Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Ciputra Tutup Usia, Ini Sikap yang Bisa Kamu Teladani!

by Gito on 28 November, 2019

Kemarin, 27 November 2019, Begawan properti Indonesia, Ciputra tutup usia di usia 88 tahun. Indonesia berduka, lantaran salah satu punggawa pembangunan ibukota Jakarta akhirnya kalah melawan sesuatu yang memang tidak pernah bisa dimenangkannya, usia.

ciputra bisnis properti - CekAja.com

Pak Ci, begitu dia akrab disapa, sukses mengubah wajah ibukota melalui pembangunan properti ikoniknya, salah satu hasil karya terbaiknya adalah Taman Impian Jaya Ancol, yang kini masuk dalam 5 wahana terbesar di dunia.

Ciputra atau Tjie Tjin Hoan wafat di Singapura, tepatnya di rumah sakit Gleneagles Hospital Singapore. Banyak sekali kisah hidup yang bisa diteladani oleh pemilih salah satu perusahaan property terbesar di Indonesia.

Selain sebagai seorang pebisnis, Pak Ci juga dikenal sebagai filantropis alias dermawan. Pria lulusan Intitut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Teknik Arsitektur itu juga dikenal sebagai pendiri Ciputra Foundation yang banyak membantu masyarakat Indonesia untuk bisa menjadi entrepreneur.

Lahir di Parigi, Sulawesi Selatan 1931, Ciputra juga masuk dalam jajaran orang terkaya di Indonesia versi Forbes.

Total kekayaan Pak Ci dan keluarga diketahui mencapai US$1,3 miliar atau setara dengan Rp18,33 triliun. Jumlah tersebut didapatkan dari beragam bisnis property yang digelutinya mulai dari real estate, gedung, pusat perbelanjaan dan area komersial lainnya.

Proyek yang berada dibawah naungan Ciputra Group saat ini sudah tersebar di 23 provinsi di Indonesia. Tidak mudah untuk bisa menjadi seperti sang Begawan properti, jalan yang kadang terjdal berliku juga asam garam sudah dilewati dan dirasakannya hingga kepiawaiannya dalam menjalankan bisnis properti semakin moncer. Nah Simak yuk, sikap apa saja yang

(Baca juga: Perhatikan 6 Hal Penting Ini Sebelum Investasi Properti)
Tanggung Jawab

Untuk bisa menjadi pebisnis handal seperti Pak Ci, kamu harus memilki rasa tanggung jawab yang tinggi. Ciputra pernah mengalami pasang surut dalam bisnisnya.

Seperti yang terjadi pada tahun 1998 lalu, ketika krisis ekonomi melanda negeri ini, harga bahan pokok melambung tak terkendali, tidak terkecuali sektor properti yang dibuat tak bernyali.

Perusahaan yang sudah didirikannya, Metropolitan Group, Jaya Group dan Ciputra Group harus menghadapi krisis ekonomi.

Karena kondisi ekonomi sangat mengalami gejolak, utang yang selama ini digunakan untuk pengembanan bisnis mengalami peningkatan yang luar biasa.

Maklum, banyak utang dimiliki oleh Pak Ci merupakan utang dalam bentuk valuta asing seperti dollar AS.

Padahal kondisi nilai tukar rupiah pada saat itu sudah sangat tersiksa, betapa tidak, dari awal nilai tukar rupiah dikisaran Rp2.000 per dollar AS, melambung hingga 5 kali lipat dalam waktu 1 tahun.

Alhasil untuk memenuhi tanggung jawabnya, Dia sampai harus turun tangan melakukan negosiasi dengan konsumennya. Tanah dan juga rumah miliknya harus berpindah tangan demi menyelesaikan utang.

Ya, karena kondisi tersebut, Pak Ci tidak bisa melanjutkan pembangunan proyek propertinya namun uang muka sudah diterima dan ironisnya, perusahaannya kala itu tidak bisa mengembalikan uang muka tersebut.

JIka tidak karena rasa tanggung jawabnya yang tinggi, dia pasti sudah kabur dan tidak peduli atas utangnya kepada konsumen.

Kamu bisa meneladani hal tersebut, karena bisnis selalu bersinggungan dengan rasa tanggung jawab, baik itu tanggung jawab kepada investor ataupun kepada konsumen.

Memberikan pelayanan yang baik juga termasuk dalam bentuk tanggung jawab untuk mengembangkan bisnis.

(Baca juga: Yuk Berburu Properti di Dekat MRT!)
Jujur dan Berani

Di kala kondisi ekonomi bangsa morat marit, Pak Ci dengan berani melakukan negosiasi dengan bank terkait penyelesaian utangnya.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS terus menunjukkan ketidak berdayaannya, padahal perusahaan memilki utang hampir US$100 juta.

Suka tidak suka, pihak bank tetap harus mengetahui kondisi keuangan perusahaan.

Akhirnya Pak Ci turun tangan sendiri dan melakukan negosiasi dengan perbankan. Prosesnya cukup alot, karena sejak 1998 negosiasi baru rampung di tahun 2004.

Kamu yang sedang memulai bisnis tampak harus banyak belajar dengan Ciputra. Dengan kejujuran dan juga keberanian, maka apapun bisa dilewati.

Memang prosesnya diyakini pasti tidak mudah, tetapi melakukan sesuatu dengan jujur masih lebih baik ketimbang hanya meratapinya dan tidak berbuat apa-apa.

Integritas, Profesionalisme dan Entrepreneurship

Sikap ini merupakan prinsip yang dikatakan Ciputra harus dimiliki untuk menjadi pengusaha sukses.

Pasalnya integritas merupakan pondasi penting dalam membangun kesuksesan. Ditambah integritas merupakan dasar dalam menjalin hubungan kepercayaan.

Dalam Integritas terdapat moral dan juga kejujuran. Sedangkan dalam Profesionalilsme mencakup juga keahlian dalam bidang tertentu. Nah kedua sikap tersebut tanpa ada entrepreneurship hanya akan menjadi karyawan yang baik saja.

Dengan Entrepreneurship juga, kamu bisa memperpendek jurang antara si kaya dan juga si miskin.

Kamu bisa mulai dari sekarang menerapkan hal-hal tersebut dalam kehidupan. Terpenting adalah, dimulai. Urusan modal, jangan ragu, kamu bisa ajukan di CekAja.com

Tentang Penulis

Gito

Veritas Vos Liberabit