Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

8 menit waktu bacaan

Cara Mendapatkan Pinjaman Tunai untuk Bisnis Kuliner Rumahan Beserta Estimasi Biaya yang Dibutuhkan

by Kyla Damasha on 29 Juni, 2020

Pinjaman tunai untuk bisnis kuliner rumahan pastinya akan sangat perlu diketahui bagi kamu yang saat ini tengah berencana untuk membangun bisnis. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa modal merupakan salah satu faktor paling utama yang sangat penting dalam keberlangsungan suatu bisnis.

Meskipun kamu sudah memiliki perencanaan bisnis yang matang, sepenuhnya tidak akan bisa berjalan dan hanya menjadi wacana semata apabila kamu tidak memiliki modal untuk menjalaninya. Oleh karena itu, mau sekecil apapun bisnis yang kamu inginkan, hadirnya dana untuk dijadikan sebagai modal sangatlah penting untuk dimiliki.

Nah, dikarenakan hal itulah, tentu tak jarang banyak sekali orang yang rela melakukan apapun demi mendapatkan modal untuk membangun sebuah usaha, mulai dari menggadaikan barang, meminjam dari orang-orang terdekat, hingga mengajukan pinjaman dari berbagai layanan jasa keuangan.

Tetapi, sebelum kamu mulai mencari pinjaman dana untuk modal usaha, tentu kamu harus mengetahui terlebih dahulu tentang berapa kisaran estimasi biaya yang kamu butuhkan, guna memberikanmu kemudahan. Oleh karena itu, di dalam kesempatan kali ini kita akan membahas tentang estimasi biaya yang dibutuhkan sekaligus cara mendapatkan pinjaman tunai untuk bisnis kuliner rumahan. Yuk disimak bersama-sama.

Cara Mendapatkan Pinjaman Tunai untuk Bisnis Kuliner Rumahan

Sebelum kita membahas tentang estimasi biaya yang dibutuhkan jika ingin membangun bisnis kuliner, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu tentang beberapa cara mendapatkan pinjaman tunai untuk bisnis kuliner rumahan yang bisa kamu lakukan, diantaranya adalah:

  • Menggadaikan Barang Pribadi

Menggadaikan Barang Pribadi

Cara mendapatkan pinjaman tunai untuk bisnis kuliner rumahan yang pertama adalah dengan menggadaikan barang pribadi di kantor cabang Pegadaian. Cara satu ini cenderung berisiko tetapi juga dapat dikatakan sebagai cara aman.

Mengapa? Karena apabila kamu tidak bisa membayar, kamu akan berisiko untuk kehilangan barang yang dijadikan jaminan. Tetapi disisi lain kamu juga lebih merasa aman karena tidak terlibat hutang dengan siapapun.

(Baca Juga: Bisnis Kuliner Modal Kecil yang Menguntungkan)

Cara kerja pegadaian adalah, kamu hanya perlu memberikan jaminan barang berharga untuk digadaikan, bisa itu berupa barang elektronik, properti ataupun kendaraan bermotor. Kemudian, pihak pegadaian akan memberikanmu uang dengan nilai yang sama dengan barang yang kamu gadaikan tersebut.

Namun pada nantinya, apabila kamu ingin mendapatkan barang itu kembali, kamu harus segera menebusnya sebelum barang tersebut di lelang kepada orang lain. Dalam arti, apabila kamu tidak bisa menebusnya maka kamu akan kehilangan barang berharga yang dijadikan jaminan. Sebenarnya untuk sistemnya itu sendiri, tak jauh berbeda dengan kamu mengajukan pinjaman ke bank.

  • Meminjam Kepada Orang Terdekat

Meminjam Kepada Orang Terdekat

Cara mendapatkan pinjaman tunai untuk bisnis kuliner rumahan selanjutnya adalah dengan meminjam kepada orang terdekat. Ceritakanlah tentang rencana bisnis yang kamu miliki dan berapa kisaran biaya yang kamu butuhkan sebagai modal dan akan digunakan untuk apa saja modal tersebut.

Selain itu, kamu juga bisa meminjam pada sahabat atau teman terdekat dan janganlah sungkan untuk menceritakan kesulitanmu. Bahkan jika memungkinkan, kamu juga bisa lho mengajak mereka untuk bergabung kedalam rencana bisnis. Dengan begitu kesulitanmu dalam mengumpulkan modal akan sedikit berkurang.

