Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

8 menit waktu bacaan

Cara Mengontrol Diri dan Meningkatkan Kecerdasan Emosional

by Gesti Weningtyas on 14 Februari, 2020

Emosi yang menggelegak dan meluap begitu saja, seringkali membuat siapapun jadi susah berpikir dan tidak bisa mengontrol diri. Saat kita tidak bisa mengelola emosi, maka apapun bisa dilakukan, bahkan hal yang merugikan atau memalukan sekalipun.

Cara Mengontrol Diri dan Meningkatkan Kecerdasan Emosional

Belakangan kecerdasan emosi menjadi hal yang yang perlu dipertimbangkan bahkan diasah untuk terus ditingkatkan. Kini tidak hanya kecerdasan intelegensi saja yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari atau menjadi seseorang yang sukses. Kecerdasan emosional adalah kemampuan dalam menggunakan emosi untuk berpikir. Hal ini juga termasuk kemampuan seseorang dalam mengelola emosi.

Kecerdasan Emosional dan Mengontrol Diri

Jika kita bisa mengelola emosi dengan baik maka kita juga akan memberikan banyak pengaruh dalam kehidupan kita. Bahkan pengaruh tersebut juga bisa sampai kepada orang lain. Ini akan memberikan banyak sekali perubahan yang lebih baik jika kita bisa mengenali emosi kita sendiri. Saat kita tidak bisa mengelola emosi maka kita akan cenderung melakukan segala hal yang merugikan diri sendiri dan kadang sama sekali tidak bisa berpikir dengan jernih. disinilah peran kecerdasan emosional sangat dibutuhkan.

Emosi marah, sedih, maupun senang adalah hal yang wajar dimiliki oleh siapapun. Namun jika kita tidak bisa mengendalikan atau mengelola emosi, maka pikiran kita jadi mudah dikuasai oleh emosi, inilah yang akhirnya membuat beberapa orang jadi mudah melakukan hal yang tidak wajar. Kecerdasan emosional ini yang akhirnya akan membantu kamu dalam meredakan stres atau mengelola perasaan yang tidak diperlukan.

Kontrol diri dan kecerdasan emosional berbanding lurus, artinya jika kamu sudah memiliki kecerdasan emosional yang tinggi maka kamu pasti akan bisa mengontrol diri. Selain itu jika kamu memiliki kecerdasan emosional Kamu tidak akan mudah terbawa perasaan alias baper. Kamu akan lebih mudah memilah mana yang lebih diperlukan untuk prioritas pribadi dan lebih mudah mengontrol diri.

Jika tidak mampu mengatasi atau mengelola emosi maka kamu akan menjadi pribadi yang mudah stres. tentunya hal ini akan berpengaruh pada kesehatanmu. Kondisi pikiran yang mudah stres, akan membuat fisik mau jadi mudah drop.

Sehingga kamu juga perlu mengetahui betapa pentingnya kecerdasan emosional ini apalagi dalam hidup bermasyarakat. kecerdasan ini akan dibutuhkan dan bisa kamu pelajari artinya kecerdasan emosional ini bukan bawaan dari lahir. kamu masih bisa mempelajari untuk meningkatkan kecerdasan emosional ini dari waktu ke waktu, tentunya dengan latihan dan beberapa tips berikut ini.

1. Belajar Mengatasi Stres

Langkah pertama dalam belajar meningkatkan kecerdasan emosional, adalah mengatasi stres mu. Ini mungkin sepele, tapi kamu harus belajar sedikit demi sedikit untuk mengendalikan diri.

Saat kamu memiliki masalah usahakan tetap tenang dan jangan biarkan emosi mengendalikan pikiranmu. Belajarlah untuk mengontrol diri perlahan dan sedikit demi sedikit. awalnya mungkin tidak langsung sukses. Tapi minimal kamu bisa mengurangi emosi negatif yang biasanya mudah menguasai pikiran.

Hindari untuk beraksi reaktif atau reaksioner. Apabila kamu merasa sangat marah hingga ingin memukul sesuatu maka sebelum kamu melakukan itu tarik nafas dalam-dalam dan hembuskan perlahan. Lakukan hingga kamu merasa sedikit tenang dan emosi negatif itu hilang perlahan. Setelah kemarahanmu surut pikirkan kembali apa yang membuatmu marah dan apa yang seharusnya kamu lakukan.

