Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

9 menit waktu bacaan

Cara Klaim Asuransi Bencana Alam yang Penting untuk Diketahui

by Kyla Damasha on 28 Januari, 2020

Meskipun terkadang masih sering dianggap sepele, sebenarnya mengetahui cara klaim asuransi bencana alam merupakan salah satu hal yang sangat penting untuk diketahui.

Mengawali tahun 2020, Jakarta sebagai Ibu Kota negara disambut dengan curah hujan ekstrem, sesuatu yang belum diprediksi sebelumnya.

Tepat di malam tahun baru, hujan deras secara terus-menerus mengguyur Kota Jakarta dan membuat sebagian besar wilayah di Ibu Kota terendam banjir.

Bahkan digadang-gadang bencana banjir yang baru saja terjadi ini merupakan salah satu peristiwa terbesar yang pernah menimpa Jakarta sejak tahun 2007.

Tidak hanya mengganggu masyarakat untuk menjalankan aktivitas, bencana banjir nyatanya juga memberikan sejumlah kerugian, baik itu material maupun non material.

Bagi kamu yang sudah lama tinggal di kota metropolitan satu ini, pastinya sudah tidak heran bahwa Kota Jakarta itu sendiri memang termasuk cukup sering mengalami bencana banjir.

Apalagi jika sudah memasuki musim hujan. Maka dari itu, ada baiknya jika kita mulai melakukan antisipasi.

Meskipun bencana banjir belum pernah memberikan dampak kerugian secara signifikan terhadap diri kita, bukan berarti kamu bisa mengabaikan tindakan antisipatif untuk menghindarinya.

Karena sejatinya tidak ada yang bisa mengetahui kapan hal-hal yang tidak diinginkan tersebut terjadi.

Layaknya pepatah “Sedia Payung sebelum Hujan”, yuk segera ketahui beberapa bentuk asuransi yang bisa membantu dalam mengantisipasi kerugian sekaligus cara klaim asuransi bencana alam yang penting untuk diketahui.

(Baca juga: Inilah Daftar Pekerjaan di Bidang Asuransi Kesehatan)
Jenis-Jenis dan Cara Klaim Asuransi Bencana Alam
1. Asuransi Jiwa

Jenis asuransi pertama yang wajib kamu miliki dalam mengantisipasi bencana alam adalah asuransi jiwa.

Dapat dikatakan bahwa dibandingkan seluruh jenis-jenis asuransi yang ada, asuransi jiwalah yang paling penting untuk dimiliki. Mengapa?

Karena asuransi ini berhubungan dengan nyawa seseorang. Dalam konteks ini, bukan berarti nyawamu akan terlindungi dari bencana alam.

Melainkan agar keluarga yang kamu cintai bisa mendapatkan perlindungan finansial apabila suatu hal terjadi pada dirimu.

Tidak ada satupun yang bisa memprediksi apa yang akan terjadi di masa yang akan datang, termasuk datangnya bencana alam yang berkemungkinan untuk merenggut nyawa, dan inilah pentingnya memiliki asuransi jiwa.

Berbagai Produk Asuransi Jiwa
· Asuransi Jiwa Berjangka (Term)

Asuransi jiwa berjangka memiliki ciri khas pada proteksi maksimum namun dengan premi yang relatif rendah.

Dikarenakan hal itulah produk asuransi satu ini diminati oleh banyak orang, khususnya bagi yang memiliki kebutuhan asuransi tinggi namun dengan daya beli yang terbatas.

· Asuransi Jiwa Seumur Hidup (Whole Life)

Produk asuransi jiwa selanjutnya adalah asuransi jiwa seumur hidup. Sesuai dengan namanya, asuransi jiwa seumur hidup memang berlaku secara permanen dan memberikan proteksi asuransi seumur hidup bagi seseorang.

Biasanya, calon pemegang polis adalah orang-orang yang ingin memiliki proteksi jiwa sekaligus menghasilkan dana tabungan yang dapat digunakan untuk kebutuhan darurat, membutuhkan proteksi penghasilan permanen (biaya tagihan rumah sakit), dan sekaligus berinvestasi.

· Asuransi Jiwa Dwiguna (Endowment)

Terakhir ada asuransi jiwa dwiguna yang memiliki ciri khas proteksi dengan memberikan sejumlah uang pertanggungan ketika sang pemegang polis meninggal dunia dalam periode tertentu ataupun ketika masa pertanggungan telah berakhir.

Dikarenakan kedua manfaat itulah banyak orang yang tertarik untuk memilih produk asuransi satu ini.

Terdapat dua kategori yang tersedia, yaitu Asuransi Jiwa Unit Link Single (Premi Tunggal) dan Asuransi Jiwa Unit Link Regular (Premi Berkala).

Dokumen yang Diperlukan untuk Pengajuan

Untuk mengajukan asuransi jiwa, maka kamu perlu mempersiapkan beberapa dokumen terlebih dahulu, yaitu:

  • Formulir Pengajuan Asuransi yang Telah Diisi
  • Fotocopy / Scan KTP
  • Akta Kelahiran
  • Kartu Keluarga
  • Pembayaran Premi Pertama
Cara Klaim Asuransi Bencana Alam untuk Asuransi Jiwa

Perlu diketahui bahwa cara klaim asuransi bencana alam untuk asuransi jiwa perlu melalui beberapa langkah terlebih dahulu, yaitu sebagaimana berikut ini:

· Memberikan Informasi yang Akurat

Jika kamu bertindak sebagai orang yang mengajukan klaim asuransi jiwa, maka cara klain asuransi bencana alam yang harus kamu lakukan yaitu dengan memberikan informasi selengkap-lengkapnya kepada pihak asuransi.

Jelaskan bahwa pihak tertanggung telah meninggal dunia, seperti mempersiapkan salinan surat kematian yang diterbitkan oleh rumah sakit.

Umumnya, pihak perusahaan asuransi akan menanyakan hal-hal yang berhubungan dengan tertanggung, seperti nomor polis asuransi, status polis asuransi, dan semua hal yang berkaitan dengan kematian tertanggung.

Jika seluruh informasi yang dibutuhkan dianggap cukup lengkap, maka selanjutnya pihak asuransi akan mengirimkan formulir pernyataan klaim yang harus diisi.

· Melengkapi Berkas yang Diperlukan

Setelah formulir pernyataan klaim asuransi telah diisi, berikutnya kamu harus melengkapi dengan berkas-berkas yang diperlukan, yaitu:

  • Polis dan Endorsement dengan berkas yang asli
  • Fotocopy seluruh hasil pemeriksaan laboratorium dan radiologi
  • Fotocopy KTP atau identitas diri dari penerima manfaat
  • Surat keterangan meninggal dari Dokter atau Rumah Sakit yang berisikan penyebab kematian
  • Surat keterangan meninggal dunia dari pemerintah setempat
  • Surat keterangan kepolisian (BAP) asli jika tertanggung meninggal dunia karena kecelakaan
· Proses Analisa Klaim Asuransi

Jika seluruh dokumen dan berkas-berkas telah lengkap, maka cara klaim asuransi bencana alam selanjutnya adalah dengan melakukan verifikasi status polis apakah masih aktif dan juga efektif.

Selain itu, analisa juga akan mencakup data diri tertanggung, informasi terkait kematian serta verifikasi berbagi bukti tentang kebenaran kematian tertangung.

Jika klaim asuransi telah dinyatakan benar dan sah, maka berikutnya perusahaan asuransi akan melakukan perhitungan mengenai kewajiban yang harus dibayarkan kepada ahli waris.

· Prosedur Akhir

Nah, prosedur akhir dalam cara klaim asuransi bencana alam untuk asuransi jiwa adalah dengan pembayaran klaim asuransi kepada ahli waris tertanggung.

Untuk tahap ini, ada baiknya jika kamu menginformasikan nomor rekening bank kepada pihak perusahaan asuransi.

Perlu diingat bahwa pencairan dana akan memakan waktu yang cukup panjang karena perusahaan asuransi diharuskan untuk melakukan analisa secara teliti dan berhati-hati.

2. Asuransi Kendaraan

Jenis asuransi selanjutnya yang sebaiknya kamu persiapkan adalah asuransi kendaraan, khususnya ketika bencana banjir terjadi.

Tentu saja asuransi satu ini sangat diperlukan guna meminimalisir risiko terjadinya kerugian yang melibatkan kendaraan yang kamu miliki.

Untuk mendapatkan perlindungan atas musibah bencana alam yang terjadi di dalam asuransi mobil atau yang disebut sebagai God Act, kamu akan membutuhkan yang namanya perluasan perlindungan, yaitu penambahan risiko yang ditanggung oleh pihak asuransi.

Pada umumnya, asuransi kendaraan hanya melindungi biaya perbaikan karena kecelakaan saja atau kehilangan. Namun, hal tersebut akan dikecualikan apabila kamu mengajukan perluasan asuransi itu.

Dokumen yang Diperlukan untuk Pengajuan

Jika kamu ingin mengajukan asuransi kendaraan, maka kamu perlu mempersiapkan beberapa dokumen terlebih dahulu, yaitu:

  • Fotocopy / Scan KTP
  • Fotocopy / Scan SIM
  • Fotocopy / Scan STNK
  • Foto Kendaraan (Kondisional)
Dokumen yang Diperlukan untuk Klaim
  • LKKB (Laporan Kecelakaan Kendaraan Bermotor)
  • Fotocopy Polis Asuransi
  • Fotocopy STNK Kendaraan
  • Fotocopy SIM Pengemudi
  • Fotocopy KTP Tertanggung
  • BPKB Asli
  • Faktur Kendaraan
  • Surat Keterangan Kepolisian (untuk kasus pencurian/kehilangan)
  • Kunci Kontak Kendaraan (untuk kasus pencurian/kehilangan)
  • Surat Subrogasi (unsuk kasus pencurian/kehilangan)
  • Surat Blokir (untuk kasus pencurian/kehilangan)
Cara Klaim Asuransi Bencana Alam untuk Kendaraan

Perlu diketahui bahwa cara klaim asuransi bencana alam untuk kendaraan sedikit berbeda dengan cara klaim asuransi kendaraan pada umumnya.

Selain kamu harus mengajukan untuk perluasan perlindungan, kamu juga harus melalui beberapa prosedur klaim seperti berikut ini:

  • Hubungi call centre atau kantor perwakilan asuransi untuk memberikan informasi secara detil mengenai kejadian, posisi kendaraan, serta kondisi bencana alam yang tengah terjadi
  • Kemudian, segera putuskan aliran listrik mobil, termasuk aki. Jangan berusaha menghidupkan mesin mobil jika kondisi tidak memungkinkan. Sebagai contoh, mobil telah terendam air karena banjir
  • Ada baiknya jika segera meminta bantuan evakuasi untuk menghindari kerusakaan mesin
  • Siapkan seluruh dokumen yang dibutuhkan untuk mempermudah proses klaim
  • Pada umumnya, pelaporan klaim harus sudah dilakukan maksimal 72 jam setelah kejadian. Namun aturan tersebut bersifat fleksibel dan tergantung dari masing-masing perusahaan asuransi. Pastikan untuk tidak menunda dalam mengajukan klaim.
(Baca juga: Ini Dia Berbagai Jenis Asuransi untuk Keluarga Kamu)
3. Asuransi Properti

Rumah merupakan aset paling penting di dalam kehidupan dan menjadi kebutuhan primer yang wajib untuk dipenuhi bagi setiap lapisan masyarakat.

Lalu, apa yang akan terjadi apabila rumah yang menjadi tempatmu berlindung justru mengalami kerusakan karena bencana alam? Tentunya kamu akan menghabiskan biaya yang tidak sedikit untuk memperbaikinya.

Meskipun bencana alam itu sendiri merupakan salah satu peristiwa yang sama sekali tidak bisa diprediksi, bukan berarti kita harus berpasrah diri tanpa melakukan antisipasi apapun.

Nah, cara yang bisa dilakukan untuk melindungi properti yang kamu miliki yaitu dengan memiliki asuransi properti.

Tidak hanya rumahnya saja yang akan mendapatkan perlindungan, asuransi properti juga akan melindungi seluruh perabotan yang ada di dalamnya.

Pada nantinya, pihak asuransi akan men-cover seluruh biaya kerusakan yang terjadi pada rumah akibat berbagai peristiwa, seperti banjir, kebakaran, gempa bumi, ledakan, dan masih banyak lagi.

Dokumen yang Diperlukan untuk Pengajuan

Jika kamu ingin mengajukan asuransi properti, maka kamu juga perlu mempersiapkan beberapa dokumen terlebih dahulu, yaitu:

  • Fotocopy / Scan KTP
  • Fotocopy Akta Perusahaan (jika properti yang diasuransikan kantor atau bangunan)
  • Fotocopy Sertifikat Tanah
  • Fotocopy Ijin Mendirikan Bangunan (IMB)
  • Fotocopy Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)
Cara Klaim Asuransi Bencana Alam untuk Properti

Mungkin masih banyak orang yang ragu memiliki asuransi properti karena dianggap harus melalui prosedur klaim yang cenderung rumit.

Padahal, cara klaim asuransi bencana alam ataupun berbagai kejadian lainnya yang berhubungan dengan properti tidaklah sesulit yang kita bayangkan.

Selama kamu memenuhi seluruh syarat yang diminta, maka prosedur klaim kemungkinan tidak akan ditolak. Lalu, bagaimanakah cara klaim asuransi bencana alam untuk properti?

  • Pastikan bahwa pengajuan klaim dilakukan sebelum tenggat. Biasanya, di dalam asuransi properti akan tertera syarat waktu pelaporan klaim yang berbeda, tergantung dari polis yang kamu beli. Namun biasanya pelaporan klaim memiliki batas waktu mulai dari 7 hari, 14 hari, hingga 30 hari dari kejadian.
  • Hubungi call centre dari perusahaan asuransi agar perwakilan dari pihak asuransi dalam melakukan survey dan investigasi berhubungan dengan kejadian, termasuk melakukan wawancara dan menghitung perkiraan nilai kerusakan atau kerugian.
  • Siapkan seluruh dokumen yang diperlukan untuk klaim sesuai dengan permintaan perusahaan
  • Serahkan semua dokumen serta bukti pendukung ke perusahaan asuransi selambatnya dalam kurun waktu 15 hari
  • Jika dokumen yang diminta sudah benar dan lengkap, maka perusahaan asuransi akan membuat proposal pembayaran dan meminta persetujuan dari kamu
  • Setelah pemegang polis setuju dan menandatangani proposal, maka uang pertanggungan akan segera diberikan

Jadi, apakah kamu sudah memiliki salah satu asuransi yang baru saja disebutkan?

Dengan hadirnya musim hujan di Kota Jakarta, tentunya memiliki asuransi menjadi salah satu hal yang wajib untuk dimiliki, guna mengantisipasi terjadinya berbagai hal yang tidak diinginkan.

Masih bingung memilih jenis asuransi terbaik untuk kamu dan keluarga? Jangan khawatir! Karena di CekAja.com, kamu tidak hanya bisa mengajukan jenis asuransi yang kamu inginkan, melainkan juga melakukan perbandingan tentang jenis-jenis asuransi yang sekiranya paling kamu butuhkan.

Yuk, segera lindungi dirimu dan keluarga dengan mengajukan asuransi di CekAja.com.

Tentang Penulis

Kyla Damasha

Usia Hanyalah Angka, Wajah Tetap Harus Awet Muda