Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

5 menit waktu bacaan

Cara Mudah Punya Duit Miliaran di Usia 30 Tahun

by Arfan Wiraguna on 9 Juni, 2015

tips kaya di usia muda _ investasi - CekAja.com

Terlilit utang merupakan masalah sehari-hari yang dihadapi anak muda. Berdasarkan survei pada tahun 2014 di Amerika Serikat yang dilakukan oleh Wells Fargo, 42 persen generasi milenium—populer dengan sebutan generasi Y—ternyata mengalami kesulitan didalam menyelesaikan masalah ini. Sebaliknya, beberapa diantaranya membuktikan bahwa mereka bisa menjadi miliarder di usia 30 tahun.

Dalam survei yang sama sekitar 47 persen dari mereka mengalokasikan sebagian atau lebih dari penghasilannya untuk membayar tagihan utangnya, termasuk didalamnya kartu kredit, kendaraan dan medis. Menariknya, walaupun hampir dari setengah populasi kaum muda di Amerika Serikat mengalami kasus ini, negara ini juga menghasilkan banyak miliarder muda dan terkenal di dunia.

Contohnya pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, yang baru menginjak usia 31 tahun pada 2015 ini. Kekayaan bersihnya ditaksir oleh Forbes sebesar 34,8 miliar dolar AS atau setara dengan Rp464 triliun. Contoh lainnya adalah pendiri Twitter, Jack Dorsey, yang juga masih berusia 30-an. Menurut Forbes, kekayaan bersihnya tercatat sebesar 2,7 miliar dolar AS atau sekitar Rp36 triliun. Keduanya bukan berasal dari keluarga kelas atas. (Baca juga: Belajar dari Hidup dan Kekayaan Manny Pacquiao)

Kesuksesan para entrepreneur muda di atas ini ternyata menjadi inspirasi bagi para pengusaha dari generasi Y di berbagai negara. Apakah kamu termasuk kaum muda yang ingin sukses menjadi miliarder di usia 30 tahun seperti mereka? Berikut adalah beberapa cara yang dapat diaplikasikan:

Ikuti aliran uang

Pada keadaan ekonomi saat ini, tidak ada jalan pintas untuk menjadi seorang miliarder. Oleh karena itu, langkah pertama yang perlu dilakukan yaitu meningkatkan penghasilan yang dimiliki sekarang dan terus-menerus melakukannya. Coba carilah kesempatan yang muncul di tempat kerja atau pekerjaan sampingan yang dapat meningkatkan penghasilan saat ini. (Baca juga: 5 Pelajaran Penting dari Hidup Robert Kiyosaki)

Misalnya, pekerjaan utama kamu adalah seorang pengajar atau dosen di sebuah universitas. Cobalah untuk mencari peluang usaha di bidang tersebut seperti mengadakan sebuah penelitian, atau menambah penghasilan dari pekerjaan lain seperti menjadi konsultan bagi perusahaan tertentu. Pekerjaan apa pun yang dipilih, usahakan untuk mendapatkan peningkatan penghasilan total per bulan yang setimpal dari pekerjaan tambahan tersebut.

Jangan cuma simpan uang di bawah bantal

Kebanyakan miliarder tidak membeli barang mewah sampai ketika mereka memiliki aliran kas dan simpanan yang terjamin untuk hari tuanya. Bahkan, sebagian dari mereka tetap tampil biasa-biasa saja ketika sudah kaya raya. Jika ada yang membuat mereka dikenal, sudah tentu bukan sekedar barang mewah yang dimilikinya, namun yang lebih penting adalah etos kerja mereka yang luar biasa dan menabung dari kelebihan uang yang didapatkannya ini. (Baca juga: Apa itu Bitcoin? Benarkah Bisa Jadi Investasi Menguntungkan?)

