Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

6 menit waktu bacaan

Chelsea vs Arsenal Rivalitas Penuh Gengsi Dua Tim Ibu Kota

by Teti Purwanti on 22 Januari, 2020

Pertandingan Chelsea melawan Arsenal menjadi partai yang ditunggu-tunggu para pecinta sepakbola, khususnya penggemar liga Inggris. Pertarungan dua tim dari ibu kota London tersebut selalu menarik karena sarat akan gengsi demi menjaga nama baik siapa yang terbaik di kota tersebut.

Chelsea vs Arsenal

Akan tetapi, musim 2019-2020 ini sepertinya bukan musim yang bersahabat untuk kedua tim karena mereka masih terseok-seok dan bahkan bisa dibilang mustahil untuk bisa juara dan meruntuhkan dominasi Liverpool yang saat ini sangat digdaya dengan selisih poin 16 dari posisi kedua yang ditempati Manchester City.

Meski begitu, pertandingan kedua tim ini masih menarik untuk disaksikan. Sebelum menonton pertempuran tim London Biru dan London Merah ini, ada baiknya untuk mengetahui fakta menarik tentang kedua tim

Duel tim pesakitan

Chelsea dan Arsenal sama-sama menjalani musim yang buruk. Chelsea masih sedikit lebih baik karena masih berada di posisi 4 klasemen serta masih berpeluang untuk bisa mentas di kompetisi akbar Benua Biru yaitu Liga Champions.

Chelsea yang musim ini banyak dihuni pemain muda seperti Mason Mount, Tammy Abraham, Christian Pulisic, dan Fikayo Tomori kerap menjadi kepercayaan pelatih Frank Lampard. 

Tim yang pernah menguasai Inggris dan Eropa tersebut telah menjalani 23 pertandingan dengan rekor 12 kemenangan, 3 seri, dan 8 kekalahan serta berhasil meraih poin 39.

Jelang pertandingan melawan Arsenal, Chelsea memiliki modal buruk karena baru saja menelan kekalahan 1-0 melawan Newcastle United yang saat ini berada di posisi 12.

Sementara itu, Arsenal juga sama tidak menterengnya dengan Chelsea karena pada pertandingan terakhir tim ini hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Sheffield United di kandang. 

Nila mengacu pada posisi di papan klasemen, Arsenal jauh lebih buruk dari Chelsea karena hanya mampu bertengger di posisi 10, jauh di bawah posisi 4 yang biasanya ditempati The Gunners tiap musimnya.

Tim Meriam London itu hingga saat ini hanya mampu meraih 6 kemenangan, 11 seri, dan 6 kali kalah dari 23 pertandingan serta hanya mampu meraup 29 poin, terpaut 10 angka dari Chelsea.

Menarik untuk disaksikan siapa yang berhasil memenangi duel dua tim pesakitan ibu kota tersebut. 

Sama-sama dilatih legenda tim

Chelsea dan Arsenal sama-sama dilatih oleh dua orang yang pernah sangat berjasa untuk tim saat menjadi pemain, atau bisa disebut sebagai legenda tim.

Chelsea saat ini dilatih oleh Frank Lampard sejak awal musim. Lampard merupakan sosok pelatih muda yang baru menjalani debutnya melatih tim Premier League bersama Chelsea. 

Pada awal kedatangannya, banyak yang meragukan kemampuan manajerial Lampard. Namun, berada di posisi 4 klasemen bukan hal buruk bagi seorang pelatih baru.

Pada saat menjadi pemain, Frank Lampard mengawali karir gemilang di West Ham United pada tahun 1995 hingga kemudian puncak karirnya berada pada saat dia bermain untuk Chelsea pada periode 2001 hingga 2014.

Lampard juga sempat bermain di Major League Soccer AS bersama New York FC dan pernah membela Manchester City.

Pria asal Inggris kelahiran 20 Juni 1978 tersebut merupakan keponakan Harry Redknapp yang juga seorang legenda sepakbola Inggris.

Lampard pernah 3 kali merasakan juara Liga Primer Inggris, 4 kali piala FA, 2 kali piala Liga Inggris, 2 kali juara Community Shield, 1 kali juara Liga Champions Eropa, dan 1 kali juara Liga Uefa yang semuanya diraih saat berseragam Chelsea.

Kini, tantangan berat ada di pundaknya untuk bisa membawa Chelsea kembali berprestasi sebagai pelatih.

(Baca Juga: Menilik Sejarah Asuransi Perjalanan hingga Manfaatnya untuk Bepergian)

Sementara itu, kubu sebelah juga kini dilatih oleh legendanya yang bernama Mikel Arteta yang resmi melatih Arsenal pada 20 Desember 2019 menggantikan legenda Arsenal lainnya, Freddie Ljungberg.

Uniknya, Arteta menjadi pelatih ketiga Arsenal pada musim ini karena pada awal musim klub tersebut dilatih oleh Unai Emery yang dipecat pada awal Desember lalu.

Meskipun telah tiga kali berganti pelatih, namun klub tersebut masih tertatih di papan tengah klasemen sementara.

Beban berat kini ada di pundak Arteta yang diharapkan mampu membawa Arsenal ke posisi yang lebih baik di klasemen.

Sebelum menjadi pelatih Arsenal, Mikel Arteta merupakan asisten pelatih Pep Guardiola di Manchester City.

Ilmu manajerial yang didapat selama menjadi asisten sejak 2016 silam di klub pesaing Manchester United tersebut dianggap cukup untuk mengemban beban berat melatih The Gunners.

Jauh sebelum menjadi pelatih, Mikel Arteta pernah menjadi kapten Arsenal. Dia bermain untuk Meriam London sejak tahun 2011 hingga tahun 2016 yang menjadi tahun pensiunnya sebagai pemain. 

Namun, pria kelahiran 26 Maret 1982 asal Spanyol tersebut belum sekalipun mempersembahkan gelar juara untuk Arsenal.

Selain membela Arsenal, Arteta pernah menjadi pemain Barcelona B, Paris Saint Germain, Glasgow Rangers, Real Sociedad, dan Everton.

Chelsea lebih unggul saat bertemu Arsenal

Pertandingan kedua tim baru akan berlangsung pada 22 Januari mendatang. Namun, bila bicara rekor dan statistik, Chelsea diunggulkan dalam pertandingan ini. 

Bertindak sebagai tuan rumah, jelas menjadi keunggulan untuk tim asuhan Frank Lampard tersebut.

Pada pertemuan pertama di Emirates Stadium yang merupakan kandang Arsenal, Chelsea berhasil unggul 2-1 meskipun sempat tertinggal 1-0 lewat gol striker Arsenal Aubameyang.

Namun kemudian Chelsea berbalik unggul lewat gol dari Jorginho dan Tammy Abraham.

Selain secara peringkat klasemen lebih baik, rekor pertemuan kedua tim juga lebih berpihak pada Chelsea.

The Blues berhasil menang 3 kali dan kalah 1 kali serta dua kali seri dalam 6 laga terakhir melawan Arsenal di Premier League.

Sementara dalam 16 laga terakhir melawan Arsenal, Chelsea hanya kalah 2 kali, 5 kali seri, dan sisanya 9 kali meraih tiga poin.

Kemudian, dari 7 pertandingan terakhir sebagai tuan rumah Chelsea belum pernah kalah dengan catatan 6 kemenangan dan 1 kali seri di Premier League.

Bila dilihat dari seluruh kompetisi, Chelsea tidak terkalahkan dari Arsenal dalam 8 laga kandang terakhir sebagai tuan rumah dengan catatan 6 kali menang dan 2 kali seri.

Gawang Chelsea juga tercatat 6 kali bersih dari kebobolan saat bertemu Arsenal dari 10 laga kandang terakhir di Premier League.

Keunggulan lainnya Chelsea atas Arsenal adalah tim Biru tersebut minimal mencetak 2 gol dalam 9 dari 11 laga kandang terakhir melawan Arsenal di semua kompetisi.

Akan tetapi, apakah catatan apik Chelsea tersebut mampu terulang dalam 2×45 menit pertandingan tanggal 22 Januari nanti?

Ataukah justru Arsenal yang bisa mempecundangi Chelsea dengan letupan meriamnya?

Ajang pembuktian ketajaman striker

Pertandingan nanti pastinya akan menjadi ajang pamer kesuburan masing-masing striker kedua tim.

Pencetak gol terbanyak Chelsea pada musim ini adalah Tammy Abraham dengan ledakan 13 gol di Premier League dan di posisi selanjutnya top scorer The Blues ada Mason Mount dengan 5 gol serta Christian Pulisic dengan 5 gol.

Selisih gol antar pemain Chelsea cukup jauh sehingga tumpuan terbesar ada di pundak Abraham untuk bisa mencetak gol ke gawang Arsenal.

Sementara itu, pemain tersubur Arsenal musim ini adalah Pierre Emerick Aubameyang yang mampu mencetak 14 gol di Premier League.

Sama seperti Chelsea, pencetak gol terbanyak Arsenal berikutnya juga terpaut jauh yakni hanya 5 gol yang dicetak oleh Alexandre Lacazette serta 3 gol yang dicetak Nicolas Pepe. 

Pada perjumpaan pertama, baik Abraham ataupun Aubameyang yang merupakan pencetak gol terbanyak di klubnya masing-masing mampu mencetak masing-masing sebiji gol.

Lantas, pada pertemuan nanti siapakah yang mampu membuktikan ketajamannya serta bisa membawa pulang tiga angka untuk timnya?

Duel klasik ini akan menentukan posisi Chelsea untuk bisa bertahan dalam zona Liga Champions Eropa musim 2020-2021 nanti.

Sementara bagi Arsenal, laga ini penting untuk menjaga nama baik The Gunners sebagai salam satu tim terbaik di London dan juga Inggris serta untuk memperbaiki posisinya di klasemen.

Ingat, bola itu bundar. Sehingga apapun data dan fakta yang tersaji di atas kertas tidak akan berguna pada saat kedua tim bertemu di atas lapangan hijau untuk membuktikan diri sebagai yang terbaik di London.

Tentang Penulis

Teti Purwanti

Ibu penuh waktu. Penulis setengah waktu. Jurnalis di sisa waktu.