Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

6 menit waktu bacaan

Cara Efektif Budidaya Bawang Putih Berkualitas Sampai Sukses Panen

by Estrin Vanadianti Lestari on 15 November, 2019

Memiliki segudang manfaat, bawang putih menjadi salah satu umbi, bumbu dapur, hingga rempah-rempah yang paling banyak dibutuhkan untuk keperluan memasak, bahkan hingga untuk kesehatan. Tingginya permintaan bawang putih di Indonesia sendiri, membuat banyak pebisnis melakukan budidaya bawang putih. Bahkan, beberapa pasokan bawang putih di Indonesia, masih mengimpor dari luar negeri lho.

Bawang putih yang memiliki nama latin Allium Sativum, merupakan umbi yang termasuk dalam famili Liiliaceae. Bawang putih juga memiliki rasa yang khas, dan sangat mempengaruhi cita rasa terhadap masakan. Sehingga, masakan apapun yang menggunakan bawang putih, akan menjadi lebih gurih dan sedap.

Kandungan Bawang Putih

Tidak hanya menjadi aspek penting untuk cita rasa masakan, bawang putih juga memiliki segudang manfaat untuk kesehatan. Bawang yang masih bersaudara dengan bawang merah ini juga merupakan asli budidaya Asia Tengah.

Sehingga budidaya bawang putih sudah tidak asing lagi di Indonesia. Namun, mereka juga bisa tumbuh subur di Italia dan daerah selatan Perancis.

Dalam satu bonggol atau bulatan bawang putih, terdapat kira-kira 1-10 siung. Dimana setiap siungnya mempunyai berat sekitar 6-8 gram. Maka, per 100 gram bawang putih, kira-kira mengandung:

Tidak hanya itu, bawang putih juga memiliki kandungan senyawa sulfur aktif seperti alliin, allyl propyl disulfide, dialil disulfida, dan dialil trisulfida.

Manfaat Bawang Putih Untuk Kesehatan
Cara Budidaya Bawang Putih

Nah, sudah tahu kan informasi terkait bawang putih dari manfaat untuk masakan hingga kesehatan. Untuk kamu yang berniat melakukan budidaya bawang putih rumahan maupun untuk dijadikan bisnis, berikut ada beberapa cara efektif budidaya bawang putih yang berkualitas, mulai dari persiapan tahap awal, sampai sukses panen.

1. Menyiapkan Lahan

Cara budidaya bawang putih yang pertama kali dilakukan adalah menyiapkan lahan hingga peralatan yang akan dibutuhkan. Nah, di Indonesia sendiri memang sangat beruntung, untuk masalah iklim. Karena iklim di Indonesia termasuk stabil untuk menumbuhkan banyak jenis tanaman termasuk bawang putih.

Kamu bisa menggunakan media tanam menggunakan polibag, pot, atau langsung ke lahan tanah di pekarangan. Tidak perlu lahan yang luas, untuk budidaya bawang putih, kamu bisa melakukannya di lahan kecil sekalipun. Bawang putih juga sangat menyukai tanah yang memiliki tekstur lempung berpasir dan struktur tanah yang gembur dengan pH 5,5-7.

Tanam bawang putih dengan jarak 4 inci dan kedalaman 2 inci. Letakan bawang putih dengan bagian akar yang menghadap ke bawah, dan bagian runcing menghadap ke atas. Kemudia, kamu bisa tutup dengan tanah, lalu beri pupuk dan ditepuk secara perlahan.

(Baca Juga: Peluang Usaha Musim Hujan, dari Kuliner Sampai Laundry)
2. Menyiapkan Bibit Bawang Putih

Cara budidaya bawang putih selanjutnya yang harus dilakukan adalah menyiapkan bibit bawang putih. Kamu bisa menggunakan satu bonggol bawang putih sebagai bibit, yang bisa kamu beli di pasar. Namun, kamu juga harus mengetahui jenis bawang putih mana yang cocok untuk dijadikan bibit.

Nah, alangkah lebih baiknya jika kamu membeli bibit bawang putih di toko tanaman yang menjual varietas bawang putih. Jadi sangat disaranakan, jika kamu membelinya di toko tanaman saja.

Karena, bawang putih di pasar, bisa saja bukan berasal dari Indonesia, sehingga jenis tersebut tidak cocok untuk ditanam di Indonesia. Bawang putih di pasar juga cenderung sulit ditanam, karena biasanya para pedagang menambahkan bahan kimia agar bawang bisa bertahan lama.

3. Perhatikan Waktu Tanam

Cara budidaya bawang putih selanjutnya adalah memperhatikan waktu tanam. Pasalnya, waktu tanam yang cocok untuk bawang putih adalah di saat musim gugur. Bawang yang ditanam pada musim tersebut, akan memiliki ukuran yang lebih besar, dan memiliki rasa yang lebih kuat.

Namun, karena di Indonesia hanya memiliki dua musim dan berada di iklim tropis, maka waktu tanam yang tepat adalah pada awal musim semi. Kamu bisa melakukan penanaman bawang putih pada bulan Februari atau Maret.

4. Merawat Bawang Putih

Dalam melakukan budidaya bawang putih, kamu juga harus senantiasa merawat tanaman hingga menghasilkan bawang yang berkualitas. Kamu juga tidak boleh lupa untuk mencukupi kebutuhan air, dengan periode yang tepat, yakni setiap 3-4 hari tergantung cuaca.

Setelah itu, jika tanaman bawang putihmu sudah mulai muncul akar bunga, maka kamu bisa memotongnya. Hal itu dilakukan agar umbi bawang putih bisa tumbur besar.

5. Pemberian Pupuk

Dalam pemberian pupuk pada budidaya bawang putih, kamu bisa menggunakan jenis pupuk organik maupun non-organik. Untuk pupuk organik, kamu bisa menggunakan pupuk kandang dari kotoran ayam atau kambing, dengan dosis masing-masing 10-20 ton/ha dan 30 ton/ha.

Kamu juga bisa menggunakan pupuk nitrogen yang biasanya digunakan 3 kali selama pertumbuhan, yakni pada saat tanam, pembentukan tunas, dan pembentukan umbi. Nah, untuk dosis pupuk non-organik adalah 200 kg N, 180 kg P2O5, 60 kg K2O, dan 142 kg S per hektar.

Tidak hanya itu, pemberian pupuk kimia cair (unsur mikro) Sitozim dengan konsentrasi 0,25%, juga penting untuk menghasilkan bawang yang berkualitas. Pupuk kimia cair bisa kamu semprotkan ke daun bawang putih.

Melakukan pembasmian gulma juga sangat penting, agar budidaya bawang putih bisa tumbuh pesat. Pasalnya, gulma akan menghambat proses pertumbuhan, pembentukan, dan pembesaran umbi.

6. Cara Panen Bawang Putih

Dalam budidaya bawang putih, kamu juga harus memahami tanaman yang sudah siap panen. Untuk rata-rata waktu yang dibutuhkan budidaya bawang putih dari awal tumbuh hingga masa panen adalah sekitar 90-120 hari.

Tanaman bawang putih yang siap panen, akan memberikan tanda daun yang menguning dan mulai mati. Bahkan, untuk waktu panen, kamu juga tidak boleh terlambat memanen, karena hasil umbinya akan mengkerut dan menghasilkan rasa yang tidak enak.

Cara memanen bawang putih, bisa kamu lakukan dengan cara mencabut tanaman menggunakan tangan. Setelah dipanen, hasil panen diikat sebanyak 20-30 rumpun per ikat, lalu dijemur hingga batangnya kering, dan waktu yang diperlukan adalah sekitar 15 hari.

7. Mengawetkan Bawang Putih

Setelah masa panen, hal yang perlu dilakukan selama budidaya bawang putih adalah mengawetkannya selama 2 minggu, sampai kering, dengan cara didiamkan. Setelah kering, maka kulitnya akan mengering dan umbinya mengeras. Lalu, kamu harus menyimpannya di tempat yang dingin dan kering.

Nah, setelah itu kamu bisa menggunakan bawang putih untuk olahan masakan, kesehatan, ataupun untuk dijual. Memiliki harga yang relatif tetap, membuat budidaya bawang putih menjadi salah satu prospek yang menguntungkan bagi para pebisnis. Karena, jumlah petani bawang putih sampai saat ini masih dibilang terbatas, mungkin kamu bisa memulai bisnis budidaya bawang putih rumahan terlebih dahulu.

Untuk soal modal usaha, kamu tak perlu khawatir. Karena kamu bisa mendapatkan sumber pinjaman dana untuk modal usaha, hanya di situs CekAja!

Tentang Penulis

Estrin Vanadianti Lestari

Sisuka makan banyak, tapi enggak gemuk-gemuk