Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Coret Makanan Ini dari Daftar Belanja Bulanan Kamu Kalau Tidak Mau Terkena Diabetes

by Ariesta on 14 November, 2016

Pilihan makanan sangat mempengaruhi kesehatan penderita diabetes. Dengan mengganti yang biasa kamu makan dengan pilihan lain, kamu dapat menjalani hidup dengan lebih sehat meskipun sudah divonis diabetes.

Bahkan makanan yang kamu pikir aman dalam jumlah kecil bisa menjadi ancaman besar. Dalam rangkan memperingati hari Diabetes Internasional, kamu yang belum divonis diabetes namun punya riwayat diabetes dalam keluarga wajib menyingkirkan ini dari daftar belanjaan.

Karbohidrat

Pilihan terburuk:

  • Nasi putih
  • Sereal dengan kandungan gandum lebih sedikit daripada kandungan gula
  • Roti putih
  • Kentang goreng

Pilihan tebaik:

  • Gandum utuh
  • Nasi merah
  • Oatmeal
  • Kentang kukus

Semakin banyak nasi putih yang kamu makan, semakin besar pula risiko terkena diabetes tipe dua. Dalam sebuah studi terhadap lebih dari 350.000 orang, mereka yang makan nasi putih paling berisiko terkena diabetes tipe dua. Risiko ini meningkat 11% untuk setiap porsi tambahan dalam sehari. Nasi putih dan pasta dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang sama dengan gula.

Sedangkan beras merah mengandung lebih banyak serat yang dapat membantu memperlambat aliran glukosa ke dalam aliran darah. Berdasarkan studi Harvard School of Public Health, mengonsumin dua atau lebih porsi beras merah dalam seminggu terkait dengan risiko diabetes yang lebih rendah.

(Baca juga: 5 Kebiasaan Ini Bikin Kamu Selalu Awet Muda)

Sayuran

Pilihan terburuk

  • Sayuran kaleng dengan kadar garam tinggi
  • Sayuran yang dimasak dengan bumbu mentega, keju, dan saus

Pilihan terbaik:

  • Sayuran segar yang dimakan mentah atau dipanggang sebentar
  • Sayuran beku yang dikukus sebentar
  • Sayuran berdaun hujau
  • Sayuran kaleng dengan kadar garam rendah

Di Indonesia, sayuran biasa dimasak dalam bentuk sup sampai layu. Cara memasak seperti ini menghilangkan banyak nutrisi yang terkandung dalam sayuran. Sajikan dengan cara ditumis atau dikukus sebentar supaya tetap renyah dan vitamin tidak hilang.

Buah-buahan

Pilihan terburuk:

  • Buah kalengan dalam sirup manis
  • Selai berpengawet
  • Jus dengan tambahan gula

Pilihan terbaik:

  • Buah segar
  • Buah kaleng tanpa tambahan gula
  • Jus tanpa tambahan gula

Hampir semua buah-buahan mengandung vitamin dan serat sehingga bagus untuk diet. Meski demikian, pisang, melon, dan persik mengandung kadar gula yang lebih tinggi dari buah-buahan lain. Pada beberapa orang, kadar gula dalam darah bisa langsung naik setelah mengonsumsi buah-buahan tersebut. Tes gula darahmu setelah dua jam untuk mengetahui reaksi tubuh.

Protein

Pilihan terburuk:

  • Daging dan ikan goreng
  • Iga
  • Keju
  • Kulit ayam
  • Daging olahan (sosis, nugget, dan lain-lain)
  • Jeroan

Pilihan terbaik:

  • Protein nabati seperti dalam kacang panjang, kacang-kacangan, biji-bijian, dan tahu.
  • Ikan dan makanan laut yang direbus
  • Dada ayam
  • Telur

Meskipun daging mengandung protein dan tidak mengandung karbohidrat (yang bisa menaikkan gula darah), penderita diabetes harus lebih pemilih. Misalnya tidak mengonsumsi daging olahan dengan sodium tinggi dan daging berlemak.

(Baca juga: Cocok Untuk Ibu Muda, Ini 5 Sepeda Listrik Di Bawah Rp 3 Juta)

Minuman

Pilihan terburuk:

  • Soda
  • Bir dan wine
  • Teh dengan gula
  • Kopi dengan gula dan krim
  • Kopi berperisa (misalnya cokelat, moka, caramel)
  • Minuman berenergi

Pilihan terbaik:

  • Air putih
  • Teh tanpa gula (tambahkan lemon jika ingin kaya rasa)
  • Kopi hitam tanpa tambahan krim dan gula

Kopi blend dengan sirup, gula, krim, susu, dan tambahan topping merupakan pilihan terburuk bagi penderita diabetes. Dalam 16 ons Frapuccino di gerai kopi misalnya, bisa mengandung 500 kalori dengan 98 gram karbo dan 9 gram lemak.

Butuh asuransi kesehatan yang bisa diterima ratusan rumah sakit berkualitas di Indonesia? Daftar sekarang juga di CekAja!

Tentang Penulis

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami