Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

9 menit waktu bacaan

Cegah Obesitas pada Anak, Ini 6 Cara yang Wajib Dilakukan

by Nadhillah Kusindriani on 15 Juli, 2020

Cegah obesitas pada anak sejak dini sangat penting untuk dilakukan orang tua. Sebab, jika anak sudah terkena obesitas, maka dampak yang akan dirasakan tidak hanya dari sisi kesehatannya saja, tetapi juga dari sisi psikologisnya.

Cegah Obesitas pada Anak, Ini 6 Cara yang Wajib Dilakukan

Jika melihat dampak dari sisi kesehatannya, anak yang obesitas memiliki risiko lebih tinggi untuk terserang berbagai jenis penyakit. Sementara, jika dilihat dari sisi psikologisnya, anak mungkin akan merasa malu dengan bobot tubuhnya dan tidak menutup kemungkinan anak akan mendapat perlakuan yang berbeda dari anak-anak lainnya.

Maka dari itu, sebelum hal-hal tersebut terjadi, ada baiknya kamu mengetahui terlebih dahulu sekilas informasi tentang obesitas pada anak, yang akan CekAja.com ulas secara lengkap berikut ini.

Sekilas tentang Obesitas

Sebelum kamu mengetahui lebih jauh tentang cara cegah obesitas pada anak, alangkah lebih baik jika kamu terlebih dahulu mengetahui beberapa hal dasar tentang obesitas.

Sejatinya, obesitas atau yang dikenal dengan kelebihan berat badan, merupakan sebuah kondisi kronis yang terjadi akibat penumpukan lemak dalam tubuh yang sangat tinggi.

Obesitas biasanya terjadi karena tubuh mendapatkan lebih banyak asupan kalori, dibandingkan aktivitas membakar kalori. Sehingga, tubuh menyimpan banyak lemak yang akan terus bertambah setiap harinya, hingga terjadi penumpukan.

Penumpukan lemak tersebut apabila dibiarkan begitu saja, hanya akan menambah berat badan hingga tubuh mencapai titik obesitas. Yang mana, obesitas sendiri terbagi menjadi tiga kelas, yaitu obesitas kelas I, obesitas kelas II dan obesitas kelas III (kelas tertinggi).

Tiga kelas obesitas itu, dibagi berdasarkan berat badan yang dihitung menggunakan rumus Body Mass Index (BMI), yaitu membagi jumlah berat badan dalam satuan kg dengan tinggi badan dalam satuan m.

Seseorang dapat dikatakan obesitas apabila BMI-nya mencapai 30 atau lebih. Oleh karena itu, jika kamu memiliki nilai BMI sebesar 30, maka kamu sudah termasuk ke dalam obesitas kelas I. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai BMI dari setiap kelas, yuk simak uraian berikut ini.

  • Nilai BMI untuk obesitas kelas I, sebesar 30,0 – 34,9
  • Nilai BMI untuk obesitas kelas II, sebesar 35,0 – 39,9
  • Nilai BMI untuk obesitas kelas III, sebesar >40,0

Nilai BMI untuk tiga kelas obesitas di atas bisa kamu jadikan patokan untuk mengetahui, apakah nilai BMI yang kamu dapatkan masuk ke dalam tiga kelas tersebut atau tidak. Namun, nilai BMI juga tidak bisa kamu jadikan perkiraan kadar lemak dalam tubuh begitu saja.

Sebab, kebanyakan atlet memiliki nilai BMI yang besar dan bisa masuk ke dalam kategori obesitas. Tetapi nyatanya, kebanyakan atlet tidak memiliki banyak lemak dalam tubuh. Hal tersebut dikarenakan atlet memiliki otot, yang juga memberikan pengaruh terhadap nilai BMI.

(Baca Juga: Memahami Obesitas pada Anak)

Penyebab Obesitas pada Anak

Mengetahui penyebab obesitas nyatanya tidak kalah penting dari mengetahui cara cegah obesitas pada anak. Pasalnya, ada banyak faktor yang dapat menyebabkan anak-anak mengalami obesitas, mulai dari gaya hidup, psikologis hingga faktor keturunan.

Di bawah ini, CekAja.com telah merangkum beberapa penyebab obesitas pada anak, yang di antaranya yaitu:

Gadget

Gadget

Faktor penyebab obesitas yang pertama adalah gadget. Tidak dapat dipungkiri lagi, bahwa kini anak-anak sudah sangat bergantung dengan gadget. Anak-anak merasa bahwa semua hiburan yang mereka butuhkan ada pada gadget, mulai dari permainan hingga tayangan favorit anak-anak.

Sayangnya, gadget dinilai menjadi salah satu pemicu obesitas pada anak. Sebab, anak-anak akan menjadi malas beraktivitas ketika sudah bermain gadget. Seperti misalnya, anak-anak sudah tidak mau bermain sepeda, layang-layang dan aktivitas fisik lainnya di luar rumah.

Faktor Psikologis

Selain gadget, penyebab obesitas pada anak yang lainnya adalah faktor psikologis. Seperti yang diketahui, banyak orang termasuk anak-anak yang meluapkan emosinya kepada makanan dan minuman manis.

