Cara Membaca Hasil USG Kehamilan yang Tepat, Ibu Gak Usah Bingung!

5 menit membaca Oleh Vera Khairifah pada

Cara membaca hasil USG kehamilan rasanya perlu diketahui para orang tua khususnya ibu yang setiap bulan melakukan kontrol kehamilan. Tampilan gambar dan data bisa dipahami dengan mudah kok, begini penjelasannya.

Ultrasonografi atau USG adalah sebuah teknik pengambilan gambar dari dalam tubuh dengan sebuah alat yang memanfaatkan gelombang sura berfrekuensi tinggi.

Pemeriksaan USG bisa digunakan untuk mengecek kondisi dalam tubuh pasien dengan penyakit dalam, atau juga umum digunakan untuk memeriksa kehamilan para ibu.

Saat menyadari tanda-tanda kehamilan, calon ibu wajib mengeceknya dengan dokter spesialis. Pengecekan keberadaan janin tentu lebih akurat jika dilakukan pemeriksaan USG.

Kontrol kehamilan dengan pemeriksaan USG sangat dianjurkan untuk dilakukan selama masa kehamilan. Setidaknya, USG paling sedikit dilakukan 2 sampai 3 kali, yakni pada trimester pertama, kedua dan ketiga.

Namun, akan lebih baik jika ibu melakukan USG setiap bulannya untuk mengetahui perkembangan janin secara lebih detil.

Sehingga jika terdapat kondisi-kondisi yang mengkhawatirkan, dokter dan orang tua memiliki waktu yang cukup dalam menentukan tindakan antisipasi.

Meskipun dianjurkan untuk sering melakukan pemeriksaan USG, masih banyak orang tua yang belum mengetahui cara membaca hasil USG kehamilan.

Akibatnya, data yang tersaji dalam hasil print-out USG justru membuat bingung para orang tua, sehingga sulit mengingat perkembangan janin secara detil.

Manfaat Pemeriksaan USG

Pemeriksaan USGmemiliki banyak manfaat. Kita dapat mengetahui apakah kehamilan benar-benar terjadi, serta memastikan janin berkembang di dalam rahim si ibu.

Pada trimester kedua dan ketiga, pemeriksaan USG juga tetap dibutuhkan guna melihat perkembangan fisik janin, posisi janin, serta letak plasenta dan air ketuban.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini hal-hal yang biasanya dicek saat pemeriksaan USG.

  • Memastikan kehamilan
  • Melihat letak kehamilan, apakah di dalam atau di luar rahim.
  • Mengecek jumlah janin, bisa jadi ibu mengandung bayi tunggal ataupun kembar.
  • Mengecek detak jantung janin
  • Mengecek pertumbuhan fisik janin, mulai dari bentuk fisik luar (bibir, hidung, mata, dll) hingga pertumbuhan organ vital (jantung, paru-paru, ginjal, alat kelamin, dll).
  • Mendeteksi risiko kehamilan prematur dan risiko kegugran
  • Mendeteksi jenis kelamin janin
  • Mengecek kondisi plasenta, posisi tali pusar, serta jumlah air ketuban di dalam kandungan.
  • Mengecek posisi janin (sungsang, normal, atau melintang)
  • Memperkirakan hari kelahiran

Semua manfaat tersebut disajikan dalam bentuk gambar dan data angka. Banyaknya data yang ditampilkan mungkin bisa membuat para orang tua kebingungan.

Maka dari itu, cara membaca hasil USG kehamilan harus dipahami dengan baik dan benar.

(Baca Juga: 10 Cemilan Sehat untuk Ibu Hamil, Enak dan Mengenyangkan!)

Jenis-jenis Pemeriksaan USG

Sebagian dari kamu mungkin sudah mengetahui jenis-jenis pemeriksaan USG yang tersedia dalam layanan rumah sakit maupun klinik.

Ada tiga jenis USG yang bisa dipilih untuk memeriksaan kehamilan, yakni USG 2D, USG 3D, dan USG 4D.

Sesuai dengan namanya, jenis USG ini dibedakan berdasarkan dimensinya. Semakin besar dimensi yang ditampilkan, maka gambar yang ditampilkan akan lebih terlihat jelas.

USG 2D memungkinkanmu melihat perkembangan fisik luar dan organ dalam janin. Sayangnya, dengan tampilan berwarna hitam dan putih saja, para orang tua biasanya kesulitan melihat secara detil.

Di sinilah peran dokter spesialis untuk menerangkan cara membaca hasil USG kehamilan.

Sedangkan USG 3D dan USG 4D menampilan tampilan fisik luar janin yang sangat jelas. Kamu bisa melihat wajahnya, termasuk bentuk mata, hidung, bibir, tangan dan kaki.

Serta posisi dan aktivitas janin, misalnya sedang menutup sebagian wajahnya dengan tangan yang mengepal, sedang mengecap ibu jari, sedang mengucek mata, dan lain-lain.

Gambar janin bakal terlihat lebih jelas, apabila orang tua melakukan USG 3D atau USG 4D pada usia kehamilan di atas 6 bulan (28 minggu).

Karena melibatkan kecanggihan teknologi yang berbeda, maka biaya USG 2D tentu lebih murah dibandingkan biaya USG 3D dan 4D.

Rata-rata, USG 2D bisa dilakukan dengan harga mulai dari Rp100.000-an, sedangkan harga USG 3D dan USG 4D dipatok mulai dari Rp200.000 sampai Rp600.000-an.

Cara Membaca Hasil USG Kehamilan

Untuk mengetahui perkembangan fisik luar maupun organ dalam janin secara detil, USG 2D lebih dianjurkan terlebih dulu.

Di sesi pemeriksaan kehamilan USG 2D, dokter tidak hanya menampilkan hasil penangkapan gambar. Tetapi juga data-data yang berisi laporan perkembangan fisik janin.

Berikut ini data-data yang ditampilkan serta cara membaca hasil USG kehamilan yang tepat, agar kamu tidak lagi bingung menafsirkannya.

1. LMP atau Last Mestrual Period

Yakni catatan hari pertama haid terakhir pada ibu. LMP dibutuhkan untuk memperkirakan usia kehamilan, meskipun memang tidak selalu sesuai dengan waktu pembuahan yang tepat.

Sebab tidak ada yang bisa mengetahui secara pasti kapan pembuahan antara sel sperma dan sel telur terjadi.

2. GA atau Gestational Age

Yakni perkiraan usia kehamilan yang diukur berdasarkan perkembangan fisik janin.

Mulai dari panjang tungkai kaki, panjang lengan, diameter kepala, permbangan organ dalam janin (jantung, paru-paru, tulang belakang, kandung kemih, dll).

3. EDD atau Estimated Delivery Date

Yakni perkiraan tanggal kelahiran atau yang biasa disebut juga dengan istilah Hari Perkiraan Lahir (HPL). EDD ditentukan berdasarkan tanggal menstruasi terakhir.

4. BPD atau Biparietal Diameter

Yakni ukuran diameter kepala janin, yang biasanya baru dapat dihitung saat usia kehamilan memasuki trimester kedua dan ketiga.

(Baca Juga: 11 Manfaat Bayam untuk Ibu Hamil dan Janin)

5. HC atau Head Circumference

Yakni ukuran keliling kepala bayi, yang biasanya baru dapat dihitung saat usia kehamilan memasuki trimester kedua dan ketiga.

6. CRL atau Crown-rum Length

Yakni panjang janin yang diukur dari bagian ujung kepala hingga bokong. CRL bisa diukur mulai dari trimester pertama usia kehamilan.

7. AC atau Abdominal Circumference

Yakni ukuran keliling perut janin.

8. FL atau Femur Length

Yakni ukuran panjang tulang kaki atau panjang tulang paha janin.

9. EFW atau Estimation Fetal Weight

Yakni perkiraan berat badan janin yang ditaksir berdasarkan besaran AC, BPD, FL, dan HC.

10. HR atau Heart Rate

Yakni ukuran jetak jantung janin yang diukur dalam satuan bpm.

Itulah cara membaca hasil USG kehamilan berdasarkan data yang ditampilkan.

Semua ukuran dari data di atas nantinya akan dibandingkan dengan ukuran rata-rata perkembangan janin sesuai dengan usia kehamilan.

Misalnya, jika berat janin pada usia kehamilan 24 minggu seorang ibu mencapai 660 gram sedangkan umumnya janin seusianya memiliki berat di atas 700 gram, maka dokter akan menyarankan ibu untuk menambah porsi makan dengan nutrisi sehat.

Sehingga berat janin juga akan bertambah secara bertahap. Sebab bayi yang lahir dengan berat badan rendah memiliki risiko kesehatan yang lebih tinggi.

Ajukan Pertanyaan ini Saat USG Kehamilan

Selain cara membaca hasil USG kehamilan, kamu juga perlu mengetahui beberapa pertanyaan lain terkait dengan perkembangan janin. Di antaranya sebagai berikut:

  • Jumlah dan tingkat kejernihan air ketuban
  • Kondisi plasenta
  • Posisi tali pusar yang dikhawatirkan melilit tubuh bayi
  • Posisi janin
  • Risiko kelahiran prematur

Jadi, sudah paham kan dengan cara membaca hasil USG kehamilan yang tepat?

Yuk, berikan jaminan kesehatan yang maksimal untuk keluarga, mulai dari ayah, ibu, dan anak dengan produk asuransi terbaik.

Produk asuransi kesehatan yang tersedia di CekAja.com akan memberikan pelayanan kesehatan di klinik dan rumah sakit berkualitas, dengan nilai uang pertanggungan yang menguntungkan.

Premi dijamin terjangkau, dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta profil finansialmu.

Bandingkan dan ajukan asuransi kesehatan dari berbagai merk sekarang juga lewat CekAja.com!

Tentang kami

Vera Khairifah

Vera Khairifah