(Baca Juga: Cara Meningkatkan Kecerdasan Emosional di Lingkungan Pekerjaan)

Sebaiknya kamu tidak membuat sebuah keputusan yang besar dalam kondisi marah karena hal itu beresiko akan menjadi hal yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Tenangkan dulu dirimu, baru kemudian berpikir dengan matang, lalu ambil keputusan dengan tegas tanpa harus dengan emosi yang membuncah.

Untuk mengatasi stres kamu juga bisa mencoba meluangkan waktu dan melakukan hobimu. Atau kamu juga bisa berolahraga dan jalan-jalan. Setelah itu luangkan waktu untuk berpikir tentang masalahmu tanpa dikuasai oleh emosi negatif. Kamu bisa mengajak diskusi partner atau seseorang yang kamu percaya untuk mendengarkan masalahmu.

2. Mengasah Empati

Orang yang memiliki kecerdasan emosional biasanya mudah berempati dengan orang lain. Untuk itu, apabila kamu ingin meningkatkan kecerdasan emosional maka kamu perlu mengasah empati. Kamu bisa melatihnya dengan belajar mendengarkan orang lain saat ada orang yang berbagi cerita alias curhat. Dengarkan dengan proaktif dan perasaan empati.

Kamu bisa mengekspresikan rasa empati itu dalam ekspresi wajah, tatapan mata, atau perilaku maupun perkataan. Dengan begitu seiring berjalannya waktu, kecerdasan emosional mu akan meningkat.

Dengan memiliki empati yang tinggi kamu jadi akan lebih berhati-hati dalam bertindak, karena kamu bisa memikirkan sudut pandang yang lain atau apa yang orang lain rasakan tentang berbagai macam kondisi. Hal ini bisa berlaku misalnya ketika kamu berada di tempat kerja dan ada rekan yang mungkin kurang kooperatif.

Empati membuat kita bisa melihat masalah dari sudut pandang yang lain, dengan demikian masalah rekan yang tidak kooperatif itu bisa diselesaikan dengan lebih solutif tanpa sikap yang reaktif. Kecerdasan emosional seperti ini tentu bisa membuat jenjang karir mu juga lebih mudah meningkat. Kamu tidak mudah stress atau frustasi hanya karena pekerjaan ataupun hal-hal yang berada di ruang kerja. kamu bisa menyelesaikan pekerjaan dengan tenang, meskipun banyak tekanan dari atasan. Tentunya hal ini akan memberikan kamu keuntungan yaitu berupa rekam jejak yang baik dalam bekerja.

3. Mengurangi Prasangka Buruk

Prasangka buruk adalah emosi negatif yang bisa membuatmu gampang tersulut. Kamu bisa mencoba untuk mengubah cara berpikir agar tidak mudah berprasangka buruk terhadap orang lain. Sebab, belum tentu apa yang kamu pikirkan tentang orang lain itu adalah yang terjadi.

Jika kamu bisa mengurangi prasangka buruk ini otomatis emosi negatif mu akan mulai berkurang. Setelah itu kamu jadi bisa lebih mengontrol diri dan tidak mudah stres karena pikiranmu sendiri. karena itu mulai dari sekarang kamu bisa mencoba untuk mengurangi prasangka negatif atau hal-hal negatif yang kurang produktif.

Misalnya saat kamu bertemu dengan orang yang akan memicu emosi negatif mu kamu bisa belajar untuk tetap tenang. usahakan kamu bersikap proaktif dan menghindari sikap reaktif. Sikap reaktif adalah sikap yang meledak ledak atau impulsif dan tak terduga karena pikiran dikuasai oleh emosi.

 Awalnya mungkin tidak mudah, tapi jika kamu belajar sedikit demi sedikit kamu akan bisa melakukannya dan kecerdasan emosional mu akan meningkat. untuk bisa melakukan hal tersebut tidak cukup sekali berlatih menenangkan diri. ada beberapa tahapan agar kita bisa bersikap lebih bijak dan proaktif agar tidak mudah tersulut emosi dan lebih mengontrol diri.

4. Meditasi

Untuk mengurangi energi negatif dari emosi yang mungkin tidak terlupakan, kamu bisa mencoba meditasi. Luangkan waktu sejenak untuk bermeditasi dan berbicara pada dirimu sendiri. Pikirkan apa yang menjadi prioritas dalam hidupmu apakah kamu akan menuruti emosi dan perasaan tanpa disertai logika berpikir yang jernih, atau menjadi pribadi yang tenang dan lebih cerdas dalam mengungkapkan perasaan atau emosi.

Untuk melakukan meditasi kamu tidak perlu repot datang ke sebuah komunitas atau perkumpulan tertentu. Saat ini banyak sekali tutorial dan cara untuk bermeditasi sehari-hari. kamu bisa mengajak dirimu sendiri untuk berkomunikasi lebih dalam tentang pengendalian emosi yang akan kamu lakukan. Ajak alam bawah sadar untuk mengetahui bahwa kamu memiliki keyakinan yang kuat untuk meningkatkan kecerdasan emosional.

Perlu proses yang cukup panjang untuk bisa meningkatkan kecerdasan emosional. namun jika kamu terus berlatih dan yakin kamu pasti akan bisa meningkatkan kecerdasan emosional.

5. Belajar Mengekspresikan Emosi yang Sulit

Dalam hidup terkadang ada beberapa emosi yang sulit untuk diekspresikan. ada beberapa waktu yang membuat kita merasa tidak enak hati untuk jujur dengan emosi diri kita. Ini seperti mengungkapkan pendapat yang berbeda atau berseberangan dengan lawan bicara. Atau ketika kita tidak bisa mengekspresikan rasa tidak setuju di depan keluarga maupun saudara kita sendiri.

Untuk mengungkapkan emosi yang sulit atau tidak mudah itu kita juga harus berlatih. Lalu hal yang perlu kamu ketahui, kamu tidak perlu mengungkapkan emosi yang sulit itu dengan perasaan yang menggebu nggebu atau terlalu meledak sebab kamu bisa mengungkapkan hal itu dengan tenang meski kamu tidak setuju titik tidak perlu menggebrak meja atau melakukan hal yang membuat emosi menjadi negatif.

(Baca Juga: 7 Pertanyaan Wawancara Kerja yang Bisa Menilai Kecerdasan Emosional)

 Ketika kamu bisa membuat manajemen emosi atau mengelola emosi ini kamu akan lebih mudah melindungi diri dari gangguan dan tekanan yang ada di sekitarmu. Kamu bisa memperlihatkan sikap bahwa kamu tidak sependapat tanpa bersikap kasar atau ribut-ribut. Dengan demikian, kamu bisa untuk lebih mudah mengontrol diri ke depannya.

Nah itu adalah beberapa tips untuk meningkatkan kecerdasan emosional yang bisa kamu lakukan jika kamu masih ingin memperdalam ilmu untuk meningkatkan kecerdasan emosional. Jika kamu sudah memiliki kecerdasan emosional yang meningkat kamu akan lebih bisa mengontrol diri di dalam beberapa forum maupun di tempat kerja titik tentunya ini akan memberikan kesan yang baik pada perusahaan tempatmu bekerja sekarang.

Dampak Kecerdasan Emosional dan Mengontrol Diri

Ketika kita sudah bisa mengontrol diri maka kita juga akan lebih mudah menerima berbagai kondisi dalam hidup kita. Misalnya ada beberapa kondisi yang membuat kehidupan kita menjadi tidak nyaman atau ada musibah dan bencana yang melanda saat kita berada dalam posisi yang sulit, kita akan lebih mudah melihat hikmah atau pelajaran di balik kondisi yang tidak nyaman tersebut.

Jika kita berada di dalam kondisi yang demikian maka lebih baik prioritaskan apa yang menjadi tujuan utama kita saat ini. Belajar untuk tetap fokus pada apa yang kita perlukan mungkin bukan hal yang mudah apalagi jika kita sedang dilanda perasaan yang sedih. namun, tentu saja setiap orang punya pilihan begitupun kamu, kita semua punya pilihan untuk menjadi optimis atau merasa frustasi dan berpikir negatif hingga semua tidak mendapatkan solusi.

Meningkatkan kecerdasan emosional mungkin butuh waktu dan proses belajar yang panjang. Jika kita bisa berusaha, bukan tidak mungkin kalau mengontrol diri menjadi hal yang mudah.

Dengan memiliki kecerdasan emosional yang meningkat, kamu juga akan lebih jernih dalam setiap mengambil keputusan. Misalnya, seperti saat kamu akan mengambil keputusan untuk memilih produk asuransi maupun kartu kredit yang akan kamu butuhkan.

Tentang Penulis