Hanya saja di dalam beberapa kasus, meminjam dana kepada orang terdekat mungkin bisa menimbulkan konflik apabila sewaktu-waktu kamu mengalami kendala dalam menjalani bisnis yang dapat menimbulkan kerusakan hubungan. Oleh karena itu, kamu dan anggota keluarga ataupun teman yang meminjami hutang, kalian bisa membuat surat perjanjian hutang yang berisikan hal-hal yang tentunya disetujui oleh kedua belah pihak dan disertai oleh dengan tanda tangan.

  • Meminjam Dana dari Kredit Usaha

Meminjam Dana dari Kredit Usaha

Saat ini, sudah hampir seluruh bank memiliki layanan kredit usaha mikro yang merupakan sebuah produk pinjaman khusus usaha kecil. Sesuai dengan namanya, pinjaman ini memang ditujukan bagi para pengusaha kecil maupun menengah yang membutuhkan dana tambahan untuk menjalani bisnisnya.

Meskipun banyak bank maupun lembaga pelayanan jasa keuangan yang memiliki produk kredit usaha ini, kamu sebagai peminjam juga harus memiliki pengetahuan yang cukup mengenai layanan ini. Karena, pada umumnya setiap bank memberikan suku bunga yang berbeda-beda, sehingga jangan sampai kamu justru mengajukan pinjaman pada bank yang membebankan suku bunga yang tinggi.

  • Kredit Tanpa Agunan (KTA)

Kredit Tanpa Agunan KTA

Cara terakhir yang bisa kamu lakukan untuk mendapatkan pinjaman tunai untuk bisnis kuliner rumahan adalah dengan mengajukan KTA. KTA itu sendiri merupakan salah satu produk perbankan yang memungkinkamu untuk mendapatkan pinjaman modal usaha namun tanpa adanya agunan atau jaminan.

Jenis kredit satu ini terbilang sangat populer dan sudah banyak digunakan oleh masyarakat secara luas karena cara pengajuan serta persyaratan yang tidak begitu sulit. Besaran dana yang dapat diajukan pun beraneka ragam, yang mana itu akan disesuaikan dengan penghasilan serta kemampuan kamu dalam membayar cicilan pada nantinya.

Namun, pada umumnya jumlah dana yang ditawarkan berkisar mulai dari Rp5 juta sampai dengan Rp200 juta, tergantung dari kebijakan dari masing-masing bank.

Estimasi Perhitungan Jumlah Modal yang Dibutuhkan

Setelah kamu mengetahui kira-kira dimanakah akan mendapatkan pinjaman tunai untuk bisnis kuliner rumah yang ingin kamu jalani, maka langkah selanjutnya adalah dengan mengetahui berapa estimasi biaya yang kamu butuhkan sebagai modal. Dilansir dari beberapa sumber, berikut beberapa langkah yang bisa kamu lakukan dalam menghitung estimasi biaya, yaitu adalah:

1. Biaya Sewa Lokasi

Pertama, kamu harus mempersiapkan biaya untuk sewa lokasi. Biasanya, harga sewa ini berbeda-beda, tergantung dari seberapa strategis lokasi yang kamu pilih serta luas dari bangunannya itu sendiri. Untuk mencari bangunan, kamu bisa melakukan observasi lapangan ataupun mencarinya terlebih dahulu di internet sebelum mengunjungi lokasi secara langsung.

Saat ini, sudah banyak sekali situs-situs jual-beli online yang juga turut menerima transaksi untuk pembelian ataupun penjualan bangunan. Setelah kamu menemukan bangunan yang diinginkan dan sesuai dengan kriteria yang dicari, mulai dari harga, lokasi, serta ukuran, maka kamu bisa mulai mempersiapkan dana yang dibutuhkan.

Setidaknya, kamu memiliki 10 persen dari harga bangunan untuk bisa dijadikan sebagai uang muka. Namun sebagai pemula, usahakan untuk tidak mencari bangunan dengan harga yang terlalu mahal, agar kamu memiliki waktu yang cukup untuk bisa mengembangkan bisnis dengan lebih besar lagi.

Bahkan jika kamu memiliki lahan yang cukup luas di rumah, kamu bisa memanfaatkannya sementara untuk menjalankan bisnis sampai kamu memiliki modal yang cukup untuk menyewa ataupun membeli bangunan.

Pada umumnya, biaya bangunan yang terletak di Jakarta berkisar di harga mulai dari Rp5 juta sampai Rp30 juta an, sesuai dengan lokasi dan ukuran dari bangunannya itu sendiri.

2. Biaya Perizinan

Selanjutnya, pinjaman tunai untuk bisnis kuliner rumah yang kamu dapatkan juga perlu disisihkan sebagian untuk mengurus perizinan usaha. Perizinan ini mencakup mendirikan bangunan serta izin dari departemen kesehatan yang menunjukan bahwa bisnis kuliner yang kamu jalani tidak membahayakan kesehatan pelanggan.

Biaya perizinan ini berbeda-beda, jadi kamu harus mencari tahunya terlebih dahulu di internet. Selain itu, kamu juga perlu mempersiapkan sejumlah dokumen yang dibutuhkan. Oleh karena itu, kamu mungkin akan membutuhkan bantuan dari pengacara atau ahli hukum yang berpengalaman untuk memastikan bahwa usaha kamu sudah taat pada hukum.

3. Renovasi Bangunan

Kamu mungkin berhasil menemukan bangunan dengan harga sewa yang terjangkau dan lokasi yang strategis namun justru tidak memiliki fasilitas yang memadai untuk menjalankan bisnis rumah makan. Oleh karena itu, dibutuhkan renovasi untuk memperbaiki semuanya.

Cobalah untuk memperhitungkan estimasi biaya seluruhnya dan hindari renovasi yang berlebihan dan tidak terlalu penting, guna meminimalisir pengeluaran. Setidaknya bangunan tersebut terlihat lebih baik dan layak untuk dijadikan sebagai tempat usaha.

4. Perlengkapan Dapur dan Furniture

Dalam menjalankan bisnis kuliner rumahan, jelas kelengkapan peralatan dapur sangatlah diperlukan, mulai dari kompor, wajan, pemanggan, lemari pendingin, hingga tempat mencuci peralatan yang memadai.

Jika kamu kamu membuka bisnis kuliner yang menjualan makanan-makanan rumahan, maka mungkin peralatan yang dibutuhkan tidaklah terlalu sulit. Selain itu, guna meminimalisir pengeluaran kamu juga bisa memberi peralatan bekas yang masih layak pakai. Hal satu ini dikarenakan, banyak usaha kuliner yang baru tutup dan memutuskan untuk menjual perlengkapan bekas pakai untuk mengembalikan modal.

Baru setelah kamu mendapatkan keuntungan sedikit demi sedikit, uang tersebut bisa dicicil untuk membeli peralatan baru. Selain itu, jangan lupa juga untuk membeli furniture yang dibutuhkan, seperti meja, kursi, etalase kaca makanan, rak makanan dan lain-lain.

Sebagai permulaan, kamu tak perlu menyediakan meja dan bangku yang terlalu banyak. Sesuaikan pula dengan ukuran bangunan. Pastikan bahwa meja dan bangku tidak akan mengganggu lalu lintas pelanggan untuk masuk ke rumah makan.

5. Bahan Baku

Terakhir, kamu tentu membutuhkan bahan baku untuk membuat berbagai hidangan yang akan dijual, bukan? Walaupun kamu mungkin akan menemukan banyak bahan-bahan baku yang dijual murah, usahakan untuk tidak langsung tergiur dan mengorbankan kualitas, karena hal inilah yang menjadi tolak ukur penilaian konsumen.

Kamu tidak perlu mengeluarkan modal besar untuk renovasi dan berbagai peralatan yang dibutuhkan, tetapi kamu harus rela mengeluarkan uang lebih besar untuk bahan baku ini. Pastikan bahwa kamu memberikan pengalaman yang memuaskan bagi setiap konsumen yang datang. Dengan begitu, bisnis yang kamu jalani akan dengan cepat berkembang dan memiliki banyak pelanggan tetap.

Jadi, inilah cara mendapatkan pinjaman tunai untuk bisnis kuliner sekaligus estimasi biaya yang sekiranya akan kamu butuhkan. Seperti yang telah dibahas sebelumnya bahwa banyak sekali cara mengajukan pinjaman tunai untuk bisnis kuliner rumah, salah satunya dengan KTA.

(Baca Juga: Pinjaman Tunai Bunga Rendah dan Syarat Mengajukannya)

Meskipun persyaratan dan proses tidaklah terlalu sulit, kamu tetap harus berhati-hati dalam mengajukan. Pastikan bahwa tempat yang kamu pilih telah terdaftar di OJK dengan suku bunga yang bersaing. Nah, apabila kamu masih bingung memilih tempat untuk mengajukan pinjaman, kamu bisa lho mengajukan di CekAja.com.

Berbeda dengan mengajukan di bank secara langsung yang hanya terfokus pada satu jenis bank saja, di CekAja.com kamu bahkan juga bisa melakukan perbandingan antar bank untuk menemukan produk KTA terbaik yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan.

Jadi, tunggu apa lagi! Segera ajukan produk KTA mu hanya di CekAja.com.

Tentang Penulis

Kyla Damasha

Usia Hanyalah Angka, Wajah Tetap Harus Awet Muda