Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

6 menit waktu bacaan

8 Cara Menanam Bawang Merah di Rumah, Gampang Banget!

by Vera Khairifah on 15 Mei, 2020

Bawang merah menjadi salah satu bumbu dapur terpenting. Sayangnya, harganya kerap mengalami kenaikan. Maka dari itu, yuk, ketahui cara menanam bawang merah di rumah termudah berikut ini.

Cara Menanam Bawang Merah di Rumah Termudah

1. Siapkan Bibit Bawang Merah

Cara menanam bawang merah di rumah yang pertama adalah menyiapkan bibit. Bibit bawang merah yang baik adalah bibit yang disimpan selama 2-3 bulan.

Bibit ini berupa bawang merah tua yang masih tertanam di tanah. Ada juga bibit bawang merah berupa umbi yang diproduksi perusahaan tani lokal dan impor.

Untuk membedakan bibit bawang merah yang tepat, caranya dengan memegang umbi. Pegang umbi, jika terasa padat dan berisi, maka umbi sudah tua ketika dipanen. Umbi tua layak ditanam sebagai bibit. Jika umbi terasa lunak dan tidak padat, maka umbi tersebut masih cukup muda untuk dipanen.

Bila dilihat dari penampilan, umbi yang layak dijadikan bibit yakni tampak cerah, segar, mengkilap, dan kulit umbi tidak kusut. Umbi tersebut sehat karena terhindar dari serangan jamur.

Agar lebih praktis, Anda juga bisa menyiapkan bibit bawang merah yang masih tersisa di dapur. Cari bibit umbi yang masih bagus dan segar. Bagaimana cara menanam bawang merah selanjutnya? Mari ikuti langkah berikutnya.

2. Siapkan Media Tanam

Selain bibit, media tanam juga perlu disiapkan. Media tanam yang baik harus memiliki drainase yang baik dan menyerap air lebih cepat. Misalnya tanah berpasir. Lalu, campur tanah pasir dengan arang sekam dan pupuk kandang dengan komposisi 1:1:1.

Kemudian, masukkan semua media tanam yang telah dicampur ke pot. Agar bawang merah tumbuh leluasa, gunakan pot berdiameter 20 sampai 30 cm. Aduk media tanam dan tekan sedikit. Lalu tutup sedikit dengan plastik. Diamkan media tanam hingga 2 hari agar media tanam tercampur dengan merata.

3. Tanam Bibit

Cara menanam bawang merah di rumah berikutnya yakni menanam bibit. Bibit bawang merah yang sudah disiapkan, ambil. Potong sedikit bagian ujung bawang hingga terlihat dagingnya. Jika bawang sudah ada tunas, maka tidak perlu dipotong lagi.

Kemudian, tanam bibit bawang dengan kedalaman 5 cm. Biarkan bagian leher umbi terlihat. Lalu, timbun dengan tanah. Beri jarak 10 cm antar umbi.

(Baca Juga: Cara Budidaya Bawang Merah Anti Hama Hingga Panen)
4. Pemberian Pupuk

Pemupukan bibit umbi bawang merah diberikan setelah usia 3-4 minggu. Pupuk yang dapat diberikan adalah pupuk kandang atau pupuk kompos. Ukuran pupuk yakni sebanyak satu kepal tangan, lalu tabur ke sekeliling bibit pada setiap pot.

Jika Anda ingin memberikan pupuk non organik, berikan pupuk ZA. Takar pupuk ZA sebanyak 5 gram tiap pot. Taburkan pupuk ZA setiap 3 minggu sekali.

Cara menanam bawang merah seperti ini akan menyuburkan tanah dan mempercepat pertumbuhan akar umbi bawang merah.

5. Menyiram Bibit

Agar bibit bawang merah tidak layu, siramlah sebanyak 2 kali sehari tiap pagi dan sore. Saat penyiraman, sebaiknya hindari terlalu banyak air. Cara menanam bawang merah di rumah dengan penyiraman secukupnya membuat akar tidak busuk. Pastikan juga drainase pot cukup baik mengalirkan air.

Untuk menghindari genangan air, pindahkan pot ke tempat teduh. Karena akan menyebabkan umbi bawang merah lemah dan membusuk jika disiram air terus-menerus.

Jika usia umbi bawang merah menginjak 2 bulan, kurangilah intensitas penyiraman. Lakukan penyiraman bibit hanya sekali sehari, yakni pagi atau sore hari.

6. Membersihkan Gulma dan Rumput Liar

Meskipun ditanam dalam pot, tetaplah harus menjaga tanah dari pertumbuhan gulma dan rumput liar. Cara menanam bawang merah di rumah seperti ini perlu dilakukan agar pertumbuhan umbi tidak terganggu.

Keuntungan lainnya, jika ada salah satu umbi bawang merah yang membusuk, Anda dapat membuang umbi tersebut agar pembusukan tidak merambat ke umbi lainnya.

