disinilah pentingnya kita memperhatikan polis asuransi ketika ingin atau sudah memiliki asuransi properti. Jadi, ketika kita tidak menyertakan perlindungan banjir pada polis asuransi yang dimiliki, jangan harap klaim Anda tentang banjir akan diterima.

Pertanyaannya, apakah untuk melindungi harta benda yang kita miliki dari segala bencana banjir, kemudian kita hanya cukup daftar asuransi yang memiliki perlindungannya?

Ternyata, tidak semudah itu untuk saat ini. Misalnya untuk asuransi rumah dan asuransi kendaraan. Polis Standard yang digunakan pada kedua asuransi tersebut, dulu memang memiliki perlindungan terhadap banjir. Namun, ketika banjir sudah menjadi bencana langganan dan beberapa daerah sudah menjadi wilayah yang rawan atau sudah terkena banjir, maka polis itu pun menjadikan risiko banjir menjadi pelindungan yang dikecualikan.

Dalam asuransi kendaraan pun misalnya, Anda mungkin sudah tahu bila dalam asuransi mobil sendiri ada dua jenis perlindungan yang sudah dikenal, yaitu Total Loss Only dan Comprehensive. Untuk perlindungan komprehensif yang sudah diketahui melindungi segala risiko, perlindungan banjir pun menjadi risiko yang dikecualikan. Selanjutnya, untuk mendapatkannya, Anda wajib membeli perlindungan tambahan. (Baca juga: Cara Mudah Tentukan Asuransi Kendaraan)

Dalam perlindungan itupun, biasanya asuransi hanya memberikan perlindungan jika kendaraan terendam di suatu tempat, seperti garasi atau lokasi penyimpanan kendaraan. Namun, apabila kendaraan Anda terkena risiko banjir di jalan raya, atau bahkan memaksakan menerjang jalan yang terkena banjir dan akhirnya rusak, maka klaim Anda pun akan berpotensi ditolak.

Aturan Tariff dan Zona

Karena itulah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun mengeluarkan regulasi yang menerangkan tentang pengaturan tariff dan zonasi dari perlindungan risiko khusus meliputi banjir, gempa bumi, letusan gunung berapi dan tsunami. Pada regulasi yang termuat dalam Surat Edaran (SE) Nomor 06/D.05/2013 tersebut, tertulis bahwa jaminan risiko banjir adalah jaminan perluasan pada lini usaha asuransi harta benda dan asuransi kendaraan bermotor.

Lebih luas lagi, untuk asuransi banjir pengaturan tariff risiko banjir dibedakan berdasarkan pembagian zona wilayah, yaitu wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat dan wilayah di luar DKI, Banten dan Jawa Barat. Selain itu, ada pengaturan 4 zona yang dibedakan berdasarkan tingkat ketinggian banjir yang pernah terjadi.

Jadi, bila dahulu banjir menjadi perlindungan yang masuk dalam Polis Standard. Namun karena risiko ini sudah pernah terjadi bahkan sering terjadi, maka perlindungan banjir akhirnya menjadi perlindungan tambahan pada lini usaha asuransi harta benda dan asuransi kendaraan bermotor. Disimpulkan, fungsi asuransi adalah melindungi. Namun, jika sebuah risiko pernah terjadi, maka risiko akan naik, dan seringkali hilang dari perlindungan.

Tentang Penulis

Penulis dan jurnalis yang menetap di tanjung laut Batavia.