Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

24 sec. read

Catat Ini Sebelum Mengajukan Pinjaman untuk Menikah

by lhmdi on 8 February, 2016

tips menikah - CekAja.com

Tidak jarang kita menemukan pasangan yang akan mengakhiri masa lajangnya mencari pinjaman uang untuk menikah. Apalagi momen sakral ini biasanya tidak akan jauh dari biaya-biaya dan pengeluaran yang akan dilakukan.

Salah satu tren yang paling sering dilakukan adalah melakukan pinjaman jenis KTA atau kredit tanpa agunan untuk menutupi biaya pernikahan yang bisa menghabiskan uang hingga ratusan juta rupiah. Meski dirasa mudah dan sudah siap mengajukan pinjaman melalui kredit tanpa agunan, tentunya diperlukan kesiapan dan kehati-hatian dalam melakukannya.

Bagi kamu yang segera menikah dan sedang membutuhkan biaya tambahan dengan mengajukan kredit tanpa agunan, perhatikan beberapa hal-hal sederhana berikut ini:

  1. Kenali batasan berutang

Mengajukan pinjaman dengan menggunakan kredit tanpa agunan berarti kamu sudah siap mengajukan pinjaman uang untuk menikah. Namun, yang perlu diperhatikan adalah tentang batasan berutang serta memperkirakan bagaimana pembiayaannya.

Selain itu apakah juga terdapat utang-utang lain yang perlu dibayarkan, berapa jumlah cicilannya, jangka waktu yang telah disepakati dan lain-lainnya. Jika terlalu banyak pinjaman yang akan kamu ajukan tentunya akan membuat beban utang menjadi semakin banyak.

Oleh karena itu, sah-sah saja untuk mengajukan pinjaman untuk persiapan pernikahan, namun kenali batasannya dan perkirakan serta sepakati dengan pasangan tentang hal-hal seperti pembayaran cicilan dan lain-lainnya. Cara cari biaya nikah. Pertama cari modal nikah, harus kreatif. Misalnya mengajukan pinjaman pernikahan bank mandiri. Kalau mau hemat, pinjaman pernikahan syariah, bisa jadi pilihan.

  1. Memperkirakan budget

Memperkirakan biaya pernikahan diperlukan cara berpikir yang matang. Hitung secara detil dan seksama berapa jumlah uang yang akan dikeluarkan. Mulai dari hal-hal besar seperti biaya penyewaan gedung, biaya catering hingga hal-hal kecil seperti souvenir pernikahan dan lain-lainnya.

Jangan sampai kamu membuat melakukan pinjaman uang untuk menikah di bank atau lembaga keuangan yang berlebihan dari budget yang sudah diperkirakan. Jika kamu sudah sepakat bahwa pembayaran cicilan dilakukan bersama pasangan, maka pastikan untuk membuat batasan maksimal dalam berutang.

Tips sederhananya adalah batasan maksimal jumlah utang yang sebaiknya diterapkan bagi sebuah keluarga adalah bernilai 30% dari pendapatan bersih. Semakin kecil jumlah uang yang menjadi beban, tentunya akan semakin baik bagi pasangan.

Apalagi jika terkait dengan kebutuhan-kebutuhan lainnya yang mesti dilakukan oleh pasangan setelah menikah. Pinjaman uang untuk menikah, adalah solusi biaya pernikahan.

  1. Menyiapkan dana setelah menikah

Bagi pasangan yang akan menikah tentunya juga sangat penting untuk menyiapkan dana sendiri pasca menikah. Banyak kebutuhan yang harus dipersiapkan, seperti bagaimana memilih rumah, persiapan jika istri sedang dalam masa hamil hingga berbagai macam kebutuhan utama seperti sandang, pangan dan papan lainnya.

Oleh karena itu, jangan lupa untuk menyiapkan perencanaan keuangan setelah menikah. Cara ini akan membantu kamu lebih cermat dalam menghadapi fase setelah pernikahan.

  1. Sisihkan untuk dana darurat

Tidak salah tentu  rasanya bagi pasangan yang akan segera menikah untuk menyiapkan dana khusus yaitu dana darurat yang dapat digunakan untuk berbagai macam keperluan.

Contohnya, dana darurat bisa digunakan sebagian untuk menutupi cicilan karena sudah melakukan pinjaman untuk persiapan pernikahan, atau juga untuk kebutuhan lain-lainnya yang tidak terduga.

  1. Lebih berhemat

Pasangan yang akan menikah pun sebaiknya disarankan untuk lebih berhemat atau mengeluarkan biaya untuk kebutuhan yang sangat penting saja. Jika kamu adalah individu yang banyak menghabiskan uang untuk kebutuhan yang tidak penting, maka setelah menikah cobalah untuk menguranginya secara bertahap.

Karena setelah menikah, pastinya kamu tidak sendiri lagi, dan terdapat tanggung jawab lebih besar, khususnya pada sang istri. Sebagai contoh, kamu bisa mengurangi atau bahkan berhenti mengurangi jumlah belanja yang berlebihan atau ditahan dulu dalam jangka waktu tertentu. Cara ini dapat membuat tabungan tidak berkurang dan beban utang akan semakin kurang jika kamu memilih mengajukan pinjaman untuk persiapan pernikahan sebelumnya.

Tentang Penulis

Penulis yang hobi traveling ke daerah pelosok yang belum terjamah.

×

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami