Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Cara Memperbaiki Kondisi Keuangan Setelah Menjadi Korban Banjir

by Miftahul Khoer on 6 Januari, 2020

Banjir merupakan salah satu bencana yang bisa menimbulkan kerugian material. Banyaknya harta benda yang turut hanyut dan rusak membuat korban harus mengeluarkan berbagai macam biaya baik untuk membeli lagi maupun memperbaiki barang-barang tersebut. Belum lagi saat banjir banyak orang yang tidak bisa bekerja dan usaha tutup sementara.

cara berhemat uang belanja harian

Berbagai macam hal itu tentu mengganggu kestabilan finansial. Apalagi kebutuhan harian untuk menjalankan kehidupan sehari-hari setelah banjir surut juga tetap terus berjalan. Lalu apa yang harus dilakukan? Berikut ini beberapa cara memperbaiki kondisi keuangan setelah menjadi korban banjir:

1. Kembali bekerja

Salah satu hal yang harus dilakukan setelah banjir reda dan jam kerja mulai efektif adalah langsung kembali bekerja. Hal ini bisa kamu lakukan setelah menyelesaikan aktivitas bersih-bersih rumah sampai rumah tidak kotor lagi ya.

Kalau misal kamu adalah pemilik usaha, kamu juga harus segera membuka kembali usahamu dan menjalankan usaha seperti biasa.

Hal ini penting untuk diprioritaskan agar dapat menjamin pendapatan di bulan berikutnya karena pasti masih membutuhkan banyak biaya.

(Baca juga: Tips Bersihin Rumah Setelah Banjir Surut, Yok Semangat!)
2. Hitung jumlah kerugian

Kamu juga bisa melakukan analisa termasuk membuat daftar inventaris dan menghitung jumlah kerugian. Hal ini berguna untuk langkah-langkah berikutnya. Misalnya, kamu bisa membuat daftar barang apa saja yang rusak kemudian membuat skala prioritas yang harus diperbaiki dan dibeli terlebih dahulu.

3. Perbaiki hal-hal penting di rumah

Setelah kamu membuat skala prioritas, kamu bisa mulai memperbaiki hal-hal yang paling penting dan krusial terlebih dahulu. Misalnya kerusakan rumah, tempat tidur, instalasi listrik, pompa air, dan lain sebagainya. Hal ini dilakukan untuk keberlangsungan hidup sehari-hari keluarga. Di masa-masa awal, selain untuk makanan dan kebutuhan sehari-hari, prioritaskanlah danamu untuk kepentingan perbaikan hal-hal penting ini.

4. Tidak perlu membeli hal yang kurang penting

Ini adalah kebalikan dari poin sebelumnya. Kalau di poin sebelumnya harus disegerakan, maka kamu tidak perlu terburu-buru membeli barang-barang yang kurang penting seperti misalnya sofa baru, mobil baru, dan lain sebagainya. Kecuali kamu memang memiliki cukup banyak uang untuk itu.

Setelah banjir mungkin akan banyak toko atau penyedia jasa yang menawarkan kemudahan dengan berbagai macam diskon dan kredit. Namun sebaiknya kamu tetap fokus pada hal-hal yang bersifat krusial terlebih dahulu.

5.      Klaim asuransi

Beruntunglah kalau kamu memiliki asuransi. Kamu bisa mengajukan klaim atas biaya-biaya yang kamu butuhkan akibat menjadi korban banjir ini seperti biaya kesehatan, perbaikan rumah, kerusakan mobil, dan lain sebagainya. Itulah mengapa memiliki asuransi memang sangat penting terutama kalau kamu tinggal di daerah rawan bencana. Karena uang dari asuransi akan banyak membantu di saat-saat seperti ini.

6. Memperoleh penghasilan tambahan

Meski kamu sudah berusaha hemat, biaya yang kamu keluarkan tetap masih banyak dan bisa menguras tabungan. Oleh karena itu tidak ada salahnya kalau kamu mencoba untuk memperoleh penghasilan tambahan dengan beberapa cara berikut:

  • Jasa bersih-bersih

Banyak orang yang menjadi korban banjir, tapi tidak semua memiliki waktu untuk membersihkan rumahnya sendiri. Oleh karena itu, tidak ada salahnya kalau kamu membuka jasa bersih-bersih rumah dengan tarif yang kamu tentukan sendiri.

  • Jasa laundry

Selain rumah, pakaian dan beberapa barang seperti pakaian dan perabotan juga turut terendam. Oleh karena itu jasa laundry pasti akan laris karena akan banyak dicari oleh orang-orang yang tidak sempat mencuci pakaiannya sendiri. Kamu bisa memanfaatkan hal ini untuk membuka usaha laundry.

  • Mengumpulkan barang bekas

Saat banjir, banyak barang yang terendam atau ikut hanyut. Barang-barang ini akan berakhir dibuang oleh pemiliknya karena sudah dianggap tidak layak lagi. Kamu bisa mengumpulkan barang-barang tersebut. Memilah yang masih bagus dan yang kurang bagus. Kamu bisa melakukan pembersihan dan berbagai macam perbaikan kemudian kamu bisa menjualnya. Kalau kamu cukup jeli, kamu mungkin akan menemukan benda-benda berharga.

(Baca juga: Cara Memberi Pertolongan Pertama Pada Ponsel Korban Banjir)

Nah itulah beberapa cara untuk memperbaiki kondisi keuangan setelah terkena banjir. Pastinya kamu akan membutuhkan waktu beberapa lama sampai kondisi keuanganmu bisa kembali ke kondisi semula. Selain itu, ada satu hal yang harus kamu perhatikan dari kejadian ini yaitu untuk menyiapkan dana darurat untuk berjaga-jaga saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti bencana.

Tentang Penulis

Miftahul Khoer

Mantan jurnalis yang suka makan jengkol di hari Minggu.