Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

5 menit waktu bacaan

Cara Cek Saldo Jamsostek

by Surtan Siahaan on 11 September, 2017

persiapan pensiun _ investasi - CekAja.com

Bagi karyawan yang berencana untuk banting setir jadi pengusaha wajib cek saldo Jamsostek. Saldonya bisa untuk menambah modal usaha jika telah bekerja puluhan tahun.

Bagi yang belum tahu, saat ini semua peserta Jaminan Hari Tua (JHT) Jamsostek (yang kini sudah berubah nama menjadi BPJS Ketenagakerjaan) memang bisa mencairkan dana JHT tanpa harus menunggu hingga masa kepesertaan mencapai 10 tahun atau telah masuk usia pensiun yakni 56 tahun.

Kebijakan lama yang menyulitkan pencairan JHT dibatalkan setelah Peraturan Pemerintah (PP) No. 46 tahun 2015 yang menjadi dasar hukumnya diubah oleh Peraturan Pemerintah (PP) No 60 tahun 2015 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2015 Tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Hari Tua.

Aturan baru ini menyatakan, dana JHT bisa dicairkan 10%, 30% hingga 100% tanpa harus memenuhi syarat yang ditetapkan dalam aturan lama. Alhasil, dana yang sudah dipotong dari gaji kita selama bertahun-tahun bisa langsung dinikmati tanpa harus menunggu lama lagi. Dengan begitu, kita bisa lebih mudah menikmati keuntungan bpjs ketenagakerjaan.

Namun, sebelum mencairkan dana JHT, ada baiknya mengetahui berapa saldo yang ada di rekening milik kita. Siapa tahu nilainya cukup besar. Karena semakin panjang masa kerja, semakin besar pula uang yang tersimpan di dalam rekening tersebut.

Untuk mengecek saldo JHT, kita pun tak perlu harus mendatangi kantor cabang. Sebab, kini ada acara yang jauh lebih mudah untuk mengetahui besaran saldo kita yakni melalui SMS, website dan bahkan melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

Cara Cek Saldo Jamsostek Secara Online

beli reksadana online _ investasi - CekAja.com

Sebenarnya, terdapat dua cara untuk mengecek saldo secara online yakni melalui aplikasi BPJSTK Mobil yang merupakan aplikasi resmi milik BPJS Ketenagakerjaan dan melalui E-Saldo JHT atau situs web resmi BPJS Ketenagakerjaan di www.bpjsketenagakerjaan.go.id. Karena langkah dan prosesnya berbeda, baiklah kita membahas keduanya secara terpisah di bawah ini.

BPJSTK Mobile

Peserta dapat mengetahui saldo JHT cukup melalui smartphone. Asal kuota dan kualitas jaringan internet cukup baik, kita bisa menggunakan cara ini di mana saja. Berikut adalah langkah-langkah yang harus dilakukan.

  1. Unduh aplikasi BPJSTK Mobile. Aplikasi ini tersedia untuk smartphone yang memiliki sistem operasi berbasis Android, iOS dan Blackberry.
  2. Setelah diunduh, lakukan registrasi untuk memperoleh PIN.
  3. Masukkan nama lengkap, tanggal lahir, nomor peserta BPJS Ketenagakerjaan dan nomor e-KTP.
  4. Setelah mendapatkan PIN, klik menu cek saldo.
  5. Nominal saldo JHT langsung ditampilkan secara real time.
E-Saldo JHT

Sebelum menggunakan fitur e-saldo JHT, peserta harus melakukan registrasi terlebih dahulu. Caranya juga tidak sulit.

Langkah pertama adalah masuk ke website resmi BPJS Ketenagakerjaan. Kemudian masukkan nama lengkap, tanggal lahir, nomor e-KTP, nama ibu kandung, nomor KPJ aktif, nomor handphone aktif dan alamat email aktif. (Baca: Bisakah Kartu Jamsostek Digadaikan?)

