Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Mencegah Serangan Stroke di Usia Muda? Pakai Cara Ini!

by Tisyrin N. T on 14 Agustus, 2019

Penulis novel dan lagu Valiant Budi Yogi atau Vabyo pernah terkena serangan stroke di usia yang masih terbilang muda, yaitu 35 tahun. Vabyo menceritakan pengalamannya tersebut belum lama ini melalui kicauan di Twitter. Nah, bagaimana cara mencegah agar tidak terkena stroke di usia muda?

cara mencegah stroke

Vabyo mengaku terkena serangan stroke empat tahun lalu yaitu pada 10 Agustus 2015. Dia divonis terkena stroke hemoragik karena pembuluh darahnya pecah di otak kiri. Karena serangan tersebut, kemampuan berbahasanya jadi kacau sehingga meracau dengan bahasa yang mirip bahasa Rusia campur Belanda. Selain itu, ingatannya terganggu, terkadang dirinya seperti sedang berada di tahun tertentu misalnya masa-masa ketika masih menjadi murid SD.

Menurut dokter, dia terkena stroke karena faktor genetik yaitu hipertensi. Saat pembuluh darahnya pecah, tensinya sekitar 200/100. Namun, penulis novel Bintang Bunting ini mengakui bahwa dirinya juga memiliki gaya hidup yang kacau, mulai dari makan jeroan, merokok, jarang berolahraga, dan lebih banyak minum kopi daripada air putih.

Rupanya tubuhnya telah memberikan ‘sinyal’ sejak tiga tahun sebelumnya. Vabyo kerap merasakan sakit di leher belakang dan kelopak mata kiri sempat tak dapat menutup. Kala itu, dia hanya menganggapnya sebagai masuk angin dan kelelahan.

Jenis-jenis dan Cara Mengenali Stroke

Serangan stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu. Stroke ini terdiri dari dua jenis yaitu stroke hemoragik (pendarahan) dan stroke iskemik (sumbatan). Pada stroke hemoragik, pembuluh darah pecah sehingga aliran darah terganggu. Sementara pada stroke iskemik, aliran darah ke otak terganggu oleh sumbatan di pembuluh darah.

Hipertensi serta kolesterol tinggi akan meningkatkan risiko seseorang terkena serangan stroke. Kondisi lain yang meningkatkan risiko stroke yaitu diabetes, obesitas, hingga penyakit jantung. 

Secara singkat, gejala stroke dapat dikenali lewat metode yang disebut FAST yaitu Face dropping, Arm weakness, Speech difficulty, dan Time to call.

(Baca juga: Penyakit Musim Kemarau pada Anak-anak: Diare Sampai Sakit Mata)
  • Face dropping (wajah terkulai)

Mintalah seseorang yang dicurigai terkena serangan stroke untuk tersenyum. Kemudian, amati apakah ada keanehan pada wajahnya. Apabila wajahnya terlihat tidak simetris, berarti ada sesuatu yang salah. Wajah bisa terkulai karena kondisi saraf terganggu akibat serangan stroke.

  • Arm weakness (lengan lemah)

Seseorang yang dicurigai terkena serangan stroke juga dapat mencoba mengangkat tangannya. Ketika seseorang diminta mengangkat lengannya tinggi-tinggi, tetapi salah satu lengannya jatuh lunglai ke bawah, maka hal ini perlu diwaspadai sebagai tanda stroke.

  • Speech difficulty (kesulitan bicara)

Amati cara berbicara seseorang yang diduga terkena stroke. Stroke dapat mengakibatkan seseorang terkena gangguan saat bicara. Dia akan kesulitan untuk bicara dengan lancar sehingga ucapannya akan sulit dimengerti.

  • Time to call (waktunya untuk menghubungi layanan kesehatan)

Nah, apabila semua gejala di atas dialami oleh seseorang, maka sebaiknya jangan membuang waktu lagi. Segeralah untuk membawa orang yang dicurigai terkena stroke untuk pergi ke layanan kesehatan terdekat.

Cegah Serangan Stroke di Usia Muda

Tentu mendengar kata stroke terdengar menakutkan bukan? Meski identik dengan penyakit yang menyerang seseorang yang sudah tua, bukan tidak mungkin stroke juga menyerang seseorang yang masih terbilang muda. Berikut ini beberapa cara yang bisa kamu terapkan untuk mencegah terjadinya serangan stroke di usia muda:

  • Berhenti merokok

Pasti kamu sudah tahu, kandungan nikotin yang ada pada rokok sangat berbahaya. Kaitannya dengan stroke adalah merokok bisa memicu timbulnya timbunan plak dalam pembuluh darah. Dengan begitu, aliran darah dan oksigen ke otak bisa terganggu dan risiko terkena stroke pun makin tinggi.

  • Olahraga dan gaya hidup aktif

Ingatlah untuk rajin berolahraga dan menerapkan gaya hidup aktif. Intinya, jangan malas untuk bergerak. Olahraga yang teratur akan menjaga berat badan tetap stabil. Ingat, kondisi obesitas dapat meningkatkan risiko terkena stroke.

Olahraga juga akan membakar lemak dan kalori, dengan begitu akan mencegah terjadinya penyumbatan di pembuluh darah. Mulai dari sekarang, atur waktumu dengan baik agar sempat untuk olahraga ya!

(Baca juga: Dedaunan yang Dipercaya Mampu Jadi Obat Penyakit Kronis, Cek Yuk!)
  • Kendalikan kolesterol

Kadar kolesterol yang tinggi dapat menjadi penyebab utama stroke. Nah, untuk mencegahnya, kamu bisa mengendalikan kolesterol salah satunya dengan cara memperhatikan makanan yang dikonsumsi. Misalnya dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan fitosterol. Fitosterol ini dapat menurunkan konsentrasi kolesterol total. Fitosterol antara lain terdapat pada buah-buahan dan kacang-kacangan.

  • Kendalikan stres

Stres yang berkepanjangan dapat memicu timbulnya penyakit termasuk stroke. Oleh karena itu, cegah stroke dengan cara mengatasi stres. Kamu bisa melakukan meditasi hingga mengerjakan hobi untuk melawan serangan stres. Jadi, waspada ya kalau mulai merasakan stres yang berlebihan!

  • Hindari alkohol

Selain rokok, jika ingin hidupmu lebih sehat, hindari konsumsi alkohol. Konsumsi minuman beralkohol dalam jumlah berlebih dapat meningkatkan risiko hipertensi. Ingat, hipertensi dapat memicu serangan stroke.

Nah, itulah sekilas penjelasan mengenai cara mencegah stroke di usia muda. Sebaiknya, kamu juga melindungi diri dengan asuransi kesehatan ya! Dengan memiliki asuransi kesehatan, akan mengurangi beban finansial ketika kondisi kesehatanmu terganggu. 

Tentang Penulis

Penulis konten yang pernah mencicipi profesi sebagai jurnalis bidang finansial, kesehatan, seni, dan lifestyle.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami