Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

7 menit waktu bacaan

Cara Mengurus Surat Keterangan Pengganti KTP Elektronik

by Teti Purwanti on 3 Maret, 2020

Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik memuat data dan informasi pribadi kependudukan pemiliknya. Berguna tidak hanya sebagai bukti seseorang merupakan Warga Negara Indonesia, namun juga bisa dipakai untuk berbagai kepentingan.

surat keterangan pengganti ktp elektronik

Seperti pengurusan berbagai dokumen, dan juga aktivitas keuangan di berbagai lembaga keuangan.

Seseorang yang sudah berusia 17 tahun wajib mengurus KTP elektronik. Sehingga bisa mudah melakukan pengurusan berbagai keperluan administrasi.

KTP merupakan identitas resmi kependudukan sebagai bukti diri. KTP diterbitkan oleh Instansi Pelaksana di seluruh wilayah Indonesia. Saat ini bentuk KTP tidak lagi berupa kertas yang harus dilaminating, karena sudah berupa kartu elektronik.

KTP elektronik merupakan dokumen kependudukan yang memuat sistem keamanan atau pengendalian dari sisi administrasi ataupun teknologi informasi dengan berbasis pada database kependudukan nasional. Program KTP elektronik dimulai pada tahun 2009 silam.

Namun, apabila kamu belum memiliki KTP elektronik karena masa pengurusan yang lama atau mungkin KTP elektroniknya hilang, wajib untuk mengurus surat keterangan pengganti KTP elektronik.

Penggunaan surat keterangan pengganti KTP elektronik bisa dipakai untuk mengurus berbagai keperluan bila tidak memiliki KTP elektronik. Oleh karena itu, kamu perlu mengetahui tata cara untuk mengurus surat pengganti KTP elektronik.

Persyaratan pembuatan surat keterangan pengganti KTP elektronik:

Apabila kamu ingin mengurus surat keterangan pengganti elektronik, ada beberapa dokumen yang perlu dipersiapkan. antara lain fotokopi kartu keluarga yang sudah ditandatangani oleh Kepala Dinas Kependudukan Catatan Sipil Kabupaten/Kota setempat.

Selain itu, orang yang mengajukan surat keterangan pengganti e-KTP harus sudah pernah melakukan perekaman KTP elektronik. Apabila KTP elektronik hilang, maka perlu ada surat kehilangan dari kepolisian.

Mengurus surat pengganti KTP elektronik juga harus dilengkapi dengan pas foto berwarna ukuran 3×4 sebanyak 1 lembar. Serta fotokopi KTP elektronik apabila ada perubahan identitas.

Sistem, mekanisme, dan prosedur pengurusan

Untuk mengurus surat keterangan pengganti KTP elektronik, pemohon harus datang ke tempat pelayanan di kecamatan dengan membawa berkas permohonan pembuatan KTP sementara pada hari dan jam kerja.

Selanjutnya, pemohon harus melakukan pendaftaran kepada petugas pelayanan. Kemudian menunggu di ruang tunggu pada saat proses pembuatan KTP sementara. Sambil menunggu proses registrasi dan verifikasi oleh petugas serta pembuatan dan pencetakan Surat Keterangan.

Apabila proses selesai, pemohon akan dipanggil oleh petugas pelayanan, lalu kemudian pemohon bisa menerima surat keterangan KTP sementara.

Masa waktu pengurusan surat pengganti KTP elektronik ini tidak lama, hanya sekitar 10 menit. Biaya pengurusannya juga gratis.

Apabila surat keterangan pengganti KTP Elektronik sudah selesai dan diterima pemohon, maka simpan baik-baik. Karena surat tersebut berbentuk seperti kertas pada surat lainnya. Jagalah agar tidak basah, sobek, terlipat, atau rusak.

Selama waktu menunggu KTP elektronik selesai, surat keterangan tersebut bisa dipakai sebagai pengganti sementara KTP elektronik.

Kamu juga bisa mengecek status pembuatan KTP elektronik melalui sistem internet milik Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten/Kota tempat tinggal, tanpa harus pergi bolak balik ke kantor kecamatan ataupun kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

Segera urus surat keterangan pengganti KTP elektronik bila KTP elektronik hilang

Kartu Tanda Penduduk elektronik memiliki banyak fungsi, oleh karena itu apabila hilang, segera urus penggantian kartu dan membuat surat keterangan pengganti KTP elektronik.

KTP elektronik memiliki manfaat. Antara lain untuk mengurus administrasi kendaraan seperti surat izin mengemudi (SIM) dan surat tanda nomor kendaraan (SKCK).

Selain itu, apabila kamu ingin membuat paspor dan identitas imigrasi agar bisa bepergian ke luar negeri juga harus melampirkan KTP elektronik sebagai salah satu dokumen utama yang harus ada.

KTP elektronik juga bisa dipakai untuk mengurus tabungan pensiun (Taspen), BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, keperluan menikah dan pembuatan akta lahir anak, serta kepesertaan politik seperti untuk mengikuti Pilkada, Pilpres, ataupun Pemilu Legislatif.

KTP elektronik juga bisa mempermudah pembuatan rekening bank, asurasi, kredit, dan keperluan administrasi serta keuangan lainnya.

Manfaat dari Surat Keterangan Pengganti KTP elektronik

Apabila kamu belum memegang KTP elektronik entah karena hilang atau karena alasan lain, maka surat keterangan pengganti KTP elektronik bisa dipakai untuk mengurus keperluan yang mewajibkan adanya KTP.

Dalam Surat Keterangan Pengganti KTP elektronik tercantum Nomor Induk Kependudukan (NIK) tunggal warga yang merekam data. Apabila warga sudah memiliki NIK dalam surat keterangan tersebut, menurut Kementerian Dalam Negeri bisa digunakan warga untuk mendapatkan pelayanan publik, meski tanpa KTP elektronik.

Bila dulu mungkin banyak warga yang malas mengurus dokumen kependudukan ataupun administrasi lainnya karena ribet dan memakan waktu lama, namun kini hal tersebut sudah tidak terjadi lagi.

(Baca Juga: 8 Tempat Burger Terbaik di Jakarta dengan Cita Rasa Lezat)

Mengurus KTP elektronik kini sangat mudah karena tidak perlu lagi membawa surat pengantar dari RT/RW. Kemudahan pengurusan ini tidak terlepas dari adanya Peraturan Presiden nomor 96 tahun 2018 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil yang mengatur dengan rinci tentang pelayanan pencatatan biodata kependudukan, penerbitan Kartu Keluarga, KTP elektronik, penerbitan surat keterangan kependudukan, dan pendaftaran penduduk rentan administrasi.

Walaupun sudah mudah, namun pada saat mengurus KTP elektronik biasanya tidak langsung jadi. Sehingga masyarakat akan mendapatkan surat keterangan pengganti KTP elektronik yang bisa menjadi pegangan pada saat ada urusan mendesak yang mewajibkan adanya lampiran KTP elektronik.

10 dampak serius apabila tidak memiliki KTP elektronik

Apabila seseorang warga negara Indonesia tidak memiliki KTP elektronik ataupun surat keterangan pengganti KTP elektronik, maka ada konsekuensi hukum yang harus diterima, karena tidak bisa mengurus berbagai keperluan antara lain seperti:

1. Tidak dapat membuat SIM

Membuat SIM membutuhkan salinan data kependudukan tentang diri. Jika kamu tidak punya rekam data kependudukan yang bisa ditunjukkan dengan E-KTP maka otomatis kamu tidak bisa membuat Surat Izin Mengemudi.

2. Tidak dapat membeli motor dan mobil

Saat kamu membeli motor atau mobil dalam kondisi baru, kamu akan dimintai identitas kependudukan kamu. Tujuannya untuk membuat STNK agar motor atau mobil yang kamu beli tidak bodong.

3. Tidak dapat membeli tiket kereta api, kapal, dan pesawat terbang

Sama dengan pembelian kendaraan, tiket angkutan umum juga wajib menunjukkan rekam data kependudukan. Tujuannya untuk membuktikan apakah kamu benar-benar warga Indonesia atau bukan. Sebab jika bukan, kamu berarti harus menunjukkan paspor.

4. Tidak dapat menikah di KUA dan Kantor Pencatatan Sipil

Jika umumnya masalah menikah adalah persoalan tidak adanya calon itu sudah biasa, tapi jika tidak menikah hanya karena tidak punya KTP elektronik, maka baiknya kamu menyegerakan untuk membuat rekam data kependudukan secara elektronik.

5. Tidak dapat menggunakan BPJS

BPJS merupakan layanan kesehatan murah yang ditawarkan pemerintah. Jika kamu tak punya E-KTP, jangan harap kamu bisa menggunakan BPJS ketika Anda berobat.

6. Tidak dapat membuat paspor

Barangkali kamu yang tidak punya gambaran akan bepergian ke luar negeri mungkin tidak begitu masalah dengan konsekuensi yang satu ini. Tapi tidak ada salahnya membuat e-KTP mengingat banyak konsekuensi lain yang bersifat mengikat.

7. Tidak dapat menggunakan hak suara dalam Pemilu

Jangan harap kamu yang tidak punya e-KTP mendapatkan hak untuk memilih pemimpin. Itu juga berlaku pada Pemilihan Kepala Daerah dan bahkan Pemilihan Kepala Desa sekalipun.

8. Tidak dapat membuat rekening Bank

Bank biasanya telah terintegrasi dengan peraturan pemerintah. Jika kamu tidak punya e-KTP maka jangan harap kamu bisa membuat rekening pribadi.

9. Tidak dapat mengurus berkas kepolisian

Kepolisian juga akan menutup hak kamu untuk melapor dan meminta pertolongan jika Anda tidak memiliki e-KTP.

10. Tidak punya identitas legal

Dari semua konsekuensi di atas dampak yang langsung bisa kamu rasakan adalah kamu tidak memiliki identitas diri sebagai warga negara. Karena tidak memiliki identitas inilah, banyak konsekuensi yang harus kamu hadapi.

Masa berlaku KTP elektronik

KTP elektronik memiliki masa berlaku seumur hidup walaupun ada sebagian besar kartu KTP elektronik masih mencantumkan tanggal kadaluwarsa kartu tersebut.

Kementerian Dalam Negeri menegaskan tanggal kadaluwarsa yang tercantum pada KTP elektronik sudah tidak berlaku, karena kepemilikan KTP elektronik sudah tidak ada lagi batas waktunya.

Masyarakat tidak perlu lagi memperpanjang masa berlaku KTP elektronik tersebut, sehingga jangan sampai tertipu oleh calo ataupun oknum petugas yang meminta uang untuk memudahkan pengurusan dalam pembuatan ataupun memperpanjang kartu KTP elektronik.

Kemudahan pengurusan KTP elektronik serta tidak adanya batas waktu berlakunya KTP elektronik merupakan salah satu terobosan baik dari pemerintah untuk kemudahan masyarakat mengurus legalitas kependudukannya.

Hal ini sebaiknya dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengurus identitas kependudukannya, karena ada banyak konsekeunsi dan dampak negatif apabila ada warga yang tidak memiliki kartu KTP elektronik.

Sudah tidak ada alasan lagi untuk malas mengurus identitas kependudukan karena proses pembuatannya yang sudah mudah serta tidak dipungut biaya sedikitpun pada saat mengurus KTP elektronik.

Tentang Penulis

Teti Purwanti

Ibu penuh waktu. Penulis setengah waktu. Jurnalis di sisa waktu.