Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

4 menit waktu bacaan

Cara Mudah Latihan Beban untuk Kurangi Lemak

by JTO on 2 Februari, 2015

Hingga kini, lemak dan berat badan berlebih masih menjadi momok yang menakutkan bagi para pecinta tubuh ideal. Terutama bagi kaum hawa. Karena itu, banyak orang yang akhirnya mau melakukan cara apa saja untuk tujuan ini.

Banyak pakar kesehatan yang mengatakan, selain mengatur pola makan, cara efektif untuk menurunkan berat badan adalah dengan berolahraga. Olahraga yang bisa dipilih diantaranya adalah latihan beban dan latihan kardio. Pasalnya, latihan ini dianggap menjadi pilihan tepat untuk membakar lemak dan menurunkan berat badan.

Latihan kardio ini dianggap tepat karena dapat membuat kalori lebih banyak terbakar, akhirnya berat badan pun akan turun. Namun, latihan ini akan lebih efektif bila dilakukan dengan memahami teknik dan cara yang tepat. (Baca juga: 5 Gaya Hidup Sehat untuk Menurunkan Kadar Kolesterol)

Tidak hanya latihan kardio, latihan beban atau weight training juga bisa menurunkan berat badan. Selama ini, latihan beban yang selama ini identik dengan olahraga pembentukan otot, jika dilakukan dengan tepat lambat laun bisa mengurangi lemak. Jika lemak banyak berkurang, berat badan pun akan turun. Seperti dikatakan seorang Ahli Rehabilitasi Medis, latihan beban tetap bisa menurunkan badan, meski tidak semaksimal latihan kardio.

Memang untuk menurunkan berat badan, cara yang paling efektif adalah latihan endurance. Tapi latihan beban juga bisa, asalkan dilakukan sesuai aturan. Sebab, pada prinsipnya setiap latihan yang dilakukan secara rutin tentu akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Jadi, tidak sekedar berat badan turun, tapi juga tubuh menjadi lebih bugar dan sehat.

Tujuan latihan beban adalah membentuk otot tubuh. Karena fungsi otot itu sendiri adalah sebagai media untuk membakar lemak. Lemak pada kondisi normal tersimpan di dalam jaringan otot. Ketika seseorang mengalami kelebihan berat badan karena lemak, maka peran otot sebagai penyimpan lemak tidak lagi memadai. Karena itulah lemak menyebar ke beberapa tempat di luar otot itu sendiri.

Prinsip Latihan Beban

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat berlatih beban. Tujuannya agar hasil yang diharapkan bisa tercapai, khususnya jika Anda ingin menurunkan berat badan. Yang pertama harus dilakukan adalah mengukur beban berat yang paling optimal yang sanggup diangkat selama 10 detik. Misalnya, kemampuan mengangkat hingga 10 kilogram. Kemudian, jadikan patokan dalam mengangkat beban itu dalam lima hari.

Cobalah ambil 25% dari beban maksimal tersebut. Misalnya untuk beban 10 kilogram, maka jumlah 25% adalah 2,5 kilogram. Jadi, angkatlah beban itu selama 10 detik. Tingkatkan pada hari kedua hingga selanjutnya, hingga pada hari kelima Anda bisa mencapai angka terberat atau patokan yang sudah ditentukan.

Ketika pada sesi pertama bisa tercapai beban 10 kilogram, maka pada lima hari berikutnya harus diukur lagi. Kemudian, bebannya ditingkatkan. Jadi, bila putaran pertama hanya mampu mengangkat beban 10 kg, putaran berikutnya harus lebih tinggi yaitu 15 kilogram misalnya.

BIla aturan tersebut dipatuhi, maka berat badan akan turun dengan sendirinya. Setelah mengetahui prinsip dasar latihan beban, yang harus dipahami tentang latihan beban untuk menurunkan berat badan adalah fokus ototnya. Indra menyarankan untuk melatih otot-otot besar.

Karena pada otot besar inilah, latihan beban jadi lebih optimal. Sebab, pembakaran kalorinya lebih banyak dan bisa maksimal. Jika kalori yang terbuang rutin dan terus-menerus, lambat laun berat badan akan turun.

Latihan Beban Sesuai Porsi

Tidak hanya mematuhi prinsip dasar dalam latihan beban yang harus dipatuhi agar berat badan turun. Ada hal lain yang juga tidak boleh diabaikan yaitu berlatih sesuai kemampuan. Pasalnya, kemampuan setiap orang berbeda-beda. Jika Anda tidak mematuhi hal itu, resiko cedera semakin besar.

Untuk mengetahui seberapa beban yang sanggup diangkat, Indra memberi contoh sederhana, jika mengangkat satu berat tertentu hingga susah payah dan memunculkan ekspresi tidak kuat, nah di situlah berat maksimal yang sanggup diangkat.

Tapi, sebaliknya jika orang tersebut bisa mengangkat beban tersebut secara berulang, berarti itu belum beban maksimal. Kemampuan mengangkat beban tertentu,ambat laun tentu akan meningkat. Jika demikian, harus dilakukan evaluasi lagi untuk menentukan beban maksimal yang baru. Yang terpenting, berlatihlah sesuai prinsip dan kemampuan agar latihan berhasil tapi tidak cedera.

(Baca juga4 Cara Pilih Asuransi Kesehatan Sesuai Bujet)

Beda dengan Endurance

Asuransi Kesehatan


Bila ditelusuri lebih dalam, latihan beban dengan latihan endurance ada beberapa persamaan. Jika seseorang mampu mengangkat beban dengan berat tertentu tapi bisa dilakukan berulang, itu bukan latihan beban murni melainkan endurance.

Namun, latihan beban tidak mungkin dilakukan dengan pengulangan. Sebab, beban yang diangkat cukup berat. Jika beban yang diangkat tidak terlalu berat dengan repetisi yang banyak, itu artinya endurance. Latihan beban murni biasanya hanya bisa dilakukan mereka yang sudah mencapai level advance. Tapi bukan berarti mereka yang awam tidak boleh melakukan. Hanya harus di bawah pengawasan dan pengaturan yang tepat.

Mau perlindungan kesehatan yang sesuai budget Anda? Cek di sini.

Tentang Penulis

Penulis dan jurnalis yang menetap di tanjung laut Batavia.