Satu-satunya alasan kenapa kita perlu untuk menabung adalah uang yang kita simpan tersebut dapat bertumbuh dengan aman. Oleh karena itu, simpanlah dana tersebut kedalam jenis produk finansial yang dapat terus bertumbuh. Kecenderungan para miliarder adalah mereka tetap menyisihkan sebagian uangnya bahkan ketika mereka sedang mengalami penurunan penghasilan. Dengan demikian, kekayaan mereka bisa terus bertambah. 

Sebagai contoh, jika total penghasilanmu saat berusia awal 20-an adalah Rp10 juta per bulan dan bisa menabung sebesar Rp6 juta per bulan. Dalam lima belas tahun, bila didepositokan dengan tingkat bunga tetap 7 persen, tabungan tersebut sudah sekitar Rp1,8 miliar, lebih besar Rp685 juta dibandingkan hanya menyimpannya di bawah bantal.

Mulailah investasi

Untuk memulai investasi pertama kali, kamu tidak harus sepenuhnya menggunakan uang pribadi. Sebagai contoh, investor terkenal seperti Warren Buffet sekalipun, perlu meminjam uang dari orang-orang terdekatnya ketika masih muda. Oleh karena itu, coba gunakan pinjaman dana yang bisa didapatkan untuk menghasilkan uang dari investasi yang dilakukan dan bagilah keuntungannya untuk diri sendiri dan sang pemberi modal.

Namun ketika penghasilan bulanan sudah bertambah dan kebutuhan sehari-hari juga sudah tercukupi, gunakanlah dana tersebut untuk investasi jangka panjang. Untuk mempelajari penanaman modal jangka panjang semacam ini, saat ini udah banyak tersedia buku-buku tentang investasi yang dapat digunakan sebagai rujukan. Selain itu, ada baiknya jika bisa untuk secara rutin melakukan konsultasi dengan perencana keuangan. Secara garis besar, cobalah untuk melakukan penanaman saham di tempat-tempat yang menjanjikan dan kenali pula risiko keuangan apa saja yang bisa timbul dari investasi tersebut. (Baca juga: Apa itu Manajemen Risiko Keuangan Pribadi? Ini Jawabannya)

Misalnya, saat penghasilan bulanan sudah mencapai Rp20 juta dan kebutuhan keluarga (termasuk tabungan) adalah Rp15 juta. Kelebihan Rp5 juta inilah yang dapat digunakan untuk berinvestasi jangka panjang. Beberapa jenis saham, bisa memberikan tingkat imbalan diatas 8 persen per tahun. Artinya, kamu bisa mendapatkan keuntungan hingga Rp1 miliar dalam jangka waktu 10 tahun jika terus-menerus membeli saham yang menguntungkan.

Buat bisnis

Ketika dana simpanan dan investasi yang dilakukan terlihat terlalu besar sehingga tidak sanggup untuk dikelola dengan baik oleh diri sendiri dan perencana keuangan, berarti sudah waktunya untuk mendirikan bisnis sendiri. Harapannya, dana yang dikelola dapat diinvestasikan dengan lebih baik lagi dan bisa menghasilkan keuntungan yang lebih besar bagimu. Selain itu, orang-orang terdekat yang berperan—baik sebagai investor, maupun sebagai manajer—di perusahaan ini juga bisa turut mendapatkan keuntungan dari investasi yang dilakukan. (Baca juga: Persalinan Normal atau Caesar, Ini Biaya yang Dipersiapkan)

Menjadi miliarder di usia 30 tahun bisa dikatakan adalah sebuah impian setiap orang. Namun, hal yang membedakan adalah konsistensi dan kerja keras di dalam merealiasikan mimpi tersebut. Bagi para pemuda yang ingin menjadi milarder di usia 30-an, mulailah langkah-langkah di atas dari sekarang dan teruslah mengejar cita-cita tersebut tanpa menyerah.

Tentang Penulis

Writer & Coffe Lover - Finansial dan ekonomi adalah makanan sehari-hari.