Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

4 menit waktu bacaan

Cek Perbedaan Quick Count, Real Count, dan Exit Poll!

by Tisyrin N. T on 18 April, 2019

Setelah pesta demokrasi Pemilu 2019 usai, masyarakat biasanya langsung memantau hasil quick count untuk mengetahui siapa pasangan calon presiden dan wakil presiden yang unggul. Selain quick count, ada pula istilah real count dan exit poll, apa bedanya?

Bisnis Pemilu - CekAja

Singkatnya, quick count dan exit poll hanyalah cara untuk memprediksi kemenangan, sedangkan real count adalah hasil yang sebenarnya. Quick count dan exit poll akan keluar jauh lebih cepat dari real count

Menghitung keseluruhan hasil pemilu tentu memakan waktu tak sebentar, mengingat jumlah pemilih yang tak sedikit. Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencatat terdapat jumlah pemilih dalam Pemilu 2019 sebanyak lebih dari 192 juta orang. Jumlah pemilih perempuan mencapai 96,55 juta orang dan laki-laki 96,27 juta orang.

Untuk pertama kalinya, Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) berlangsung serentak pada pemilu tahun ini. Pasangan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin serta Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno bertarung untuk memperebutkan gelar presiden dan wakil presiden.

Nah, untuk kamu yang sedang deg-degan menanti hasil akhir Pemilu 2019, pahami dulu yuk perbedaan quick count, real count, dan exit poll:

Quick Count

Usai hingar bingar pencoblosan, masyarakat biasanya langsung menantikan hasil quick count yang disebarkan lewat media. Apakah sebenarnya quick count itu? Quick count alias hitung cepat merupakan sebuah metode untuk mengetahui hasil pemilu dengan cara menghitung persentase hasil di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang dijadikan sampel.

Quick count memungkinkan masyarakat mengetahui hasil pemilihan di hari yang sama ketika pemilu berlangsung. Namun, terdapat peraturan terbaru dari Mahkamah Konstitusi (MK) yaitu quick count baru boleh diumumkan pukul 15.00 WIB di hari pencoblosan. Alasannya jika diumumkan sebelum jam tersebut, akan mempengaruhi masyarakat yang belum memilih. Hukuman bagi yang menggelar quick count sebelum pukul 15.00 WIB adalah pidana 18 bulan penjara.

Metode quick count belum populer sebelum era reformasi. Metode ini mulai muncul pada Pilpres 2004. Saat itu terdapat lima pasangan capres dan cawapres yaitu Susilo Bambang Yudhoyono – Jusuf Kalla, Amien Rais – Siswono, Megawati Soekarnoputri – Hasyim Muzadi, Wiranto – Salahudin Wahid, dan Hamzah Haz – Agum Gumelar.

Meskipun bisa menyajikan data dalam waktu yang sangat cepat, metode quick count punya berbagai kekurangan, misalnya dari segi sampel. Bukan tidak mungkin terjadi kesalahan dalam pengambilan sampel, sehingga tidak merepresentasikan kondisi sesungguhnya. Atau, bisa juga rentan terjadi keberpihakan dari lembaga yang melakukan quick count, hal ini tentu berpengaruh terhadap hasil quick count.

(Baca juga: Coffee Morning with The CEO: Pemilu dan Lima Tahun Berikutnya..)
Real Count

Untuk hasil akhir pemilu dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) disebut sebagai real count. Ya, real count adalah hasil penghitungan yang sesungguhnya dari seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Indonesia. 

Karena itulah, hasil real count tidak bisa diketahui secara cepat. Butuh waktu berhari-hari bagi KPU untuk mengetahui hasil real count. Hasil penghitungan KPU inilah yang dijadikan landasan untuk menentukan pemenang pemilu.

Lalu kapan hasil resmi dari KPU diumumkan? Mengintip Pasal 413 Ayat (1) Undang-undang Nomor 17 tentang Pemilu, KPU menetapkan hasil pemilu paling lambat 35 hari setelah hari pemungutan suara.

(Baca juga: Ini Dia Potret Pemilu 2019 di Berbagai Negara)
Exit Poll

Nah, ada pula istilah exit poll. Metode yang satu ini berupa survei yang dilakukan segera setelah pemilih meninggalkan TPS di hari pemungutan suara. Survei dilakukan dengan cara melempar pertanyaan langsung pada masyarakat setelah menggunakan hak pilihnya.

Namun, dalam pelaksanaan survei bisa jadi terdapat pemilih yang tidak jujur saat menjawab pertanyaan. Untuk itu, lembaga harus memperbanyak sampel responden. Kelebihan exit poll yakni dapat dimanfaatkan untuk memetakan demografi pemilih.

Data yang bisa terkumpul yaitu usia, agama, gender, pendidikan, pendapatan, dan lain sebagainya. Data apa saja yang bisa terkumpul tergantung dari pertanyaan yang diberikan. Data yang ada bisa digunakan untuk mencari tahu penyebab kemenangan atau kekalahan kandidat.  

Itulah perbedaan quick count, real count, dan exit poll. Yuk, tunggu hasil resmi pemilu dari KPU! 

Butuh tambahan modal bisnis di tahun politik? Cek pilihannya di CekAja.com ya!

 

Tentang Penulis

Penulis konten yang pernah mencicipi profesi sebagai jurnalis bidang finansial, kesehatan, seni, dan lifestyle.