Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

8 menit waktu bacaan

Cek Corona Jabar Di Situs Pikobar, Cek Sekarang!

by Maria Nofianti on 17 Maret, 2020

Awal tahun 2020 yang cukup menegangkan dialami oleh dunia. Kemunculan virus baru bernama Corona sangat populer, dan mencekam masyarakat hampir di seluruh penjuru dunia. Ceritanya sudah sangat mirip dengan film film science fiction ala Hollywood, bahkan ada celetukan yang mengatakan bahwa virus ini layaknya senjata biologis dalam perang dunia. Namun efeknya tak hanya menyerang fisik, bahkan psikis masyarakat dunia. Muncul panic buying di beberapa kota dan negara, bahkan di Indonesia sendiri, ini sebagai satu efek lanjutan dari ketakutan masyarakat yang takut tertular virus yang hingga saat ini belum ada obatnya ini dan menjadi serakah dengan menyetok dan menimbun makanan di rumah agar tak pergi kemana-mana, dan efeknya, masyarakat pun ada yang tak bisa memenuhi kebutuhannya, atau kalau pun dapat ya harga barang pokok yang biasanya murah menjadi mahal.

cek corona jabar situs pikobar

Penyebaran virus Corona di Indonesia semakin membuat masyarakat merasa panik. Apalagi jika dilihat dari kesiapan pemerintah yang terlihat tidak siap untuk menangani kasus virus Corona. Setelah tanggal 2 Maret 2020 sejak Presiden mengumumkan pertama kalinya ada kasus positif Corona di Indonesia sekarang sudah ada 134 orang yang terdiagnosa positif. Bahkan yang meninggal ada 5 orang. Berita yang tersebar di masyarakat bahkan menyebutkan lebih dari itu. Transparansi pemerintah untuk mengungkap kasus positif Corona memang banyak diragukan masyarakat. Karena itulah banyak sekali berita yang hoax dan simpang siur yang akhirnya hanya akan membuat panik masyarakat. Sekarang kamu di Jawa barat dapat mengakses langsung data terpercaya dari pemerintah dengan situs cek corona jabar (situs pikobar) secara langsung.

Pemerintah sebenarnya berkomitmen hanya akan mengatakan jumlah, usia dan gender para penderita yang terdiagnosa positif Covid-19 ini. Namun beberapa informasi rahasia tentang identitas penderita sempat bocor di kalangan masyarakat. Padahal sejatinya identitas pribadi tidak boleh dibocorkan ke khalayak umum. Masyarakat pun semakin penasaran tentang penyebaran penyakit Covid-19 ini karena tidak adanya informasi tentang daerah sebarannya.

(Baca juga: COVID-19: Tak Ada Lockdown di RI, Apa Social Distancing Saja Cukup?)

Karena penyakit yang disebabkan oleh virus Corona ini bisa menular dari manusia ke manusia maka ini akan menjadi sangat mudah untuk menyebar. Apalagi Indonesia memiliki jumlah penduduk yang sangat banyak. Sebenarnya masyarakat hanya menginginkan pemerintah memberi tahu daerah mana saja yang ada kasus positif Covid-19. Tetapi sepertinya pemerintah terutama pemerintah pusat belum mau membuka dengan jelas di mana saja. Untuk itu beberapa kepala daerah berinisiatif untuk membuat peta sebaran kasus Covid-19 ini. Misalnya saja ada DKI Jakarta yang membuat website yang memuat informasi tentang sebaran kasus karena virus Corona ini. Begitu juga dengan provinsi Jawa Barat. Provinsi yang dipimpin oleh Ridwan Kamil sebagai Gubernurnya ini membuat situs untuk cek Corona Jabar (situs pikobar).

Situs Pikobar ini dibuat agar masyarakat khususnya warga Jawa Barat bisa dengan mudah mengakses berita mengenai kasus Covid-19 atau penyakit infeksi virus Corona. Sekarang warga Jawa Barat bisa mengaksesnya melalui smartphone dan PC yang terhubung jaringan internet. Berikut ini penjelasan mengenai situs cek Corona Jabar (situs pikobar). Ini tentunya akan lebih memudahkan warga untuk memperoleh informasi yang benar, agar tak terjebak berita atau informasi hoaks yang membuat panik.

Situs Pikobar

Cek Corona Jabar Di Situs Pikobar Cek Sekarang

Situs ini beralamat di https://pikobar.jabarprov.go.id/ dan untuk media sosialnya adalah instagram @pikobar_jabar. Situs Pikobar sendiri adalah Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat (Pikobar Jabar). Dengan mengakses situs ini kita akan bisa melihat peta sebaran, tips, daftar rumah sakit, dan berita-berita terbaru tentang Covid-19. Tentu ini cukup lengkap ya, sehingga masyarakat Jawa Barat khususnya bisa lebih berjaga jaga dan mengetahui penanganan pertama jika terjadi jangkitan virus.

Dimulai di halaman utama kita akan disuguhi dengan adanya nomor layanan darurat yaitu 119 dan nomor telepon Dinkes Jabar di 0811 2093 306. Selanjutnya ada sebuah peta hitam dari provinsi Jawa Barat yang memuat titik-titik dengan warna berlainan. Titik-titik yang memiliki warna berlainan ini menandakan tingkatan kasusnya. Ada yang berwarna biru untuk kasus ODP (Orang Dalam Pemantauan), warna kuning untuk PDP (Pasien Dalam Pemantauan) dan merah untuk Positif kasus Covid-19. Titik-titik lokasi tersebut masih merupakan titik acak by sistem. Ini tidak merujuk kepada alamat pasti masing-masing kasus. Data akan terus di update melalui informasi yang sudah diterima pemerintah provinsi Jawa Barat untuk diteruskan kepada masyarakat.

Kementerian Kesehatan Indonesia memakai istilah ODP dan PDP selain positif. Apakah sudah banyak yang tahu apa itu ODP dan PDP itu? Jika belum yuk simak penjelasannya. ODP (Orang Dalam Pemantauan) berbeda dengan PDP (Pasien Dalam Pemantauan). Yang membedakan adalah adanya kontak fisik dan riwayat perjalanan, apakah mereka melakukan perjalanan ke negara yang terinfeksi atau tidak. PDP disebutkan dengan gejala seperti batuk, demam, sesak nafas dan sakit tenggorokan. Sementara ODP mengalami gejala ringan batuk, sakit tenggorokan dan demam tapi tidak melakukan kontak dengan penderita yang positif.

RS rujukan di Jabar

Selanjutnya dalam situs cek corona Jabar (situs pikobar) ada juga daftar rumah sakit rujukan yang bisa dipilih seperti RSU Dr. Hasan Sadikin Bandung, RSTP Dr. H. A. Rotinsulu Bandung, Rumah Sakit Tk. II Dustira Cimahi, RSU Dr. Slamet Garut, RSU Gunung Jati Cirebon, RSU R. Syamsudin, SH Sukabumi, RSUD Indramayu, dan RSUD Subang. Disebutkan juga alamat dan nomor telepon yang bisa dihubungi. Selain itu diberikan juga beberapa tips, gejala dan pencegahannya agar masyarakat bisa lebih waspada.

Saat ini di Jawa Barat terdapat 787 kasus ODP, 83 kasus PDP dan positif 8 kasus. Di situs Pikobar juga bisa melihat di wilayah mana saja kasus-kasus itu terjadi. Namun berdasarkan data lapangan ada beberapa kasus yang berbeda dengan yang di situs Pikobar. Ini membuat beberapa kepala daerah di wilayah Jawa Barat merasa data itu belum valid. Padahal data yang divisualisasikan oleh situs itu berasal dari lapangan.

Selain data kasus Covid-19, situs corona jabar (Pikobar) juga menyajikan tips untuk mencuci tangan, cara memakai masker yang benar, himbauan untuk hidup sehat, pesan untuk petugas kesehatan hingga gejala dan pencegahan Covid-19 ini. Karena meski itu adalah informasi umum dan banyak diketahui masyarakat, tapi selama ini jarang diterapkan di dalam kehidupan sehari-hari. Yuk simak penjelasan masing-masing di bawah ini.

