Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

3 Cara Deteksi Dini Kanker Serviks serta Pemeriksaan Lanjutannya

by Vera Khairifah on 13 Maret, 2020

Bahaya kanker leher Rahim atau kanker serviks tidak bisa dianggap remeh oleh para kaum hawa. Ketahui cara deteksi dini kanker serviks untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk dari perkembangan kanker mematikan yang satu ini.

Cara deteksi dini kanker serviks

Kanker Serviks di Indonesia

Kanker serviks adalah penyakit dari perkembangan sel yang tidak seharusnya ada di leher Rahim atau bagian paling bawah pada uterus. Sel kanker muncul akibat adanya infeksi human papillomavirus (HPV).

Wanita berusia 20 tahun sampai 50 tahun yang aktif melakukan hubungan seks berisiko (berganti-ganti pasangan) lebih berpeluang terkena kanker serviks.

Sedangkan penyebab lainnya bisa dikarenakan pola hidup tak sehat, sistem imun tubuh yang lemah akibat HIV/AIDS, penggunaan pil KB, hamil di usia muda, maupun karena faktor keturunan.

Di Indonesia, Lembaga pencatat data kanker dunia yakni GLOBOCAN pada tahun 2018 menyatakan kasus kanker serviks di Indonesia terus meningkat. Rata-rata, 50 wanita Indonesia meninggal setiap harinya akibat kanker serviks.

Dengan bahaya yang tidak main-main ini, sudah sepatutnya kita mengetahui cara deteksi dini, serta membantu mensosialisasikan pentingnya menjaga kesehatan organ reproduksi.

Pemerintah sendiri juga memberikan vaksin HPV dan mengadakan pemeriksaan deteksi dini kanker serviks pada wanita Indonesia secara gratis.

(Baca Juga: Kendalikan Hipertensi Yuk, Biar Ga Kena Serangan Jantung)
Gejala Kanker Serviks

Penderita kanker serviks umumnya tidak menyadari keberadaan sel kanker, sampai akhirnya mereka berada di stadium lanjut yang makin berbahaya. Untuk itu, penting sekali melakukan deteksi dini kanker serviks dengan bantuan ahli medis.

Namun begitu, ada beberapa gejala yang dirasakan penderita kanker serviks, sebagai berikut:

  • Mudah merasa Lelah
  • Kehilangan nafsu makan
  • Sembelit
  • Pendarahan di vagina yang tidak biasa
  • Muncul keputihan
  • Sering buang air kecil
  • Pembengkakan di salah satu tungkai
  • Merasa nyeri saat berhubungan seks
Cara Mencegah Kanker Serviks

Adapun pencegahan yang bisa kamu lakukan untuk mencegah timbulnya kanker serviks adalah sebagai berikut:

  • Melakukan hubungan seks yang aman alias tidak berganti-ganti pasangan
  • Terapkan pola hidup yang sehat. Tidak merokok, olahraga teratur, tidak begadang, dan makan makanan bergizi.
  • Menjaga berat badan ideal
  • Menerapkan cara deteksi dini kanker serviks
Cara Deteksi Dini Kanker Serviks

Lalu, bagaimana cara deteksi dini kanker serviks? Sejauh ini, deteksi dini hanya bisa dilakukan dengan bantuan medis. Ada tiga cara yang bisa dilakukan, begini penjelasannya:

1. Cara Deteksi Dini Kanker Serviks Dengan Pap Smear

Pemeriksaan pap smear direkomendasikan untuk wanita yang aktif melakukan hubungan seks atau berusia di atas 21 tahun. Pasien akan dibaringkan di ranjang dengan posisi kaki yang diangkat terbuka. Kemudian, dokter akan mengambil sebagian sel dari vagina dengan alat bernama spekulum yang berbentuk brush tipis.

Tidak akan ada rasa sakit yang ditimbulkan saat pemeriksaan pap smear, asalkan pasien bisa rileks. Pasien yang tegang akan membuat spekulum sulit masuk ke area vagina yang juga ikut tegang.

Proses pengambilan sel vagina sebagai cara deteksi dini  ini terbilang cepat, hanya hitungan detik. Serta aman, tanpa meninggalkan luka.

Sel yang diambil kemudian dibawa ke laboratorium untuk pengecekan lebih lanjut. Kamu bisa melakukan deteksi dini kanker serviks dengan metode ini selama 3 tahun sekali.

2. Cara Deteksi Dini Kanker Serviks Dengan Pemeriksaan HPV

Cara deteksi dini kanker serviks yang kedua adalah dengan pemeriksaan HPV. Pemeriksaan ini dilakukan bersamaan dengan pap smear atau setelah diketahui hasil pap smear yang abnormal.

Materi genetik atau DNA akan diambil dan diteliti lebih lanjut apakah terdapat HPV di sel vaginamu. Penemuan HPV di vagina bukan berarti kamu langsung divonis mengidap kanker serviks.

Jadi, kamu akan dirawat lebih lanjut untuk mencegah HPV berkembang dan semakin berbahaya menjadi kanker serviks.

Cara deteksi dini dengan pemeriksaan HPV dan berbarengan dengan pap smear bisa dilakukan 5 tahun sekali untuk wanita berusia di atas 30 tahun.

3. Cara Deteksi Dini Kanker Serviks Dengan Tes IVA

Cara deteksi dini kanker serviks yang direkomendasikan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) adalah tes IVA atau singkatan dari Inspeksi Visual dengan Asam Asetat.

Tes IVA lebih murah dan cepat jika dibandingkan dengan pap smear, karena tak memerlukan uji laboratorium. Dokter akan mengoleskan cairan asam asetat dengan kadar 3 sampai 5 persen ke bagian leher rahim.

Nantinya, hasil pemeriksaan akan langsung terlihat. Jika leher rahim memiliki sel kanker serviks, maka akan muncul perubahan warna menjadi agak putih, timbul sedikit luka atau darah saat diusapkan asam asetat.

Sebaliknya, jika leher rahim terbebas dari HPV, maka tidak ada respon apapun saat diusapkan asam asetat. Cara ini hanya memakan waktu beberapa menit sampai terlihat hasil deteksinya.

Pemeriksaan Lanjutan Kanker Serviks

Dari tiga cara deteksi dini di atas, apabila ditemukan HPV di vagina seseorang, maka dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan kanker serviks. Ada dua pemeriksaan lanjutan yang mungkin akan dilakukan dokter untuk memastikan lagi kebenaran adanya HPV di vaginamu.

Kolposkopi

Pertama, akan dilakukan kolposkopi atau pemeriksaan mirip pap smear dan tes IVA, dimana bagian leher rahim dioleskan asam asetat.  Namun bedanya, kolposkopi dilengkapi dengan bantuan lensa pembesar. Ini akan membantu pemastian apakah HPV benar terlihat atau tidak.

Kuretase Endoserviks

Ini adalah pemeriksaan yang menjangkau bagian leher rahim dengan lebih luas. Dokter akan memeriksa dengan alat khusus seperti sendok kecil, dan mengambil sampel lendir rahim.

Biopsi

Terakhir, ada pemeriksaan biopsi atau pengambilan jaringan leher rahim dan pemeriksaan dengan mikroskop. Proses pemeriksaan ini membutuhkan obat bius agar pasien tidak merasakan sakit saat biopsi dilakukan.

Deteksi dini kanker serviks sangat penting dilakukan sesegera mungkin. Agar jaminan kesehatan lebih terjaga, lindungi dirimu dan keluarga dengan asuransi kesehatan yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan dan ajukan melalui CekAja.com.

Tentang Penulis

Vera Khairifah

A content writer and socmed enthusiast