8 Cara Parenting Positif yang Baik untuk Pembentukan Karakter Anak

6 min. membaca Oleh Vera Khairifah on

Cara parenting positif perlu diketahui oleh para orang tua. Sebab seperti yang kita tahu, pembentukan karakter anak sejak usia dini sangat dipengaruhi oleh pola asuh baik yang diterapkan di rumah.

Anak adalah salah satu anugerah terbaik yang diberikan Tuhan pada pasangan suami istri.

Kehadirannya begitu dinantikan, bahkan sebagian pasangan menyiapkan program kehamilan khusus agar segera dikaruniai si buah hati.

Tanggungjawab orang tua tidak hanya memastikan asupan nutrisi anak sejak di dalam kandungan terjamin, tetapi juga memastikan bahwa cara parenting positif diterapkan untuk pembentukan karakter anak.

Ada baiknya jika ilmu parenting mulai dipelajari sejak anak di dalam kandungan. Hal ini dimaksudkan agar orang tua memiliki waktu yang cukup untuk mempelajari segala seluk-beluk cara parenting positif.

Tahap Tumbuh Kembang Anak

Sebelum mengetahui penjelasan mengenai berbagai cara parenting positif, ketahui dulu tahap tumbuh kembang anak.

Saat berada di dalam kandungan, janin berusia 4 bulan mulai bisa memiliki kemampuan untuk merasakan sentuhan pada perut ibu hamil, mendengar suara, dan peka terhadap cahaya.

Mereka juga dapat merasakan setiap emosi yang dirasakan sang ibu. Sehingga apabila ibu hamil sedang merasakan senang, sedih, stress, marah, dan lainnya, janin akan merasakan emosi yang sama.

Emosi yang dirasakan saat di dalam kandungan ini kemudian juga akan memberi pengaruh pada pembentukan watak dan sifat anak.

Maka dari itu, ibu hamil sangat disarankan untuk menjaga mood baik dan pikiran yang positif selama masa kehamilan.

Bayi yang baru lahir hanya dapat berkomunikasi dengan tangisan. Apapun yang dirasakannya, semua dicurahkan dalam bahasa tangisan yang berbeda-beda jika diamati lebih dalam.

Seiring dengan waktu, pada usia 9 bulan umumnya anak akan mulai mengucapkan suku kata sederhana.

Hingga akhirnya bisa mengucapkan kalimat singkat saat memasuki usia 2 tahun, dan meningkatkan kemampuan berbicara lebih sempurna lagi di usia 3 tahun ke atas.

Sejak di dalam kandungan hingga lahir, kita sebagai orang tua tentu harus menjadi teladan bagi anak. Setiap tingkah laku orang tua akan diingat, kemudian ditiru olehnya.

Jadi, tak hanya sekadar berperilaku baik di depan anak, tapi kamu juga harus menjaga diri dari peluapan emosi yang dirasa negatif, serta pengucapan kata-kata atau kalimat yang tidak baik.

(Baca Juga: 5 Kesalahan dalam Mendidik Anak yang Perlu Dihindari)

Cara Parenting Positif yang Wajib Diterapkan

Setelah mengetahui tumbuh kembang anak, kini saatnya untukmu tahu beberapa cara parenting positif. Sebab, setiap orang tua tentu mengharapkan pembentukan karakter anak yang baik.

Inilah cara parenting positif yang wajib diterapkan para orang tua:

1. Berusaha menjadi contoh yang baik

Cara parenting positif yang pertama adalah dengan berusaha menjadi contoh yang baik. Orang tua bisa memulainya dengan menghidupkan suasana rumah yang hangat dan penuh kasih sayang.

Yakni dengan mengungkapkan rasa sayang secara lisan, melakukan kontak fisik antar anggota keluarga yang menunjukkan rasa kasih sayang seperti pelukan, dan lain sebagainya.

Lagi-lagi, ini soal pengelolaan emosi. Jika orang tua sedang ingin membahas suatu masalah, alangkah baiknya diselesaikan dengan baik tanpa didengar atau dilihat anak.

Jangan pula berteriak di depan anak, melempar barang, dan kebiasan buruk lainnya. Kebiasaan apapun yang ingin kamu terapkan ke anak harus dimulai dari diri sendiri.

2. Membiarkan anak mencoba

Setiap anak memiliki kemampuannya masing-masing, sehingga cara parenting positif yang patut dilakukan orang tua adalah dengan membiarkannya untuk mencoba.

Mulai dari mencoba melakukan sesuatu seperti makan sendiri, menggapai suatu benda, menyusun puzzle, mengerjakan PR, hingga mencoba mengelola emosinya.

Biasanya saat anak tantrum untuk menuntut keinginannya, orang tua kerap tak sampai hati dan tergerak untuk segera menuruti kemauannya.

Padahal, sebaiknya orang tua mengajarkan anak untuk mencoba mengontrol emosinya dengan memberi waktu untuk anak calm down dengan sendirinya.

Katakan bahwa kamu akan mengkomunikasikan segala hal dengan baik jika anak mampu untuk tenang. Penerapan cara parenting positif ini memang tidak mudah, namun setidaknya harus dicoba.

Demikian pula saat anak merasa kesulitan mengerjakan suatu hal, biarkan anak mencoba mencari solusi dengan caranya sendiri.

Jangan buru-buru mematahkan semangat anak, misalnya dengan kalimat “kok hal seperti itu saja tidak bisa?”, atau semacamnya.

Biarkan anak mencoba, lalu berilah bantuan jika usaha anak dirasa sudah maksimal.

3. Konsisten terapkan peraturan

Pembentukan karakter anak yang disiplin juga dimulai dari konsistensimu menerapkan peraturan di rumah.

Misalnya dengan membiasakan anak untuk merapikan mainan ketika selesai bermain, hanya boleh menonton TV setelah mengerjakan PR, dan lain sebagainya.

Penerapan aturan di rumah sebagai salah satu cara parenting positif ini juga akan lebih mudah dituruti anak jika orang tua juga memberi teladan baik.

4. Sisihkan waktu untuk bonding time

Bonding time adalah waktu khusus yang disiapkan untuk menjalin hubungan yang lebih dekat dengan anak. Kamu wajib menyisihkan waktu ini, meskipun setiap hari kamu bertemu anak di rumah.

Bonding time penting dilakukan khususnya saat anak berusia 6 tahun sampai 15 tahun. Di mana saat anak mulai masuk usia untuk bersekolah dan memiliki kegiatan lain di luar rumah.

Seorang anak akan menghabiskan waktu bersama kedua ornag tuanya atau salah satu dari orang tuanya (hanya dengan bapak atau ibunya saja).

Tujuannya yakni untuk meningkatkan kedekatan, serta menjadin komunikasi yang lebih baik antara anak dan orang tua.

Sehingga anak lebih terbuka mengenai hal apapun, dan mampu membicarakan hal itu kepada orang tuanya dengan rasa nyaman.

Kalian bisa menceritakan hal apa saja, mulai dari kegiatan yang sedang rutin dijalani, menceritakan hobi terbaru, curhat soal masalah, dan lain sebagainya.

(Baca Juga: Cara Mengukur Kecerdasan Anak dengan Tes Akurat)

5. Biasakan untuk diskusi dan negosiasi dengan anak

Cara parenting positif selanjutnya yakni membiasakan anak untuk berdiskusi dan bernegosiasi. Orang tua bisa menerapkan pengajaran ini sejak anak masih menjadi balita.

Setelah membiarkan anak untuk menenangkan diri saat tantrum, ajak anak untuk mendiskusikan keinginannya dengan baik. Terapkan win-win solution tanpa membenarkan perilaku tantrum pada anak.

Ketika anak sudah tumbuh besar, diskusi dan negosiasi akan bermanfaat sampai kapanpun. Tak hanya soal negosiasi keinginan anak, diskusi soal sebuah isu atau hal lainnya juga bisa dilakukan.

Di proses diskusi dan negosiasi, anak akan terbiasa berkomunikasi dengan baik, serta menjadi pribadi yang terbuka pada kritik, saran, serta menghormati pendapat orang lain.

6. Ajarkan anak tentang konsep mandiri dan bertanggungjawab

Anak yang mandiri dan bertanggungjawab tentu didambakan semua orang tua.

Kamu bisa memulainya dengan menerapkan kemandirian untuk membersihkan mainan sendiri, membersihkan tempat tidur, atau bahkan mangatur waktu dan uang jajannya sendiri saat beranjak remaja.

Saat mengajarkan anak tentang kemadirian, tekankan bahwa sikap mandiri berguna agar anak mampu bertahan dan melakukan berbagai hal sendiri tanpa merepotkan orang lain.

Kemandirian akan berjalan baik jika disandingkan dengan rasa tanggungjawab. Jelaskan bahwa setiap tindakan baik atau buruk memiliki dampaknya masing-masing. Sehingga anak mampu berpikir matang sebelum melakukan suatu hal sendiri.

7. Ajarkan pentingnya mengucap “tolong”, “maaf”, dan “terimakasih”

Ada lagi nih cara parenting positif yang tak kalah penting. Ajarkan dan biasakan anak untuk mengucapkan tiga kata terpenting, yakni “tolong”, “maaf”, dan “terimakasih”.

Pengajaran ini tak hanya berfungsi untuk mendidik anak menjadi karakter yang sopan, tetapi juga menghargai orang lain, berani mengakui kesalahan yang diperbuat, dan tidak sungkan mengapresiasi hal baik yang dilakukan orang lain.

8. Selalu berada di sisi anak

Cara parenting positif yang terakhir mungkin terkesan mudah dikatakan, tapi tidak semua orang mampu melakukannya.

Dukungan untuk anak tidak hanya diberikan saat anak melakukan hal baik, tapi juga saat anak melakukan kesalahan dan berada pada posisi tersulit.

Jika anak melakukan kesalahan, katakan bahwa orang tua tentu sangat kecewa, namun bukan berarti orang tua akan membiarkan anak menghadapinya sendirian.

Dengan begitu, anak juga menyadari bahwa tindakannya tetap tidak dibenarkan. Carilah solusi penyelesaian masalah dengan diskusi dan komunikasi yang baik.

Itulah beberapa cara parenting positif yang wajib dilakukan orang tua, agar anak memiliki karakter yang baik.

Selain memberi pengajaran terbaik di rumah, pastikan juga kamu melindungi kesehatan keluarga dengan memiliki asuransi kesehatan.

Berbagai produk asuransi kesehatan keluarga bisa kamu bandingkan di CekAja.com. Besaran premi dan uang pertanggungan akan disesuaikan dengan kemampuan finansial dan keinginanmu.

Pengajuan asuransi ini juga bisa dilakukan dengan mudah dan cepat, hanya perlu mengisi formulir dan melengkapi dokumen secara online.

Kini, memiliki asuransi kesehatan tak perlu ribet lagi. Perbandingan terbaik dan layanan pengajuan bisa kamu lakukan hanya melalui CekAja.com!

Tentang kami

Vera Khairifah

Vera Khairifah