6 Langkah Cara Mencuci Tangan Yang Benar

Sesuai himbauan dari WHO dalam pencegahan penularan penyakit Covid-19 ini harus sering cuci tangan minimal 20 detik dengan sabun dan air mengalir. Jadi buat kalian yang selama ini cuci tangannya ngasal dan super kilat, pastikan mulai sekarang bisa mencuci tangan dengan lebih benar ya. Nah ada 6 langkah cara untuk cuci tangan yang benar seperti:

  1. Basahi telapak tangan, pakai sabun dan gosok kedua telapak tangan dengan lembut dengan gerakan memutar sampai sabun berbusa.
  2. Gosok kedua punggung tangan secara bergantian kiri dan kanan.
  3. Gosok juga di sela-sela jari sampai bersih, karena di sinilah sarang kumannya.
  4. Usap ujung jari secara bergantian dengan cara kedua telapak tangan saling mengunci.
  5. Gosok dan putarkan kedua ibu jari secara bergantian sampai bersih.
  6. Taruh ujung jari di telapak tangan dan usap-usapkan. Bilas dengan air bersih dan mengalir lalu keringkan.
Cara Memakai Masker Yang Benar

Setelah heboh virus Corona, ternyata banyak juga yang baru sadar bahwa mereka selama ini telah salah dalam menggunakan masker. Memakai masker sebenarnya ditujukan bagi orang yang sedang sakit atau para petugas kesehatan. Nah jika kita adalah salah satu orang yang sedang pilek seharusnya memakai masker. Lalu bagaimana cara memakai masker yang benar? Ini jawabannya.

  1. Tutup mulut, hidung serta dagu kita dengan masker. Pasangkan tali ke telinga dan yang berwarna berada di depan.
  2. Bagian atas masker ditekan sehingga mengikuti bentuk hidung dan bagian bawah dagu ditarik ke belakang.
  3. Saat akan melepas masker hanya pegang talinya saja dan langsung buang di tempat sampah.
  4. Cuci tangan dengan bersih memakai sabun setelah membuang masker.
  5. Ingat untuk selalu mengganti masker bila sudah kotor atau basah. Saat batuk jika tidak memakai masker harus ditutup memakai lengan bagian dalam (etika batuk).

Di situs cek corona Jabar (situs pikobar) juga di tampilkan gejala-gejala penyakit karena virus Corona ini. Gejala umumnya memang seperti gejala flu tapi disertai sesak nafas. Biasanya orang yang terinfeksi virus Corona ini akan merasakan batuk, demam di atas 38°C dan sesak nafas. Namun jika menginfeksi orang yang sedang sakit atau punya riwayat sakit kronis lainnya maka bisa mengakibatkan kematian. Tingkat kematian untuk penyakit yang disebabkan karena virus Corona ini sebesar 2%. Jika imunitas tubuh kuat dan baik maka penyakit ini bisa disembuhkan. Didunia kasus yang sudah sembuh sebenarnya jauh lebih banyak daripada yang meninggal dunia.

(Baca Juga: Cara Efektif Karyawan Bekerja di Rumah)

Untuk mencegah penularan penyakit virus Corona ini pemerintah selalu menganjurkan untuk hidup sehat dengan cara GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat). Caranya ada berbagai macam seperti:

  • Makan makanan dengan gizi yang seimbang.
  • Jaga kebersihan lingkungan dan diri sendiri.
  • Rutin minum air putih 8 gelas/hari.
  • Rajin melakukan olahraga dan istirahat yang cukup.
  • Tidak merokok.
  • Mencuci tangan 6 langkah dengan sabun.
  • Masak makanan dengan matang sempurna terutama daging.
  • Pakai masker saat batuk dan bersin atau ditutupi dengan lengan atas bagian dalam.
  • Bila merasa demam dan sesak nafas segera periksa ke pelayanan kesehatan setempat.

Nah itu dia informasi tentang situs untuk cek corona Jabar (Situs Pikobar). Pemerintah Provinsi Jawa Barat selalu berusaha memberikan transparansi yang memudahkan masyarakatnya mengakses berbagai informasi penting. Jadi, semoga dengan adanya situs-situs seperti ini bisa memenuhi rasa ingin tahu dan mengedukasi masyarakat tentang penyakit Covid-19 atau infeksi virus Corona. Data pada situs juga diharapkan lebih akurat karena ini sudah menyangkut bencana nasional dan sudah dikatakan pandemik oleh WHO. Mengingat penyebaran hoaks juga menjadi satu masalah besar saat ini, jadi keberadaan situs ini jelas dapat digunakan masyarakat untuk mengkroscek semua informasi. Selalu hati-hati , jaga kebersihan, dan dapatkan segala informasi yang valid agar tak mudah panik.

Tentang Penulis