Cara Menyimpan ASI yang Tepat, Di Kulkas atau Di Kotak Pendingin?

Jika berbicara tentang cara menyimpan ASI yang tepat, sebenarnya cara yang bisa dilakukan adalah dengan menaruhnya di dalam kulkas atau freezer. Namun sayangnya, cara ini tidak bisa dilakukan semua orang, karena masih ada beberapa orang yang tidak memiliki kulkas.

Namun jangan khawatir, sebab selain menggunakan kulkas, ada cara lain yang bisa dilakukan, untuk membuat ASI tahan lebih lama dan berkualitas.

Beberapa cara menyimpan ASI yang tepat itu pun, nantinya akan kamu ketahui secara lengkap, karena akan CekAja.com ulas khusus untuk kamu berikut ini. Simak bersama-sama, yuk!

Jenis-jenis Botol untuk Menyimpan ASI

Sebelum membahas lebih jauh tentang cara menyimpan ASI yang tepat, ada baiknya kamu ketahui terlebih dahulu jenis-jenis botol atau kemasan untuk menyimpan ASI.

Yang mana, ASI perah sendiri pada dasarnya tidak bisa disimpan di tempat sembarangan. Kamu membutuhkan tempat penyimpanan ASI yang khusus, baik botol maupun kemasan yang mampu menjaga kualitas ASI.

Nah untuk memudahkanmu mengetahui apa saja jenis-jenis botol atau kemasan menyimpan ASI, di bawah ini CekAja.com telah merangkum beberapa jenis botol dan kemasan terbaik, yang bisa dijadikan pilihan di antaranya yaitu:

Botol ASI Plastik

Meski terbuat dari bahan plastik, namun jenis botol ASI yang satu ini aman digunakan oleh bayi.

Sebab, botol ini sudah dirancang sedemikian rupa, sehingga tidak akan menimbulkan efek tertentu.

Namun jika masih merasa ragu, atau ingin memastikan bahwa botol plastik yang digunakan nantinya aman dari bahan kimia, kamu bisa membeli botol ASI plastik yang bebas dari BPA (bisphenol-A).

Selain itu, kamu juga bisa membeli botol plastik yang memiliki nomor daur ulang “5” pada bagian bawah botol.

Hal itu dikarenakan, nomor daur ulang “5” tersebut merupakan tanda bahwa botol ASI plastik ini terbuat dari polipropilen, atau plastik yang baik.

Botol ASI plastik sendiri, memiliki beberapa kelebihan dibandingkan jenis botol ASI lainnya, yaitu ringan, umumnya memiliki banyak ukuran, harga yang relatif terjangkau, kuat dan tidak mudah pecah.

(Baca Juga: 5 Cara Menyusui Bayi yang Benar)

Botol ASI Kaca

Jenis botol ASI yang selanjutnya adalah botol ASI kaca. Ini merupakan salah satu jenis botol ASI, yang benar-benar terbebas dari BPA.

Sehingga, botol ASI ini sudah dipastikan tidak mengandung bahan kimia, yang berisiko memicu timbulnya bakteri penyakit.

Hanya saja, botol ASI kaca jauh lebih berat jika dibandingkan botol ASI plastik. Terlebih karena terbuat dari kaca, botol ASI ini juga sangat riskan untuk pecah.

Dengan begitu, jenis botol ASI ini kurang cocok dijadikan sebagai botol ASI yang bisa dibawa kemana saja.

Kecuali, kamu membeli botol ASI kaca yang sudah dilengkapi dengan penutup botol berbahan silikon. Karena, tutup botol tersebut dapat menahan dan melindungi botol, agar tidak mudah pecah.

Botol ASI Plastik Disposable Liner

Meski sama-sama terbuat dari bahan plastik, namun jenis botol ASI yang satu ini berbeda dari botol ASI plastik sebelumnya.

Hal itu karena, botol ASI ini sudah dilengkapi dengan plastik sekali pakai yang sudah disterilkan (disposable sterilized liner).

Yang mana, plastik sekali pakai tersebut terletak di dalam botol, dan berfungsi sebagai tempat menampung ASI perah.

Ketika sudah digunakan, plastik sekali pakai tersebut sudah tidak bisa dicuci dan digunakan kembali. Kamu harus membuangnya dan mengganti disposable liner dengan yang baru.

Kantong ASI

Walaupun bukan berbentuk botol, namun kantong ASI juga menjadi tempat yang tepat untuk menampung ASI perah.

Apalagi kantong ASI ini pada dasarnya sudah steril, sehingga tidak perlu lagi dilakukan sterilisasi ketika ingin digunakan, layaknya botol ASI pada umumnya.

Namun tetap saja, ketika ingin membeli kantong ASI, pastikan kamu membeli kantong ASI berkualitas baik dan memiliki segel rapat.

Hal itu penting untuk diketahui dan diperhatikan, agar nantinya ASI tidak mudah tumpah atau bocor.

