Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

6 menit waktu bacaan

Cerita Moza Pramita Soal Bisnis dan jadi Saksi Sejarah Persatuan Indonesia

by Gentur Putro Jati on 16 Agustus, 2019

Moza Pramita adalah salah satu orang yang beruntung bisa menjadi saksi sejarah aktivitas sarapan pagi bersama Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto pada Sabtu (13/7) lalu.

Perempuan pengusaha, yang juga putri sulung dari pasangan Pramono Soekasno dan Dewi Motik Pramono menuturkan, momentum bertemunya dua kontestan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 itu adalah hadiah paling indah bagi Indonesia yang akan merayakan Hari Kemerdekaan ke-74 pada 17 Agustus 2019.

Menurut Moza, pertemuan Jokowi dengan Prabowo merupakan simbol dari rekonsiliasi dua tokoh negara. Dalam beberapa bulan masa kampanye Pilpres 2019, keduanya berkompetisi memikat hati rakyat untuk memberikan hak suaranya untuk mereka.

Kompetisi yang sempat membuat tensi kedua kubu pendukung pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) cukup memanas.

Indonesia menurut Moza sangat beruntung, karena di balik kontestasi politik lima tahunan tersebut, baik Jokowi dan Prabowo yang sejak dulu dikenal berteman baik bisa mencairkan suasana tegang melalui pertemuan non-formal di Stasiun MRT Lebak Bulus. Keduanya bersama-sama menaiki MRT tersebut menuju Senayan untuk menyantap sarapan bersama dengan suasana akrab dan hangat, serta penuh canda tawa.

“Rasanya ini adalah sarapan yang paling disaksikan se-Indonesia. Suasana akrab dan santai keduanya terasa hangat. Yang pasti ini adalah hadiah paling indah untuk Bangsa Indonesia yang memiliki ketulusan dan kebaikan,” ujar Moza kepada CekAja.com.

Pemilik bisnis produk kecantikan Lashes By Moza dan situs LiburKeluarga.com ini mengaku dirinya cukup terkejut dengan pertemuan tersebut.

Moza Pramita Jokowi Prabowo

“Kejutan yang tak disangka-sangka, diberikan oleh dua negarawan. Pertemuan yang menyatakan bahwa sesungguhnya INDONESIA selalu SATU dengan segala keragamannya,” kata Moza kepada CekAja.com.

(Baca juga: Rayakan HUT RI ke-74, CekAja Kasih Hadiah Liburan Gratis ke Jogja!)

Simak penuturan Moza yang menjadi saksi sejarah pertemuan Jokowi dan Prabowo. Sekaligus upayanya membantu kaum perempuan lebih mandiri secara finansial melalui pemanfaatan teknologi, dalam momentum Hari Kemerdekaan Indonesia ke-74.

CekAja (CA): Bagaimana seorang Moza Pramita memaknai Hari Kemerdekaan Indonesia ke-74 dari sudut pandang seorang perempuan?

Moza: Bersyukur lahir dan hidup sebagai perempuan Indonesia yang terdidik baik etika dan budayanya, lalu berkarier dan berkeluarga dengan pandangan masa depan yang baik untuk anak cucu.

CA: Apa saja belenggu yang masih dirasakan oleh perempuan masa kini? Bagaimana cara untuk membebaskan diri dari kondisi tersebut?

Belenggu hanya akan ada kalau kita membatasi diri. Contohnya nih, saya pernah merasa kalau saya gak akan bisa diving. Karena saya jarang diajak ke laut, dan seram melihat laut yang gelap.

Namun, saya belajar dan saya lewati rasa takut. Sampai akhirnya saya bisa tuh renang-renang cantik bareng WHALE SHARK di Gorontalo.

CA: Indonesia belum bisa lepas dari kultur budaya patriarki. Contoh, perempuan bekerja tetap menjalankan peran ganda untuk mengurus rumah dan anak-anak. Bagaimana cara memperbaiki hal-hal seperti ini?

Di Sumatera Barat, khususnya di suku Padang malah dikenal budaya Matriarki. Baik patriarki maupun matriarki hanya akan jadi hambatan kalau diperlalukan sebagai hambatan.

Kalau saja kita mau banyak baca-baca, sesungguhnya peran perempuan Indonesia jauh lebih modern dibanding Amerika. Hingga sekarang belum pernah ada kan Presiden Amerika yang perempuan? 

Cara memperbaikinya adalah dengan memberikan kesempatan. Jumlah perempuan di Indonesia lebih banyak lho. Sekarang kembali lagi ke kita, berani gak bikin perubahan?

CA: Di era digital, banyak aplikasi yang memudahkan hidup perempuan. Apa saja aplikasi wajib yang ada di ponsel Moza Pramita, dan kemudahan apa saja yang didapat dari aplikasi tersebut?

iPusnas , iJak, GO JEK , Grab, OVO, BCA, Citibank, ComWel, Tabata, Garmin , True coach, Traveloka, Tiket.com, Cashbac. All the apps help me to move WITHOUT Moving.

CA: Dalam beberapa tahun terakhir, Anda juga aktif dalam berbagai kegiatan pelatihan pemberdayaan perempuan yang dilakukan IWAPI dan Facebook. Terutama dalam hal pemanfaatan teknologi untuk pengembangan bisnis UMKM. Apa misi Anda dengan inisiatif tersebut?

IWAPI dan Facebook melakukan pelatihan digital. Marketing memudahkan para pelaku UKM meraih pangsa pasar. Misi saya pribadi sih, agar banyak terjadi koneksi dagang sesuai kebutuhan para pesertanya.

Contoh pemilik usaha makanan ayam goreng bisa langsung beli bumbu, dan bahan dasar kepada suplier pertama. Jadi gak banyak jalur yang harus dilewati. Atau pemilik butik bisa langsung pesan kain dari pengrajin tidak perlu melalui tengkulak.

CA: Bagaimana cara pemanfaatan teknologi untuk hal positif yang bisa dilakukan perempuan Indonesia? Apa saja contoh yang sudah Anda lakukan?

Yang utama komunikasi jadi lebih efisien. Untuk bisnis, tidak perlu lagi buka lapak atau toko. Tinggal ganti-ganti foto di status WhatsApp bisa langsung terjadi promosi dan transaksi.

(Baca juga: Ayo Ceritain Siapa Pahlawan Finansial Kamu dan Rebut Hadiah Jutaan Rupiah dari CekAja!)

Selain itu, teknologi juga memudahkan kita untuk mendapatkan edukasi. Buku-buku yang tadinya harus dalam jilid tebal dan berat pula, sekarang bisa dibaca dengan nyaman di smartphone.

CA: Apa tips merintis bisnis bagi perempuan Indonesia yang ingin sejahtera secara finansial, namun tetap bisa dekat dengan anak-anak?

Pilih hal yang disukai. Jangan ‘maksa’ jual masakan kalau gak suka masak.

Kalau jagonya memang pilih-pilih baju dan tas, ya bisnis itu yang dipilih. Misalnya dengan memulai menjadi reseller. Sebelumnya kasih diri kamu waktu tiga bulan untuk melihat pangsa pasar. Jangan baru dua hari jualan di sosial media (sosmed), terus gak laku lalu udahan karena gampang BT (kesal). Sabaaar..

CA: Presiden Jokowi dalam Rakernas IWAPI di Padang tahun lalu memuji ketelitian dan ketelatenan perempuan pengusaha Indonesia. Bagaimana menurut Anda?

Semoga diterapkan dengan mengajak para perempuan pengusaha dalam berbagai forum nasional dan internasional sih. Keseringan yang diajak pak Presiden, dia lagi dia lagi dan laki-laki pula.

Moza Jokowi

CA: Selain teliti dan telaten, apa lagi kekuatan yang dimiliki seorang perempuan yang dapat jadi modal sukses sebagai pengusaha?

Pantang menyerah dan multitasking. Misalnya seorang make up artist (MUA) bisa juga jadi stylist dan fotografer lalu content manager sosmed. Kece kan?

CA: Kami melihat Anda ikut hadir di acara rekonsiliasi Pak Jokowi dan Pak Prabowo beberapa waktu lalu. Menurut Anda, apa arti rekonsiliasi kedua capres tersebut bagi Indonesia?

Hadiah paling indah untuk Bangsa Indonesia yang memiliki ketulusan dan kebaikan. Kejutan yang tak disangka-sangka diberikan oleh dua negarawan. Menyatakan bahwa sesungguhnya INDONESIA selalu SATU dengan segala keragamannya.

Saya menterjemahkannya sebagai Persatuan kembali, merekat bersama membangun untuk kemajuan BANGSA INDONESIA.

Ayo jadi pengusaha perempuan sesukses Moza!

Menarik bukan kesaksian Moza Pramita bisa menjadi salah satu saksi pertemuan Jokowi dan Prabowo beberapa waktu lalu? Kiprah Moza sebagai pengusaha Indonesia yang sukses, bisa jadi salah satu faktor dirinya mendapat kesempatan ikut serta dalam pertemuan tersebut.

Bagaimana dengan kamu? Tertarik untuk menjadi perempuan pengusaha yang berhasil seperti Moza? Jangan jadikan masalah permodalan sebagai kendala dalam merintis bisnis ya. Kamu bisa mencari modal dalam bentuk Kredit Tanpa Agunan (KTA) sesuai kebutuhan lewat CekAja.com.

Tentang Penulis

Gentur Putro Jati

Ego in debitum, ergo sum