Biasanya, coklat atau es krim menjadi makanan yang sering dikonsumsi oleh anak-anak, ketika sedang merasa lelah, senang ataupun marah. Padahal, coklat dan es krim mengandung kalori tinggi, yang dapat membuat bobot tubuh menjadi bertambah.

Gaya Hidup Anak

Gaya hidup anak

Faktor penyebab obesitas yang berikutnya adalah gaya hidup. Di mana, kini banyak sekali ditemukan makanan lezat yang mengandung kalori tinggi, seperti misalnya permen, coklat, es krim dan berbagai jenis makanan fast food lainnya.

Jika anak-anak sering mengkonsumsi makanan-makanan tersebut tanpa dibarengi dengan aktivitas fisik seperti olahraga, maka tidak menutup kemungkinan jika anak sewaktu-waktu terkena obesitas.

Terlebih, jika anak-anak mengkonsumsi makanan tersebut, sambil duduk di depan TV atau komputer dalam jangka waktu yang lama, maka risiko anak untuk terkena obesitas semakin besar.

Faktor Keturunan

Faktor penyebab yang terakhir adalah faktor keturunan atau genetik. Sesuai dengan namanya, bahwa anak-anak bisa saja terkena obesitas karena diturunkan oleh anggota keluarga lainnya, seperti orang tua atau nenek dan kakek.

Meski sifatnya tidak mutlak, namun anak-anak dengan riwayat orang tua atau anggota keluarga lainnya mengalami obesitas, memiliki risiko untuk terkena obesitas sebesar 50 persen. Jika sudah begitu, maka orang tua harus lebih hati-hati dan mengontrol asupan makanan serta gaya hidup anak sejak dini.

Dampak dari Obesitas

Dampak dari Obesitas

Untuk bisa cegah obesitas pada anak dengan cara yang tepat, kamu tentu perlu mengetahui terlebih dahulu apa saja dampak yang ditimbulkan dari obesitas.

Seperti yang sudah disinggung di awal pembahasan, bahwa obesitas tidak hanya memberikan dampak dari sisi kesehatan saja, melainkan juga dari sisi psikologis.

Dampak dari sisi kesehatan

Jika melihat dampak dari sisi kesehatannya sendiri, obesitas dapat memicu timbulnya berbagai macam penyakit berbahaya. Mulai dari diabetes tipe 2, gangguan pola tidur yaitu mendengkur, kolesterol tinggi, gangguan pada tulang, penyakit perlemakan hati non-alkoholik, asma, hingga tekanan darah tinggi.

Dampak dari sisi psikologis

Dampak dari psikologis

Sementara, jika dilihat dari dampak psikologisnya, beberapa anak mungkin akan merasa malu dan tidak percaya diri dengan kondisi tubuhnya, mengalami gangguan bersosialisasi dengan orang lain, hingga depresi.

Maka dari itu, dalam hal ini peran orang tua sangat penting dalam mendampingi anak, agar anak tetap merasa nyaman dan tidak terlalu mengkhawatirkan apa yang dibicarakan orang lain tentangnya.

Cara Cegah Obesitas pada Anak

Setelah di pembahasan sebelumnya kamu sudah mengetahui sekilas tentang obesitas, faktor-faktor yang menyebabkan obesitas serta dampaknya. Maka, di pembahasan kali ini kamu akan mengetahui cara cegah obesitas pada anak yang efektif untuk dilakukan.

Adapun beberapa cara cegah obesitas pada anak tersebut, telah CekAja.com rangkum di bawah ini dan akan diulas secara lengkap khusus untuk kamu. Simak bersama-sama, yuk!

1. Buat Pola Hidup Sehat

Cara cegah obesitas pada anak yang perlu kamu lakukan pertama adalah membuat pola hidup sehat. Yang mana, kamu bisa memulainya dengan membuat daftar menu makanan sehat yang harus dikonsumsi anak setiap harinya.

Tidak hanya makanan berat saja, tetapi kamu juga harus menyediakan makanan ringan yang sehat sebagai camilan anak. Kamu bisa menyediakan berbagai jenis buah-buahan yang dapat dikonsumsi anak, sesuai dengan jam makannya.

Untuk makanan berat sendiri, ada baiknya kamu memperhatikan dan memastikan bahwa makanan tersebut memiliki kandungan nutrisi yang lengkap dan rendah lemak. Selain itu, kamu juga perlu membatasi penggunaan gula dalam konsumsi makanan dan minuman anak sehari-hari.

Selain membentuk pola hidup sehat dari sisi makanan dan minuman yang dikonsumsi, kamu juga perlu memperhatikan pola tidur anak. Pastikan anak memiliki waktu tidur yang cukup dan berkualitas.

Hilangkan secara perlahan kebiasaan anak tidur larut malam, untuk bermain gadget atau melakukan aktivitas lainnya yang tidak penting. Sebab, hal itu menjadi pemicu utama anak-anak terkena obesitas dan gangguan kesehatan lainnya.

Untuk mengetahui waktu tidur ideal anak, berikut CekAja.com akan menguraikan durasi tidur ideal berdasaran usia anak, yang di antaranya yaitu:

  • Durasi tidur ideal untuk usia 1-3 tahun, yaitu 12-14 jam per hari
  • Durasi tidur ideal untuk usia 3-5 tahun, yaitu 11-13 jam per hari
  • Durasi tidur ideal untuk usia 5-12 tahun, yaitu 10-11 jam per hari
  • Durasi tidur ideal untuk usia 12-18 tahun, yaitu 8,5 jam per hari
2. Melakukan Pemeriksaan Rutin BMI

Selain membuat pola hidup sehat, kamu juga bisa cegah obesitas pada anak dengan cara melakukan pemeriksaan rutin Body Mass Index (BMI). Di mana, kamu bisa melakukannya di rumah sakit ataupun klinik, untuk mengetahui berapa BMI-mu saat ini dan mendeteksi risiko obesitas.

3. Memberikan Perhatian dan Kasih Sayang Lebih

Memberikan perhatian dan kasih sayang lebih juga nyatanya menjadi cara cegah obesitas pada anak yang bisa kamu lakukan. Kamu cukup memberitahunya secara perlahan dan berbicara dari hati ke hati dengan anak, bahwa kamu mencintainya tanpa syarat dan apa adanya.

Sehingga, anak tidak perlu khawatir tentang bentuk tubuhnya dan perkataan orang lain tentangnya. Jika kamu memberikan dan melakukan hal ini pada anak, maka rasa percaya diri anak menjadi meningkat.

Hal tersebut dikarenakan, anak merasa keberadaannya diterima dan ia terdorong untuk terbuka serta bercerita tentang masalah yang dihadapi, yang dapat memicu timbulnya obesitas.

4. Memberikan Edukasi pada Anak

Cara cegah obesitas pada anak yang keempat adalah memberikannya edukasi. Kamu bisa mulai memberitahu hal-hal sederhana pada anak. Seperti misalnya, bahaya dari mengkonsumsi terlalu banyak makanan, beserta efek samping atau risiko penyakit yang dapat timbul.

Dengan begitu, anak akan berpikir dan memiliki kesadaran bahwa pola hidup sehat itu penting. Ia harus mulai mengontrol makanan dan minuman apa saja yang hendak ia konsumsi.

5. Melakukan Aktivitas Fisik

Kamu juga bisa cegah obesitas pada anak dengan mengajak anak-anak untuk rajin melakukan aktivitas fisik. Tidak hanya olahraga, tetapi juga aktivitas fisik lainnya yang menyenangkan, seperti memasak makanan sehat, piknik di taman, berenang dan lain sebagainya. Jika kamu dan anak melakukannya secara rutin, maka risiko anak untuk terkena obesitas akan menurun.

6. Hilangkan Kebiasaan Menuruti Permintaan Anak

Cara cegah obesitas pada anak yang terakhir adalah mulai menghilangkan kebiasaan menuruti permintaan anak. Terlebih, jika permintaan anak yang harus dituruti adalah permintaan membeli banyak camilan yang mengandung gula serta kalori tinggi.

Pasalnya, hal itu tidak hanya memicu anak untuk terkena obesitas saja. Tetapi juga memicu timbulnya berbagai jenis gangguan kesehatan atau penyakit pada anak.

Sebagai solusi, kamu bisa mengganti permintaan anak dengan mengajaknya melakukan aktivitas fisik yang menyenangkan, seperti piknik misalnya.

(Baca Juga: 5 Tips Langsing Selama di Rumah Aja)

Itulah beberapa informasi terkait obesitas, mulai dari definisi, penyebab obesitas, dampak yang ditimbulkan, serta cara cegah obesitas pada anak. Cara-cara tersebut bisa kamu jadikan referensi dan patokan untuk mulai diterapkan, dalam rangka cegah obesitas pada anak.

Namun, satu hal penting yang wajib kamu lakukan secara rutin adalah pengecekan BMI. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya juga, bahwa kamu bisa melakukan pengecekan BMI di rumah sakit atau klinik.

Hanya saja, jika kamu ingin melakukan pengecekan BMI di rumah sakit, biaya yang harus kamu keluarkan pun lebih besar. Kamu harus memiliki persiapan uang lebih, agar dapat melakukan pengecekan dengan nyaman tanpa khawatir kekurangan biaya.

Tetapi, jika dana yang kamu miliki saat ini belum mencukupi, jangan khawatir. Karena ada asuransi kesehatan, yang akan menjamin semua biaya pengobatan dan perawatan mu selama sakit.

Maka dari itu, buat kamu yang ingin mendapatkan jaminan biaya kesehatan, langsung saja ajukan di CekAja.com. Di sana, tersedia banyak asuransi kesehatan dari perusahaan ternama dan terpercaya, yang bisa kamu pilih sesuai dengan kebutuhan. Jadi, kalau gitu tunggu apalagi? Yuk, ajukan sekarang!

Tentang Penulis