Buat kamu yang memiliki mobilitas tinggi atau wanita karir, kamu akan lebih disarankan untuk menggunakan kantong ASI, dibandingkan botol ASI.

Sebab, kantong ASI sifatnya praktis, mudah dibawa kemana saja dan tidak memakan tempat, baik itu cooler bag, kulkas maupun freezer.

Cara Sterilisasi Botol ASI

Selain mengetahui jenis-jenis botol ASI, kamu pun harus mengetahui bagaimana cara sterilisasi botol ASI yang benar, sebelum mengetahui cara menyimpan ASI yang tepat.

Pada dasarnya, sterilisasi dilakukan untuk memastikan bahwa botol ASI sudah terjaga kebersihannya, sehingga aman untuk digunakan sebagai tempat menyimpan ASI.

Selain itu, sterilisasi pun dilakukan untuk menjaga kualitas ASI agar tahan lebih lama. Biasanya, sterilisasi dilakukan sebelum botol atau kemasan penampung ASI perah, didinginkan atau dibekukan.

Cara melakukan sterilisasi ASI perah pun sangat mudah, di antaranya yaitu kamu hanya perlu merebus botol dan bagian pompa ASI lainnya yang bersentuhan dengan kulit, menggunakan air mendidih selama kurang lebih 5-10 menit.

Proses sterilisasi botol dengan air panas sendiri, bisa dilakukan secara manual maupun menggunakan alat sterilisasi elektrik.

Namun jika ingin menggunakan alat sterilisasi, pastikan kamu memeriksa keamanan dan ketahanannya terlebih dahulu. Caranya yaitu dengan melihatnya pada label yang terdapat pada kemasan.

Untuk kamu yang menggunakan botol ASI kaca, sebaiknya kamu lebih hati-hati ketika ingin melakukan sterilisasi. Sebab, bahan kaca akan lebih berisiko untuk pecah, terlebih jika terkena air panas.

Cara Menyimpan ASI yang Tepat

Pada pembahasan sebelumnya telah disinggung, kalau cara menyimpan ASI yang tepat itu sebenarnya di dalam kulkas.

Namun sayangnya, hingga saat ini ternyata masih banyak orang yang tidak memiliki kulkas. Sehingga, sebagian dari mereka yang tidak mengetahui cara menyimpan ASI yang tepat lainnya, merasa kelimpungan untuk menyimpan ASI agar tetap berkualitas dan tahan lama.

Untuk mencegah terjadinya hal tersebut, di bawah ini CekAja.com akan memberikan beberapa cara menyimpan ASI yang tepat, yang di antaranya yaitu:

1. Menggunakan kulkas

Seperti yang diketahui, cara menyimpan ASI yang tepat ada dua, yaitu menggunakan kulkas dan tidak menggunakan kulkas.

Untuk cara yang menggunakan kulkas ini, merupakan cara yang paling tepat dan aman untuk menjaga kesegaran ASI.

Cara yang perlu dilakukan pun tidak sulit, karena kamu hanya perlu langsung menyimpan ASI perah ke dalam botol atau kemasan ASI, dan memasukkannya ke kulkas.

Sebenarnya, jika ASI ingin dimasukkan langsung ke dalam freezer bisa-bisa saja. Namun, untuk mencegah terjadinya perubahan suhu secara tiba-tiba, ada baiknya jika ASI dimasukkan ke bagian bawah kulkas terlebih dahulu.

Setelah kurang lebih dua jam disimpan di bagian bawah kulkas, kamu baru bisa memindahkannya ke dalam freezer, karena suhu ASI sudah berubah menyesuaikan suhu kulkas.

Intinya, dari semua proses penyimpanan ASI ke dalam kulkas ini adalah langsung memasukkan ASI perah ke dalam kulkas, sesaat setelah diperah.

2. Tidak menggunakan kulkas

Selain menggunakan kulkas, cara menyimpan ASI yang tepat lainnya, yaitu tidak menggunakan kulkas.

Sebenarnya cara ini kurang disarankan, namun ini menjadi cara alternatif yang bisa dilakukan apabila kamu tidak memiliki kulkas di rumah.

Adapun cara yang perlu kamu lakukan mungkin akan sedikit rumit, dibandingkan cara menyimpan ASI menggunakan kulkas.

Pasalnya, kamu harus langsung menyimpan ASI yang sudah diperah ke dalam botol atau kemasan ASI dengan rapat, lalu menyimpannya di dalam kotak styrofoam yang sudah dipenuhi es batu.

Hal ini dilakukan agar ASI dapat tahan lebih lama, layaknya disimpan di kulkas. Apabila proses penyimpanan ASI di dalam kotak styrofoam dilakukan dengan benar, maka ASI dapat bertahan selama kurang lebih 24 jam.

Namun masa simpan tersebut dapat bertambah hingga 36 jam, apabila kotak styrofoam tempat menyimpan ASI tidak sering dibuka tutup, serta penggantian es batu yang sudah mencair dilakukan secara berkala.

Buat kamu yang menggunakan cara menyimpan ASI yang tepat tanpa menggunakan kulkas ini, sebaiknya kamu memperhatikan dan membuat strategi memerah ASI terlebih dahulu, mengingat masa simpan ASI yang tidak terlalu lama.

Kamu bisa membuat strategi memerah ASI, dengan melihat jumlah konsumsi ASI bayi. Apabila bayi setiap harinya minum ASI sebanyak empat kali dan menghabiskan 200 ml sekali minum ASI, maka pastikan kamu membuat persediaan ASI sesuai dengan kebutuhannya.

Hal itu penting dilakukan untuk memastikan bahwa nantinya tidak ada ASI yang terbuang percuma, karena tidak dikonsumsi dan sudah melewati batas waktu.

Waktu Penyimpanan ASI

Mengetahui waktu penyimpanan ASI nyatanya juga menjadi hal yang penting, selain mengetahui cara menyimpan ASI yang tepat.

Pasalnya, hal itu berguna untuk kamu bisa memperkirakan kapan waktu yang tepat untuk menyimpan ASI, agar nantinya tetap bisa dikonsumsi dalam keadaan baik dan tidak terbuang sia-sia.

Adapun beberapa waktu penyimpanan ASI yang perlu kamu ketahui, yaitu:

  • Jika disimpan di suhu ruangan sekitar 25 derajat Celsius, ASI perah tahan hingga 6 jam
  • Jika disimpan di dalam kotak pendingin yang ditambah ice pack, ASI perah tahan hingga 24 jam
  • Jika disimpan di bagian lemari pendingin dengan suhu minimal 4 derajat Celsius, ASI perah tahan hingga 5 hari
  • Jika disimpan di dalam freezer dengan suhu -18 derajat Celsius atau lebih rendah, ASI perah tahan hingga 6 bulan.

Cara Mencairkan ASI Perah

Meski bisa dikonsumsi dalam keadaan dingin, namun akan lebih baik jika ASI perah yang sebelumnya disimpan di dalam kulkas atau kotak pendingin, dicairkan terlebih dahulu.

Kamu bisa mencairkan ASI perah dingin dengan beberapa cara, di antaranya yaitu:

  • ASI perah bisa dicairkan menggunakan penghangat ASI elektrik
  • ASI perah yang berasal dari freezer, bisa dicairkan dengan cara meletakkan botol atau kantong penyimpan ASI ke ruang pendingin pada kulkas dahulu, lalu taruh dalam mangkuk atau wadah yang berisi air hangat
  • Jika dibutuhkan segera, ASI perah bisa dicairkan dengan cara menempatkannya di bawah air mengalir bersuhu normal, lalu dilanjutkan dengan aliran air hangat
  • ASI perah juga bisa dicairkan menggunakan microwave, hanya saja cara ini kurang disarankan karena dapat menimbulkan bintik-bintik pada botol ASI, yang kemungkinan dapat memberikan risiko berbahaya untuk bayi.

(Baca Juga: Cara Meningkatkan Produksi ASI)

Nah, beberapa cara menyimpan ASI yang tepat, beserta informasi lainnya terkait penyimpanan ASI sudah kamu ketahui di pembahasan sebelumnya.

Bagaimana, untuk cara menyimpan ASI yang tepat sendiri sangat mudah, bukan? Semua cara tersebut bisa kamu lakukan di rumah, hanya dengan menggunakan bahan-bahan yang sederhana.

Meski begitu, namun kamu tetap harus memperhatikanm cara menyimpannya. Jangan sampai salah atau tidak sesuai ketentuan.

Karena jika salah penempatan, maka hal itu dapat menurunkan kualitas ASI dan tidak menutup kemungkinan dapat memicu timbulnya bakteri, yang dapat membahayakan bayi.

Dan jika hal itu terjadi, maka bayi dapat mengalami gangguan sistem pencernaan, maupun penyakit lainnya yang berbahaya.

Maka dari itu, untuk mencegah hal tersebut kamu perlu memperhatikan cara menyimpan ASI yang tepat, serta melindungi bayi dengan asuransi kesehatan.

Pasalnya, asuransi kesehatan akan menjamin semua biaya pengobatan dan perawatan selama kamu sakit.

Sehingga, apabila sewaktu-waktu terjadi gangguan kesehatan pada bayi, maka kamu tidak perlu lagi pusing-pusing memikirkan besarnya biaya pengobatan dan perawatan, karena sudah ditanggung oleh asuransi kesehatan.

Oleh karena itu, penggunaan asuransi kesehatan sangat penting. Jadi, buat kamu yang hingga saat ini belum memiliki asuransi kesehatan, yuk segera mengajukannya secara online melalui CekAja.com dan dapatkan perlindungan kesehatan yang maksimal!