Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

5 menit waktu bacaan

Contek Trik Bisnis dari 4 Pendiri Startup Sukses

by Sindhi Aderianti on 21 Februari, 2019

Menjamurnya startup di Indonesia memberikan berbagai kemudahan bagi masyarakat. Segala kebutuhan semakin mudah terpenuhi hanya bermodalkan gadget dan internet. Selain itu, kesuksesan suatu startup juga bisa menjadi pelajaran bisnis yang berharga. 

tips sukses dan kaya _ investasi - CekAja.com

Lihatlah pendiri startup transportasi online seperti Nadiem Makarim. Aplikasi Gojek terus berkembang hingga ke mancanagara, namanya pun berhasil masuk ke dalam 50 tokoh bisnis paling berpengaruh di dunia.

Mengenal Lebih Jauh Startup

Startup adalah istilah yang sering digunakan untuk kategori perusahan rintisan. Perusahaan seperti ini juga lebih diidentikan pada bisnis yang berbau internet, web, dan teknologi. Beberapa karakteristik lain perusahaan startup tersebut diantaranya meliputi:

  • Usia perusahaan kurang dari 3 tahun
  • Jumlah pegawai minimal 20 orang
  • Pendapatan kurang dari 100.000 dolar/tahun
  • Masih dalam tahap berkembang
  • Produk yang dibuat berupa website dan aplikasi

Kemudian jika digolongkan lagi menurut valuasinya, masing-masing startup punya tahta yang berbeda. Belakangan, startup unicorn sempat ramai diperbincangkan karena Debat Capres 2019. Unicorn sendiri ialah sebutan untuk startup yang sudah mencapai valuasi hingga bernilai 1 miliar dolar Amerika Serikat. Dari kacamata para investor, berarti startup tersebut sangat potensial di masa depan. Sehingga mereka tak ragu lagi untuk menanamkan sahamnya.

(Baca juga: Selain Unicorn, Ada 3 Istilah Unik Lain Dalam Startup)

Perkembangan Startup di Indonesia

Masyarakat Indonesia selalu terbuka dengan teknologi baru. Pengguna internet yang semakin naik dari tahun ke tahun, tentunya juga menjadi lahan basah untuk mendirikan sebuah startup. Menurut dailysocial.net, sekarang ini terdapat setidaknya lebih dari 1.500 startup lokal.

Di antara startup yang tengah beroperasi, ada beberapa sektor yang perkembangannya dinilai paling pesat. Salah satunya adalah e-commerce. Lewat startup jenis ini, orang-orang tidak perlu lagi keluar rumah untuk membeli berbagai kebutuhan mereka.

Menjamurnya startup yang beroperasi di Indonesia pun membuat peluang kerja kian terbuka luas. Secara tidak langsung, fenomena startup yang telah menjadi tuan rumah di negaranya sendiri ini juga mampu meningkatkan perekonomian.

Saatnya Belajar dari yang Ahli

Untuk membangun startup sukses memang bukan hal yang mudah. Kerja keras saja tentu tidaklah cukup. Selain butuh modal besar-besaran, kita juga perlu memiliki strategi bisnis yang ciamik agar produk bisa diterima khalayak.

Tanpa poin-poin tersebut, pastinya startup tak akan melambung tinggi. Bahkan jika berhasil pun mungkin tak bertahan lama. Hal ini disampaikan oleh penelitian yang dilakukan oleh CB Insights, bahwasanya 70 persen startup mengalami kegagalan setelah 18 bulan, sejak melalui pendanaan besar pertamanya.

Bisnis startup tak berarti mengerikan. Kita dapat belajar bagaimana menjalankan bisnis tersebut dari mereka yang sudah berpengalaman. Dari berbagai sumber, berikut ilmu bisnis yang patut dicontoh dari 4 pendiri startup kenamaan di Indonesia:

(Baca juga: Wow, Ternyata Startup Indonesia Setara dengan Uni Eropa!)
  • Ferry Unardi

Pria yang pernah bekerja di Microsoft ini ternyata merasa bahwa Microsoft bukanlah dirinya. Ia lebih tertarik mendirikan startup yang kini terkenal sebagai online travel agent nomor 1 se-nusantara, Traveloka. Selain keluar dari Microsoft, ia bahkan berhenti kuliah di Harvard demi membangun impiannya itu.

