Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Ciri-ciri dan Bahaya Berteman dengan Frenemies Bagi Kesehatan Mental

by Anes Saputra on 27 Maret, 2020

Apakah selama ini kamu merasa punya teman yang justru merasa sedih saat kamu bahagia, suka menjelek-jelekkan pacar kamu, atau malah sering menggoda pacar kamu? Itu adalah ciri yang paling mudah dilihat dari seorang frenemies.

Frenemies adalah mereka yang ngaku sebagai teman bahkan sahabat tapi sebetulnya hanya berpura-pura. Dia hanyalah orang yang iri dan tidak suka sama kamu. Kata frenemies sendiri diambil dari friend dan enemy.

Kamu tentu tidak ingin terjebak dalam hubungan dengan orang yang sebenarnya frenemies kan? Untuk itulah kamu perlu mengetahui beberapa hal terkait ciri frenemies, dampak psikis, serta cara untuk memutuskan hubungan dengan dia. Berikut penjelasan selengkapnya.

Siapa itu frenemies? 

Seperti yang sudah sempat disinggung sebelumnya, frenemies merupakan teman tapi dia tidak menyukaimu bahkan iri padamu layaknya seorang musuh. Frenemies selalu berasal dari lingkaran yang dekat dengan kamu. Mungkin saja dia adalah teman, kolega, atau bahkan orang dari keluargamu.

Karena sudah merasa dekat, seringkali kita malah tidak bisa membedakan mana yang tulus dan mana yang sesungguhnya frenemies. Untuk dapat segera mengenalinya, perhatikan ciri-ciri frenemies berikut ini:

  • Seorang frenemy tidak akan merasa bahagia saat kamu meraih pencapaian tertentu. Mereka justru akan merasa senang saat kamu kalah, menderita, sedih, dan mendapatkan banyak masalah. Rasa tidak sukanya padamu muncul karena dia selalu merasa iri akan apa yang kamu dapatkan.
  • Dia selalu merendahkan kamu dan melukaimu dengan kata-kata bahkan tindakan. Kamu harus benar-benar bisa membedakan antara kritik yang membangun dan kata-kata yang sebenarnya ditujukan untuk memojokkan serta menjatuhkan kamu. Meski dia teman atau bahkan keluarga, bukan berarti dia punya hak untuk merendahkan dan melukai kamu loh.
  • Dia sering membicarakanmu di belakang. Meski di depanmu dia selalu manis, di belakang dia melakukan hal yang sebaliknya. Dia terus membicarakan tentang kejelekan kamu kepada orang-orang. Dia ingin orang lain tidak menyukaimu.
  • Ada yang beda antara ucapan dan gesture yang dia tunjukkan. Bisa saja ucapannya manis dan selalu mendukung atau memuji kamu tapi setelah diperhatikan lagi gerakan tubuh dan gesture-nya malah menunjukkan hal yang sebaliknya. Tindaknnya tidak sesuai dengan apa yang dia katakan.
  • Dia selalu menyalahkan kamu ketika terjadi masalah atau dia mengalami kegagalan. Ada kalimat yang selalu dia ucapkan yaitu “Aku pasti bisa X, kalau kamu tidak Y”. Itulah format ucapan yang selalu saja dia ulangi untuk membuatmu merasa bersalah dan memojokkan kamu.
  • Dia menggunakan cara yang pasif tapi agresif untuk menyerang kamu. Misalnya saja dia memuji orang lain untuk melukaimu.

Dampak Fisik dan Psikologis

Jika kamu merasa memiliki orang dekat yang menunjukkan ciri-ciri frenemies, sebaiknya kamu segera menjauhinya. Alasannya tentu demi kebaikan dan kesehatan mental kamu. Penelitian menunjukkan bahwa frenemies bisa memberi dampak yang sangat buruk kepada seseorang.

(Baca juga: Film Terbaik Tentang Persahabatan yang Bisa Mengajarkan Arti Teman Sejati)

Terus berhubungan dengan frenemies bisa membuat tekanan darah kamu naik, detak jantung meningkat, dan bahkan level kekhawatiran kamu juga akan naik. Jangan menganggap normal keberadaan seorang frenenmy karena tanpa kamu sadari dia bisa menjadi sumber stres yang kamu alami. 

Rasa iri serta tindakan dia yang sering menyakiti kamu lama-lama akan membuat kamu semakin merasa buruk. Tidak ada rasa percaya apalagi kasih sayang dan keinginan membantu dari dia jika terjadi sesuatu yang buruk padamu.

Cara Mengatasi Frenemies

Jika kamu sudah merasakan adanya frenemies di sekitarmu, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan. Sesungguhnya kamu tidak harus langsung membenci atau meninggalkan dia. Coba lakukan beberapa hal lain terlebih dulu, antara lain:

  • Ajak bicara

Langkah paling awal adalah mengajaknya bicara dari hati ke hati. Katakan sejujurnya bahwa kamu sudah tahu tentang kepura-puraannya. Kamu juga sudah merasa lelah dengan sikap dan kata-katanya yang selalu menyakiti kamu.

  • Break

Bukan hanya dengan pacar, bahkan persahabatan kadang juga butuh yang namanya break. Momen itu bisa dijadikan momen untuk menenangkan diri dan saling intropeksi diri terhadap apa yang selama ini telah terjadi.

  • Menjauh perlahan

Jika kondisi sudah tidak memungkinkan untuk kamu berdiskusi dengan dia, tidak ada salahnya jika kamu yang perlahan menjauh dan meninggalkan dia. Kamu bisa mulai melakukannya dengan mengurangi frekuensi komunikasi via telepon maupun chat, balas pesannya dalam waktu yang lebih lama, dan kamu juga bisa menyibukkan diri.

  • Mute media sosialnya

Kamu tidak perlu lagi melihat apa yang dia lakukan atau sedang dimana dia. Jika tidak ingin terlalu kelihatan, kamu bisa mute media sosialnya terlebih dulu.

(Baca juga: Mengenal JULO, Aplikasi Pinjol Resmi dengan Bunga Terendah)

Sekarang kamu sudah tahu kan ciri orang yang masuk kategori frenemies dan gimana cara mengatasinya? Satu hal lagi nih yang harus ketahui yaitu siapa yang harus kamu temui jika mendadak butuh uang. Kamu bisa langsung minta tolong ke JULO.

JULO merupakan penyedia pinjaman online yang sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga kamu tidak perlu takut soal keamanannya.

Ditambah lagi bunga rendah yang tentu saja akan menguntungkan kamu kala membutuhkan dana dadakan. Untuk mendapatkan dana dari JULO caranya pun relatif mudah, cukup ajukan kebutuhan pinjaman kamu lewat CekAja.com.

Tentang Penulis

Anes Saputra

Artikulasi Sinekdoke