Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Cashless Society: Keunggulan dan Kelemahannya

by Sindhi Aderianti on 26 Agustus, 2019

Pernah mendengar cashless society? Cashless society merupakan istilah yang lahir dari kondisi berkurangnya penggunaan uang fisik akibat tergeser oleh kemunculan uang digital atau e-money. Meski demikian, bukan berarti uang fisik terus ditiadakan, tetapi penggunaannya dikurangi dan digantikan dengan uang digital dalam bentuk kartu bahkan tanpa kartu sama sekali, karena transaksi juga dapat dilakukan menggunakan aplikasi smartphone.

cashless society

Seperti yang pernah diungkap oleh Robert Reich, seorang ekonom asal Amerika Serikat “Akan ada waktunya – Saya tidak tahu kapan, saya tidak bisa beri tanggal pastinya – saat uang fisik akan berhenti digunakan.” Dan terjadilah!

Banyak masyarakat yang sudah menyambut baik sistem transaksi tanpa uang tunai ini. Hampir semua transaksi keuangan di setiap harinya, bahkan tidak lagi menggunakan uang fisik. Mereka membayar ongkos transportasi umum dengan e-money, membayar tol dengan e-toll, membayar parkir dengan e-wallet, belanja dengan kartu debit ataupun kredit, belanja online dengan metode pembayaran non-tunai, dan lain sebagainya.

Dalam pelaksanaannya, transaksi cashless ini tentu memiliki keunggulan yang bejibun. Namun pastikan kamu juga mengetahui kelemahannya, agar lebih waspada setiap kali menggunakan uang digital.

Keunggulan

Uang digital bukan sekedar canggih. Dengan transaksi yang serba cashless, penggunaan uang palsu sebagai alat tukar dalam transaksi atau kegiatan ekonomi, bahkan dapat terminimalisir. Sehingga kedepannya, tidak ada lagi pihak yang dirugikan. Dalam jangkauan yang lebih luas, otomatis penerapan cashless society ini mampu menghindari pemalsuan uang serta peredarannya.

Ketika akan melakukan transaksi pembelian dengan nominal besar, tentu kamu harus membawa uang tunai dalam jumlah yang banyak. Hal ini tentu sangat merepotkan sekaligus meresahkan, terlebih juga nilainya mencapai puluhan bahkan ratusan juta. Namun dengan menerapkan transaksi cashless, segala keribetan membawa uang tunai dapat diatasi. Hanya dengan satu kartu sebagai alat pembayaran, kegiatan jual-beli bisa dilakukan dengan lebih simpel.

(Baca juga: Teknologi dalam Bisnis: Cek 5 Keuntungan Penggunaannya!)
  • Menghindari perampokan

Uang tunai dalam jumlah banyak yang disimpan dalam tas atau dompet tak jarang menarik perhatian, sehingga tanpa disadari mengundang terjadinya aksi kejahatan. Berbeda dengan uang digital yang direpresentasikan dengan sebuah kartu. Kamu bisa menyimpannya di dompet sehingga tidak menarik perhatian. Plus, ada sistem PIN atau password yang membuat keamanan penyimpanannya lebih terjamin.

  • Transaksi lebih mudah dan cepat

Mungkin selama ini transaksi menggunakan uang tunai butuh waktu yang cukup lama, apalagi jika nilai transaksi besar. Pihak tenant harus menghitung uang terlebih dahulu untuk memastikan kesesuaiannya dengan harga sebelum menyerahkan barang ke pembeli. Belum lagi menunggu uang kembaliannya. Sementara dalam transaksi cashless, proses transaksi dapat dilakukan dengan lebih mudah dan cepat. Tinggal gesek kartu pada mesin EDC atau scan barcode, maka selesailah transaksi tersebut.

  • Beragam promo menarik

Promosi dan diskon adalah strategi pemasaran yang paling ampuh menarik banyak konsumen. Hal ini turut diterapkan oleh banyak perusahaan uang digital di Indonesia. Maka tak heran, uang digital kini semakin digemari karena beragam promo menariknya yang tak habis-habis itu. Promo tersebut antara lain potongan harga, sampai cashback dalam jumlah besar. Kalau begini, siapapun pasti tergiur untuk bertransaksi secara cashless!

Kelemahan
  • Bikin konsumtif

Hampir segala hal bisa didapatkan secara online. Metode pembayarannya pun tinggal pilih, mau transfer bank, pakai kartu kredit, atau e-wallet seperti Go-Pay. Sama halnya saat kita pergi ke tenant-tenant di pusat perbelanjaan. Uang tunai seolah ‘tidak laku’, berganti dengan uang digital dengan segala promonya yang juga menguntungkan. Namun tanpa disadari, kemudahan transaksi cashless justru bikin masyarakat jadi lebih konsumtif. Pada akhirnya, kita mudah tergoda untuk membeli barang-barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan, sehingga pengeluaran ikut tak terkendali.

  • Adanya pembatasan nominal transaksi

Dalam bertransaksi secara cashless, nominal transaksi kamu akan dibatasi meski uang yang tersimpan di bank berlimpah ruah. Transaksi dengan kartu debit umumnya dibatasi pada nominal Rp5 hingga Rp 10 juta, sedangkan kartu kredit tentu tergantung pada nilai limit yang tersedia mulai dari Rp 5 juta sampai unlimited. Untuk bertransaksi dengan jumlah nominal yang besar, kamu harus menggunakan instrumen uang digital lainnya seperti cek atau bilyet giro.

  • Potensi serangan cyber dan pencurian data

Waspada! Secanggih apapun teknologi yang digunakan pada sistem uang digital, tetap ada celah yang memungkinkan terjadinya serangan cyber dan pencurian data. Terutama bagi nasabah yang menyimpan uang tunai di bank dan mendapatkan kartu debit sebagai uang digitalnya. Bahayanya serangan cyber dan pencurian data ini, tentu akan merugikan pihak nasabah, karena berisiko kehilangan tabungannya, akibat data yang diretas oleh orang-orang tidak bertanggung jawab untuk kepentingannya sendiri.

(Baca juga: Fenomena Dompet Elektronik: Yuk Gunakan dengan Bijak!)
  • Risiko terjadinya pemblokiran oleh pemerintah

Memiliki uang digital baik yang independen atau terintegrasi dengan bank, artinya kamu terikat dengan peraturan dan kebijakan pemerintah. Bukan tidak mungkin, pemerintah melakukan pemblokiran secara sepihak terhadap rekening bank, jika terjadi kegentingan terkait dengan kondisi negara. Apesnya kalau sudah begitu, kamu tidak mungkin bisa lagi mengakses apalagi menggunakan uang kamu sendiri.

  • Masalah sinyal

Untuk bertransaksi secara cashless, seyogyanya tiap penjual atau tenant membutuhkan mesin sebagai media pembayaran konsumen. Nah, mesin ini perlu sinyal untuk memproses transaksi tersebut hingga selesai. Apabila sinyal mengalami gangguan, otomatis pembayaran tidak bisa dilakukan. Coba bayangkan jika kita sama sekali tak membawa uang tunai? Kamu terpaksa membatalkan pembelian.

Jadi kamu tim mana, cash atau cashless? Itulah masing-masing keunggulan dan kelemahan cashless society, sebagai gaya hidup baru masyarakat di era zaman now. Walau lebih sering bertransaksi secara cashless, tak ada salahnya menyiapkan uang cash beberapa untuk kebutuhan-kebutuhan tertentu. Seperti membayar parkir di tempat yang belum terjamah sistem pembayaran digital.

Kamu juga bisa manfaatin kartu kredit yang memudahkan transaksi pembayaran tanpa harus membawa uang tunai. Belum lagi banyak promo yang ditawarkan kartu kredit! Cek pilihannya di CekAja.com!

Tentang Penulis

Sindhi Aderianti

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.