Di awal peluncuran Traveloka, sebenarnya Ferry hanya berniat untuk membuat meta search travel dan agregator penerbangan saja agar memudahkan pengguna ketika akan mencari tiket pesawat. Akan tetapi dengan bertambahnya minat e-ticketing, maka Traveloka memutuskan untuk menyediakan jasa lainnya seperti yang berkembang saat ini.

  • Achmad Zaky

Perjuangan Achmad Zacky dalam mengembangkan bisnis tak semuanya mulus. Bahkan pada awal pendirian Bukalapak saja, ia sempat ditolak oleh investor atau UKM. Ide mendirikan Bukalapak pertama kali muncul di benak Zaky bersama temannya. Mereka sadar bahwa para seller dan buyer menginginkan situs online yang dapat mempertemukan mereka dengan mudah, nyaman, dan aman.

Beberapa waktu setelah membangun Bukalapak dari nol, Zaky pun mendapatkan ‘angin segar’ berupa dana investasi dari EMTEK Group senilai ratusan miliar rupiah. Dengan dukungan yang luar biasa ini, ia akhirnya sukses mengembangkan Bukalapak menjadi semakin besar.

(Baca juga: Ini Tempat Kuliah Para Bos Startup di Indonesia, Cek Yuk!)
  • William Tanuwijaya

Banyak kisah yang mengiringi keberadaan Tokopedia setelah hampir 10 tahun berdiri. Kala itu, William melihat ada peluang yang bisa mengubah pandangan orang tentang usaha online. Transaksi lewat internet dianggap sarat akan penipuan. Dari problematika itulah, Tokopedia dihadirkannya dengan sistem keamanan yang lebih mumpuni.

Setelah berupaya mencari bantuan, bos di tempat kerjanya pun beritikad baik memberi modal 10 persen. Dengan uang yang tak seberapa, William tetap menjalankan bisnis marketplace ini. Ia mengaku sulit sekali meyakinkan para investor untuk mau berinvestasi karena mereka khawatir Tokopedia ‘kabur’ setelah diberi suntikan dana. Namun beberapa tahun setelah berdiri investor mulai berdatangan, salah satunya adalah East Ventures.

  • Natali Ardianto

Setelah lulus dari Universitas Indonesia pada tahun 2008, Natali mendirikan Urbanesia dan Golfnesia. Namun lama kelamaan, ia tak melihat adanya potensi yang menjanjikan dari kedua perusahaan berbasis website tersebut. 

Meninggalkan dua situs yang dirintisnya, Natali pun membangun situs pemesanan tiket pesawat online bersama sejumlah rekannya, yaitu Wenas Agusetiawan, Dimas Surya Yaputra, dan Mikhael Gaery Undarsa, yang dinamakan Tiket.com. Untuk meraih pasar meski pesaing sudah mulai bermunculan, ia melakukan promosi yang gencar lewat billboard, AdWords, hingga platform pemasaran besar lainnya.

Dari kisah 4 pendiri startup raksasa di atas, banyak pelajaran yang tentunya bisa diambil. Ide dan kegigihan mereka pantaslah diacungi jempol. Tak sedikit juga pengorbanan yang mau tak mau mereka lakukan. Pun kenyataannya, tidak ada bisnis yang sedari awal berjalan tanpa hambatan. Semua perjuangan mulai dari mencari modal, penolakan investor, sampai kemungkinan gagal harus dihadapi.

Agar kelak bisa mengulang kesuksesan mereka, jangan pernah takut untuk mulai berbisnis. Terlebih saat ini, sudah banyak produk keuangan yang bisa mendukung kamu dari segi modal jika ingin berbisnis. Dapatkan berbagai pilihan kredit hanya di CekAja.com.

Tentang Penulis

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.