(Baca Juga: Tips Berhasil Budidaya Porang, Umbi yang Paling Banyak Dicari)
7. Kendalikan Hama

Selain penyiraman dan pembersihan (penyiangan), mengendalikan hama juga penting dilakukan. Hama yang biasa menyerang bawang merah adalah ulat daun, ulat tanah, dan lalat penggorok daun. Inilah pembahasan singkat hama-hama yang menyerang bawang merah.

a. Lalat penggorok daun

Lalat pengorok daun menyerang tanaman bawang merah dengan menusukkan telurnya pada daun tanaman. Lalat penusuk ini adalah lalat betina. Ciri-ciri terkena hama yaitu muncul bintik putih kecil di bagian daun.

Bintik putih kecil ini lama-lama menjadi garis lurus dan membuat daun mengering. Pada serangan berat, seluruh helai daun kering dan berwarna cokelat. Tidak jarang kalau bagian akarnya busuk dan mengeluarkan belatung.

Kendalikan hama lalat penggorok daun dengan insektisida berbahan aktif imidakloprid. Beri dosis 2 sendok makan atau sekitar 25 gram dan 2 liter air. Alternatif lain, gunakan abamectin berdosis setengah sendok teh dan 17 liter air. Basmi pula larvanya dengan insektisida bahan aktif abamectin seperti Demolish atau Agrimec berdosis setengah sendok teh dan 17 liter air.

b. Ulat tanah

Ulat tanah biasa menyerang dengan memotong leher tanaman bawang merah yang berusia 2-3 minggu. Potongan tanaman ini dibawa ke dalam tanah. Ciri-ciri terserang ulat tanah yakni tanaman layu dan mati.

Ulat tanah biasa menyerang antara pukul 5 sore hingga 7 malam. Saat siang hari, ulat tanah bersembunyi karena tidak menyukai cahaya matahari.

Basmi hama ulat tanah dengan dibakar dan digenangi air. Gunakan musuh alami seperti tawon jenis Apanteles ruficrus, jamur Metarhizium sp, dan jamur Botrytis sp.

Selain itu, berikan insektisida tabur berbahan karbofuran seperti Furadan dan Regent. Taburkan insektisida tersebut bersamaan saat pemupukan. Berikanlah secukupnya sesuai dosis yang ditentukan.

c. Ulat daun

Ulat daun biasa menyerang daun yang masih muda atau tua. Ciri-ciri terkena serangan ulat daun yakni, timbul bercak berwarna putih transparan di daun. Bercak ini disebabkan larva yang menggerek bagian dalam daun hingga menyisakan lapisan epidermis. Akibatnya, daun tampak menerawang.

Jika serangan ulat daun cukup parah, daun-daun tanaman cenderung mengering. Terkadang ulat juga dapat menyerang bagian umbi.

Cegah serangan ulat daun melalui sanitasi lahan, pengaturan jarak tanam, dan pembakaran telur ulat daun. Jika memungkinkan, lakukan penyemprotan insektisida berbahan aktif chlorfenapyr dan flufenoxuron.

Setelah mengenal hama-hama tanaman bawang merah, Anda dapat melanjutkan cara menanam bawang merah berikutnya.

8. Proses Panen

Umbi bawang merah yang menginjak usia 3 bulan, sudah bisa dipanen. Ciri-ciri umbi bawang merah yang layak panen adalah sebagai berikut:

  1. Tanaman cukup tua, ciri-cirinya batang lemas dan daun menguning.
  2. Umbi lapis padat berisi, sebagian tersembul dan muncul di atas permukaan tanah.
  3. Warna kulit umbi mengkilap dan merah.

Cabutlah tanaman beserta daun dan umbinya. Usahakan tanah masih menempel pada umbi dan akar. Kemudian, biarkan umbi di gundukan tanah selama beberapa jam. Lalu ikat dengan ukuran 1-1,5 kg per ikatnya.

Agar umbi yang dipanen tidak membusuk saat penyimpanan, lakukan pengasapan. Atur suhu 25-30 derajat Celcius dengan kelembapan rendah. Agar lebih mudah, jemur umbi selama 1 atau 2 minggu. Dengan begitu, umbi bawang merah siap digunakan selama beberapa bulan ke depan.

Itulah delapan cara menanam bawang merah di rumah. Kunci sukses cara menanam bawang merah adalah konsisten dan sabar. Jika Anda ingin menanam kembali, gantilah tanah agar tidak jenuh. Karena, tanah yang jenuh akan menolak tanaman dan gagal panen.

Menanam bawang merah sendiri di rumah dijamin bikin kamu lebih irit dan produktif. Untuk beli keperluan menanam bawang dan lainnya, kamu bisa melengkapinya dengan dana pinjaman KTA cicilan ringan.

Bandingkan dan ajukan KTA dari berbagai penyedia pinjaman terpercaya melalui CekAja.com sekarang juga!

Tentang Penulis

Vera Khairifah

A content writer and socmed enthusiast