Selanjutnya, sistem akan secara otomatis mengirimkan PIN melalui email dan SMS. PIN ini dibutuhkan agar kita bisa masuk ke sistem dan menggunakan fitur e-saldo JHT. Setelah mendapatkan PIN, berikut ini langkah yang harus dilakukan untuk mengecek saldo:

  1. Klik bagian e-service pada website dan klik kolom tenaga kerja.
  2. Setelah itu masukkan PIN aktivasi yang kita peroleh dari SMS maupun email yang dikirimkan oleh BPJS Ketenagakerjaan.
  3. Klik kolom saldo JHT kemudian klik submit.
  4. Nominal saldo JHT terakhir milik kita akan langsung ditampilkan secara real time.
Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan melalui ATM BNI

Selain melalui website dan aplikasi resmi, kita juga bisa mengetahui saldo JHT melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Namun, sampai saat ini fasilitas cek saldo ini hanya bisa dilakukan melalui jaringan ATM BNI.

Cara ini terbilang jauh lebih mudah dibandingkan cara-cara lainnya sebab nasabah hanya tinggal memasukkan kartu debit dan memilih layanan cek saldo BPJS. Dalam hitungan detik, saldo terakhir akan langsung terpampang di monitor ATM.

Meski nasabah BNI bisa melakukan pengecekan saldo melalui ATM, bukan berarti mereka juga dapat melakukan transfer saldo tersebut ke rekening BNI mereka.

aplikasi smartphone - CekAja.com
Saat ini, mengecek saldo Jaminan Hari Tua (JHT) BPJS Ketenagakerjaan sangat mudah. Kita bahkan bisa melakukannya melalui smartphone kesayangan. Cukup unduh aplikasinya secara mobile dan dapatkan kemudahannya.
Ingin cairkan JHT hingga 100%? Resign dulu!

Seperti sudah disebutkan di awal artikel, saat ini peserta BPJS Ketenagakerjaan dimungkinkan untuk mencairkan JHT hingga 100%. Namun, syaratnya kita mesti memiliki surat keterangan berhenti kerja alias resign dari tempat bekerja.

Selain surat keterangan, persyaratan lain yang harus dilengkapi adalah kartu Jamsostek/BPJS Ketenagakerjaan, KTP/SIM, kartu keluarga, buku tabungan dan surat keterangan PHK bagi mereka yang terkena PHK. (Baca: Jika Terkena PHK, Begini Cara Mengelola Uang Pesangon yang Benar)

Setelah mengumpulkan seluruh persyaratan di atas, buatlah kopi rangkap dari dokumen tersebut minimal dua lembar masing-masing. Selanjutnya, datangi kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan di wilayah di mana kantor atau perusahaan berada.

Selanjutnya, minta formulir pengajuan klaim JHT pada petugas dan isi sesuai petunjuk. Sisipkan surat tersebut dengan kopi dokumen persyaratan yang sudah dibawa dan jangan lupa untuk menandatangani surat pernyataan tidak sedang bekerja di perusahaan manapun.

Tahapan selanjutnya, peserta akan dipanggil oleh petugas untuk wawancara dan foto. Jilka petugas memutuskan bahwa kelengkapan dokumen dan alasan pencairan JHT sesuai dengan aturan yang berlaku, seluruh saldo JHT yang berada di rekening BPJS Ketenagakerjaan akan ditransfer ke rekening pribadi peserta.

Nah, setelah menerima uang yang sudah kita tabung bertahun-tahun melalui iuran JHT, sekarang saatnya untuk menggunakannya. Ingat, gunakan uang tersebut dengan bijak. Bila berniat berhenti kerja dan memulai bisnis, gunakan dana tersebut sebagai modal usaha.

Jika mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) maka gunakan dana tersebut untuk kebutuhan hidup hingga memperoleh pekerjaan baru. Selamat mencoba!

Tentang Penulis