Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Cek Fakta Mengejutkan Gempa dan Tsunami di Sulawesi Tengah!

by Sindhi Aderianti on 1 Oktober, 2018

Indonesia kembali berduka. Jumat, 28 September 2018 kemarin, gempa dengan magnitudo 7,4 mengguncang Palu dan Donggala di kedalaman 10 kilometer, gempa yang berpusat di 0,18 LS dan 119,85 BT atau 27 kilometer Timur Laut Donggala-Sulawesi Tengah itu juga membuat Palu dan Donggala gelap gulita.

Berbeda dengan di Lombok, gempa kali ini berujung gelombang tsunami yang memakan cukup banyak korban. Hingga kini, tercatat jumlah korban sudah mencapai nyaris 1.000 orang. Selain korban jiwa, terdapat pula 540 orang korban luka yang dirawat di sejumlah rumah sakit.

Kepala Pusat Gempa dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Rahmat Triyono mengatakan, tsunami yang terjadi memang cukup besar. Bukan hanya menghancurkan banyak pemukiman, jembatan yang menjadi ikon kota palu juga tak luput tersampu amukan tsunami. Padahal jembatan itu satu-satunya jalur penghubung antara kota Palu Barat dan Palu Timur yang terbelah oleh sungai.

Peringatan Tsunami Sempat Dicabut

Pencabutan peringatan dini tsunami oleh BMKG bukan sembarangan. Karena berdasarkan hasil pantauan visual dan peralatan laut, perubahan tinggi airnya tidak tampak signifikan. Setelah gempa, gelombang air laut yang naik di Mamuju diperkirakan hanya 0,5 meter. Hasil pengamatan di Mamuju ini menunjukkan memang tidak akan ada tsunami besar.

Akan tetapi tak lama kemudian, gelombang tsunami justru menerjang pantai Talise di Kota Palu dan beberapa pantai di Donggala. Meskipun demikian, BMKG mengakui bahwa tsunami tersebut luput dari perhitungan. Alasannya, tidak ada data yang dapat diandalkan dari Palu.

(Baca juga: Bencana Alam Bisa Sebabkan Kredit Macet, Ini Alasannya)

Perjuangan Dikirimnya Bantuan untuk Palu dan Donggala

Menurut Presiden Joko Widodo seusai kunjungannya ke lokasi bencana, kondisi Palu masih sangat mengkhawatirkan. Korban selamat kekurangan makanan dan kesulitan air bersih lantaran listrik masih padam.

Masalah lainnya adalah cadangan BBM yang menipis. Pasokan BBM terhambat karena pesawat tangki minyak tidak bisa masuk akibat bandara Mutiara SIS Al-Jufrie yang masih rusak.

Sejumlah bantuan awalnya mengalami kendala saat akan didistribusikan. Kendala tersebut muncul karena sejumlah ruas jalan menuju Kota Palu maupun Donggala terputus karena rusak akibat gempa atau tertimbun reruntuhan.

Adapun jika menempuh transportasi laut, pelabuhan tidak ada karena rusak diterjang tsunami. Namun Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Harry Hikmat mengatakan, saat ini bantuan tanggap darurat mereka telah berhasil dikirimkan ke Palu dan Donggala.

Bantuan tersebut didistribusikan dengan pesawat hercules TNI AU dari Lanud Halim Perdanakusuma dan daerah terdekat.

Adapun bantuan yang dikirimkan terdiri atas 1.000 kardus makanan cepat saji, 2.000 velbed, 25 tenda serbaguna, 3.000 tenda gulung, dua paket perlengkapan dapur umum lapangan, 1.000 matras, dan 1.500 kasur.

Sementara itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI melakukan pemetaan dampak gempa, memastikan listrik segera menyala lagi dan bahan bakar tersedia di Kota Palu dan Donggala. Adapun Kementerian Komunikasi dan Informatika sedang berupaya melancarkan kembali layanan telekomunikasi.

(Baca juga: Jokowi Mengaku Gabung Avengers untuk Melawan Thanos, Apa Maksudnya?)

Asuransi Kerugian Bisa Tanggung Kerusakan Gempa dan Tsunami

Tahukah Anda kalau sebenarnya ada produk asuransi kerugian? Apapun jenisnya, memiliki asuransi tentu dapat menghindari setiap nasabah dari kerugian. Termasuk kerugian akibat gempa bumi.

Asuransi ini akan memberi jaminan kerugian dan kerusakan yang salah satunya disebabkan oleh gempa bumi. Bahkan jika kerusakan itu disebabkan oleh gempa bumi yang disertai tsunami seperti pada kasus di Palu dan Donggala, Anda juga bisa mendapatkan jaminan atas semua kerusakan atas barang yang telah disepakati, misalnya penggantian harta benda maupun bangunan.

Ada beberapa syarat yang ditentukan untuk bisa mengklaim jaminan pada asuransi ini, di antaranya adalah:

  • Jaminan yang diberi harus disebabkan oleh kerusakan dari gempa bumi
  • Penggantian kerusakan akan diproses 72 jam setelah gempa bumi terjadi
  • Jika setelah 72 jam gempa bumi kembali hadir, klaim tidak dapat diajukan
  • Hanya ada satu kali penggantian dan potongan klaim

Dalam keadaan yang rawan bencana seperti sekarang, tak ada salahnya memiliki asuransi kerugian tersebut. Untuk mendapatkannya, Anda bisa datang ke perusahaan asuransi yang terpercaya dan telah berpengalaman.

Temukan informasi lebih lengkapnya mengenai produk asuransi ini dengan terlebih dahulu mengunjungi website CekAja.com. Ada berbagai pilihan merk asuransi ternama di sana. Bandingkan dan pilih asuransi kerugian yang paling pas untuk Anda secara online!

Tentang Penulis

Sindhi Aderianti

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami