Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Cara Lengkap Merawat Motor Listrik di Daerah Rawan Banjir

by Miftahul Khoer on 28 Januari, 2020

Industri otomotif dalam negeri sudah mulai merambah ke segmen motor listrik seiring dengan perkembangan zaman dan berubahnya arah kebijakan pemanfaatan energi yang diterapkan pemerintah.

Tentu semakin majunya teknologi tersebut turut disambut positif masyarakat Indonesia ditandai dengan kerja sama yang dijalin antara produsen motor listrik dengan sejumlah aplikator transportasi online.

Namun, pemanfaatan sepeda motor listrik di Indonesia tentu akan menghadapi banyak tantangan. Salah satunya adalah curah hujan tinggi yang menimbulkan risiko banjir. Bahkan BMKG sudah memberi peringatan curah hujan akan mencapai puncaknya pada periode Februari – Maret.

Artinya, curah hujan tinggi yang menyebabkan banjir pada malam tahun baru 2020 lalu, baru permulaan. Maka dari itu, masyarakat perlu bersiap, jika seandainya kembali terjadi banjir.

Bicara banjir dan motor listrik, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan motor listrik usai menerjang banjir dirangkum CekAja.com dari beberapa sumber.

  • Keringkan Komponen Mesin

Sebenarnya komponen motor listrik sudah didesain waterproof alias tahan air. Hanya saja bila komponen tersebut sampai terendam usai menerjang banjir maka harus segera dikeringkan untuk meminimalisir risiko kerusakan.

(Baca juga: Asyik! PLN Kasih Diskon 30% Buat Setrum Kendaraan Listrik)

Bukalah mesinnya satu per satu, pastikan beberapa perangkat dibuka dan dikeringkan. Pastikan perangkat-perangkat tersebut kering agar tidak terjadi kerusakan saat motor kembali dihidupkan.

  • Lepas Baterai Saat Motor Tidak Dipakai

Sama seperti kendaraan bermotor konvensional berbahan bakar bensin atau solar, sepeda motor listrik juga harus memperhatikan beberapa hal ketika musim hujan. Hal pertama yang harus dirawat adalah baterai.

Lantaran banyak peristiwa banjir datang tiba-tiba di musim hujan, saat tidak dipakai sebaiknya melepas soket power dan simpan di tempat yang aman. Hal ini ditujukan untuk menghindari dampak banjir yang tidak diinginkan. Apalagi jika berdomisili di daerah rawan banjir.

  • Pastikan Tempat Charging Kering

Selain itu. saat posisi charging baterai, pastikan hal tersebut dilakukan di tempat yang kering untuk menghindari korsleting. Pengguna juga tidak bisa asal colok listrik, karena jika baterai sudah terendam air, daya yang dibutuhkan untuk mengisi baterai harus stabil.

  • Haram Dihidupkan Usai Terendam Air

Apabila sepeda motor listrik sudah terlanjur terendam air, diharamkan untuk berusaha menghidupkannya kembali sebelum motor benar-benar kering dari air. Air yang terselip di sela-sela mesin meningkatkan risiko terjadinya korsleting yang bisa merusak mesin.

  • Ganti Baterai Bila Terendam Banjir

Jika baterai yang digunakan adalah jenis lithium disarankan untuk diganti jika baterai sudah terendam air. Untuk mengisi daya jangan langsung ketika baru selesai dipakai, tunggu 10-15 menit baru mulai lakukan pengisian daya.

(Baca juga: GM-LG Bangun Pabrik Baterai Kendaraan Lebih Besar dari Investasi Hyundai di Cikarang)

Baterai motor listrik bisa tahan 1 setengah hingga 2 tahun, tergantung pemakaian. Untuk tipe baterai sealed lead acid (SLA), dapat dicek lebih dulu, apakah masih bisa digunakan atau tidak.

Cara lain yang dapat kamu lakukan untuk membuat mengamankan mesin motor listrik dari risiko banjir adalah dengan memiliki asuransi kendaraan dengan perluasan risiko banjir yang bisa kamu pilih dan dapatkan lewat CekAja.com.

Tentang Penulis

Miftahul Khoer

Mantan jurnalis yang suka makan jengkol di hari Minggu.