Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

4 menit waktu bacaan

Cara Mudah Mendapatkan Pinjaman Uang Tanpa Menjaminkan Barang Berharga

by Ariesta on 5 Oktober, 2016

pinjaman bank - CekAja.com

Kamu sedang terdesak dan butuh uang tapi bingung pinjam ke mana?

Masyarakat kita sudah lama mengenal praktik menjaminkan barang untuk memperoleh pinjaman dana baik melalui lembaga keuangan maupun perorangan. Tapi bagaimana jika kita sedang dalam kondisi terdesak namun tidak punya barang untuk dijaminkan? Jawabannya adalah produk Kredit Tanpa Agunan (KTA).

Namun, banyak orang takut tidak bisa mengembalikan pinjaman dana tunai ke bank. Padahal, kenyataannya setiap orang  justu bisa mendapatkan bunga kecil bahkan di bawah 1%! Selain syarat yang tergolong mudah, uang bisa cepat cair. Agar pengajuanmu dikabulkan, berikut cara mudah mendapatkan pinjaman tunai tanpa menjaminkan barang berharga.

cekaja-daftar-kartu-kredit

Harus punya kartu kredit

kartu kredit - CekAja

Salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan pinjaman tanpa agunan adalah kartu kredit. Bukan cuma harus memiliki kartu kredit, tetapi dalam pengajuan pinjaman KTA ada minimal plafon kartu kredit yang dimiliki. Syarat minimal plafon kredit ini bervariasi sesuai jumlah pinjaman dan bank yang menjadi pilihan. Misalnya apabila ingin meminjam dana Rp10 juta, kamu wajib memiliki kartu kredit dengan minimal plafon Rp5 juta.

Kenapa kartu kredit jadi syarat penting? Karena melalui kartu kredit, bank bisa melihat riwayat finansialmu seperti berapa dana yang kamu pinjam setiap bulan, kapan kamu membayar, bagaimana kedisiplananmu dalam membayar. Jika tidak punya kartu kedit, tentu tidak ada rekam jejak. Kepemilikan kartu kredit pun harus minimal satu tahun.

(Baca juga: 5 Tip untuk Membantu Teman yang Sedang Kesulitan Keuangan Karena Utang)

Nama tidak masuk daftar BI checking

Pinjaman sangat mungkin ditolak jika namamu terdapat dalam daftar BI checking. Ini artinya kamu memiliki riwayat kredit yang buruk dalam SID (Sistem Informasi Debitur) Bank Indonesia (BI). Proses pengecekan ke dalam sistem ini sering disebut BI Checking.

Dalam proses BI Checking, terdapat IDI (Informasi Debitur Individual) historis yaitu informasi mengenai seluruh pembiayaan atau penyediaan dana dengan kondisi lancar maupun bermasalah. IDI juga menampilkan informasi tentang historis pembayaran yang dilakukan dalam 24 bulan terakhir.

Bila permohonan pinjaman ditolak, sangat mungkin penyebabnya adalah kamu bermasalah dalam pembayaran cicilan utang. Misalnya kamu sering telat bayar tagihan kartu kredit, punya tunggakan cicilan mobil, dan sebagainya.

(Baca Juga: Begini Cara Cepat Dapat Uang Jelang Libur Akhir Tahun)

Punya nomor telepon kantor (untuk karyawan)

Khusus untuk karyawan, wajib memberikan nomor telepon kantor tempatmu bekerja. Hal ini untuk memudahkan pihak bank melakukan kontak jika nasabah tidak dapat dihubungi melalui nomor ponsel. Syarat ini juga dimaksudkan agar pihak bank mudah mengecek keabsahan status kamu di kantor kantor.

(Baca juga: Kamu Adalah Kelas Menengah Yang Susah Kaya Jika Punya 10 Pemikiran Ini)

Pengajuan sesuai dengan penghasilan

gaji tinggi-CekAja.com

Banyak penasihat keuangan yang menyarankan agar rasio total utang dan cicilan tidak melebihi  30% dari penghasilan bersih. Sebab, jika rasio pinjaman semakin kecil, maka semakin besar pula uang yang bisa disisihkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebab, kebutuhan sehari-hari jauh lebih penting dan turut mempengaruhi kualitas hidupmu.

(Baca juga: Ini Mobil Baru yang Bisa Dibeli Cukup dengan Rp 20 jutaan)

Sebelum menyetujui pinjaman, bank juga menggunakan angka yang sama untuk rasio cicilan. Ketika rasio melewati batas, kemungkinan persetujuan kredit pun semakin kecil. Berikut ilustrasinya:

Contoh 1

Penghasilan bersih                                                      : Rp 6.000.000

Jumlah cicilan atau hutang atau pinjaman             : Rp 4.000.000

Maka rasio pinjaman (Rp4.000.000 : Rp6.000.0000) x 100% = 66%

Contoh 2

Penghasilan bersih                                                      : Rp 6.000.000

Jumlah cicilan atau hutang atau pinjaman             : Rp 1.500.000

Maka rasio pinjaman (Rp1.000.000 : Rp6.000.0000) x 100%= 25%

Butuh dana cepat untuk keperluan mendesak? Ajukan Kredit Tanpa Agunan (KTA) dengan bunga paling ringan hanya di CekAja.

Tentang Penulis