Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Cobain Kuy, Kereta Cepat Jakarta – Bandung Cuma 46 Menit!

by Gito on 30 September, 2019

Terobosan terus dilakukan di sektor transportasi. Setelah banyak bermunculan moda angkutan massal seperti Transjakarta, LRT dan juga MRT. Sekarang terobosan beralih ke waktu tempuh moda transportasinya, seperti kereta api yang diproyeksikan mampu membuat jarak antara Jakarta – Bandung menjadi hanya 46 menit.

Bandung merupakan salah satu destinasi wisata yang dipilih oleh warga Jakarta. Letaknya yang dekat dengan ibukota dan sejuknya cuaca yang ada di wilayah Paris Van Java itu membuat tingkat kunjungan ke Bandung di akhir pekan selalu melonjak.

Di Bandung kamu bisa memilih mau menikmati pemandangan alam yang menakjubkan atau hanya sekedar menikmati kuliner di pinggir jalan ditemani hawa sejuk.

Tetapi sayangnya, untuk mendapatkan itu semua kamu harus menempuh perjalanan yang kadang terasa melelahkan.

Kemacetan yang panjang menuju Bandung akan membuat perjalanan kamu terasa menyedihkan. Ada beberapa moda transportasi yang bisa kamu pilih untuk pergi ke Bandung.

Pertama dengan menggunakan mobil pribadi atau travel yang memakan waktu 3 hingga 4 jam. Kemudian ada juga pilihan untuk menggunakan kereta api yang biasanya menghabiskan waktu tempus 2 jam.

Memang jarak antara Jakarta Bandung tidaklah dekat, tetapi tidak juga berada dalam kategori jauh, sekitar 153,7 kilometer.

(Baca juga: Inilah Letak Kursi Terbaik di Bus dan Kereta Api)
Kereta Cepat JakBan

Buat kamu yang sudah rindu akan Bandung dan merasa kota itu adalah rumah kedua bagi kamu, jangan khawatir kedepan kamu bisa lebih cepat untuk menuju Bandung.

Pasalnya Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini M. Soemarno sudah memastikan Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) berjalan on target dan telah memasuki tahap pembangunan jalur elevated (jalur layang).

Proses instalasi girder box pertama untuk kelancaran proyek itu juga sudah dilakukan. “Hal ini merupakan pencapaian luar biasa dan suatu lompatan untuk memacu semangat sinergi semua pihak yang terlibat untuk mewujudkan Kereta Cepat pertama pada 2021,” tegasnya.

Setelah proyek itu beroperasi, perjalanan Jakarta – Bandung sepanjang lebih dari 140 km akan dapat dinikmati dengan waktu tempuh kurang dari 60 menit. Adapun keempat stasiun yang akan dilalui kereta cepat yaitu Stasiun Halim, Stasiun Karawang, Stasiun Walini, dan Stasiun Tegalluar.

“Dari total 142,3 km trase Kereta Cepat, jarak Halim hingga Tegalluar akan dapat ditempuh hanya dalam waktu sekitar 36 menit untuk pejalanan langsung atau sekitar 46 menit untuk perjalanan tidak langsung,” ungkap Rini.

Dengan menawarkan kecepatan dan efisiensi waktu, kereta cepat hadir dengan teknologi modern yang dilengkapi dengan sistem keamanan terbaik sehingga selain kecepatan juga mampu memberikan kenyamanan dan keamanan untuk para penumpang.

Direktur Utama PT KCIC Chandra Dwiputra menambahkan, 60% dari total keseluruhan trase KCJB didominasi oleh struktur elevated, pemasangan box girder ini akan mendorong percepatan pembangunan trase yang direncanakan tersambung keseluruhannya pada 2020 dan beroperasi 2021.

Ia meyakini bahwa selain sebagai milestone, proses instalasi ini dapat menjadi semangat untuk mewujudkan kereta cepat sebagai solusi masyarakat perkotaan dalam bertransportasi antar kota dengan cara dan nuansa yang baru.

“Kereta Cepat Jakarta Bandung hadir sebagai solusi masyarakat dalam bertransportasi antar kota, menawarkan kecepatan dari segi waktu, sehingga perjalanan lebih aman, efektif, efisien, dan nyaman.” ujar Chandra.

Selain pemasangan box girder, kabar baik berkenaan dengan progress Proyek KCJB juga datang dari Bandung, di mana salah satu bridge continuous beam yang terbentang di atas ramp jalan tol Purbaleunyi telah sukses tersambung.

(Baca juga: Kementerian BUMN Ulang Tahun, KAI Gratiskan Tiket 28 Kereta Api!)
Sistem Operasional dan Perawatan Kereta Cepat

Guna mempersiapkan masa operasi pada 2021 mendatang, sistem operasional dan perawatan kereta cepat telah dipersiapkan secara matang, termasuk manajemen sumber daya manusia, hingga pengembangan TOD dan bisnis non kereta.

Dari sisi tenaga kerja, PT KCIC selaku pemilik proyek saat ini sudah mulai melakukan perekrutan Sumber Daya Manusia (SDM) yang bekerja sama dengan instansi pendidikan yang berkaitan dengan bidang perkeretaapian.

SDM yang terpilih akan mengikuti sejumlah program yang telah dipersiapkan oleh perusahaan. Pada saat operasional kereta cepat nanti, tidak kurang dari 1.500 personel professional akan terlibat aktif di dalamnya.

Dalam upaya persiapan SDM mulai dari penyerapan tenaga kerja professional hingga penyusunan peraturan dan standar saat ini terus dipersiapkan.

PT KCIC juga turut menjalin kerjasama dengan instansi lain untuk turut terlibat menjadi bagian dari sejarah dalam mewujudkan pembangunan moda transportasi modern antarkota.

Hal itu diimpelmentasikan nyata oleh PT KCIC dengan melakukan penandatanganan nota kesepahaman kerjasama (MoU) dengan MRT Jakarta pada Selasa (10/9) lalu.

Sebagai pionir dalam dunia perkeretaapian modern, PT KCIC dan MRT Jakarta bersepakat untuk melakukan transfer knowledge terkait dengan sistem operasional dan pemeliharaan sarana yang mencakup pengembangan kompetensi sumber daya manusia, inovasi hingga strategi pengembangan TOD dan bisnis non kereta lainnya.

Direktur Utama PT KCIC Chandra Dwiputra berpandangan, kerja sama tersebut akan melahirkan sinergi yang baik serta menjadi simbol komitmen perusahaan transportasi massal perkeretaapian tanah air.

Tujuannya adalah untuk mewujudkan sistem transportasi massal yang terintegrasi demi mendukung kemudahan mobilisasi masyarakat perkotaan khususnya Jakarta – Bandung di masa depan.

Tentang Penulis

Gito

Veritas Vos Liberabit

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami