Daftar Bunga Langka dan Dilindungi di Indonesia, Hampir Terancam Punah

6 min. membaca Oleh Ayunindya Annistri on

Tahukah kamu mengenai daftar bunga langka dan dilindungi di Indonesia? Selain Rafflesia Arnoldii, ternyata masih banyak lagi jenis bunga langka di negara kita lho, berikut ini CekAja rangkum informasinya.

Indonesia terbentang dari Sabang sampai Marauke.

Saking luasnya wilayah Indonesia, negara kita ini banyak ditumbuhi berbagai jenis bunga, dan beberapa diantaranya masuk dalam daftar bunga langka dan dilindungi.

Nah, buat kamu yang kepengin tahu apa saja jenis-jenis bunga langka dan dilindungi di Indonesia, berikut ini CekAja rangkum informasinya untuk kamu. Yuk, simak bersama!

(Baca Juga: 15 Jenis Tanaman Pembawa Keburuntungan)

Daftar Bunga Langka dan Dilindungi di Indonesia

1. Rafflesia Arnoldii

Daftar bunga langka dan dilindungi di Indonesia yang pertama tentu saja Rafflesia Arnoldii.

Bunga raksasa yang namanya sudah tersohor di dunia ini pertama kali ditemukan pada 1818 oleh pria berkebangsaan Inggris, James Arnold.

Disebut sebagai bunga raksasa, karena ukuran diameternya mencapai 105 cm dengan bobot 11 kilogram.

Jika diperhatikan secara detil, bunga yang termasuk dalam genus tanaman parasit ini tidak memiliki batang dan daun.

Memang benar, Rafflesia Arnoldii sendiri keseluruhannya hanya terdiri dari bunga. Sehingga untuk memproduksi makanan, ia mesti mengambil dari pohon inang.

Saat mekar, Rafflesia Arnoldii akan mengeluarkan bau tak sedap.

Bukan tanpa alasan, bunga tersebut mengeluarkan aroma busuk karena ingin memancing lalat datang, guna membantunya melakukan proses penyerbukan.

Selain di Kebun Raya Bogor, kamu bisa melihat Rafflesia Arnoldii secara langsung di beberapa daerah, yaitu: 

  • Hutan Lindung Taba Penanjung di Bengkulu
  • Taman Nasional Gunung Leuser di Provinsi Sumatera Utara dan Aceh
  • Tanaman Nasional Kerinci Seblat yang terletak di 4 provinsi sekaligus yakni Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi dan Bengkulu

2. Anggrek Larat

Selain Rafflesia Arnoldii, Anggrek Larat juga termasuk dalam daftar bunga langka dan dilindungi.

Seperti namanya, tanaman bernama ilmiah Dendrobium bigibbum ini seringnya ditemukan di Pulau Larat, Maluku.

Di pulau tersebut, Anggrek Larat tumbuh bebas di pohon-pohon besar yang tedapat di hutan belantara maupun celah tebing kapur.

Ciri khas dari jenis anggrek yang satu ini terletak pada bunganya.

Bunga dari Anggrek Larat berwarna ungu pucat dan terkadang ada pula yang berwarna ungu tua.

Batangnya memiliki diameter yang jika semakin ke atas akan makin mengecil.

3. Edelweis Jawa

Sering disimbolkan sebagai cinta abadi, bunga Edelweis Jawa rupanya memiliki kisahnya sendiri.

Bunga ini mampu mekar hingga 10 tahun lamanya berkat hormon etilen yang terdapat di dalamnya.

Tumbuhan dengan nama ilmiah Anaphalis javanica ini dapat ditemukan di beberapa gunung Indonesia, seperti Lawu, Merbabu, Semeru, hingga Papandayan.

Namun, pendaki yang tengah mendaki di salah satu gunung tersebut, tidak diperbolehkan memetik Edelweis.

Bahkan jika ketahuan memetik, pendaki bakal dikenakan sanksi berat sesuai dengan UU Nomor 5 Tahun 1990.

Aturan tersebut dibuat guna menjaga ekosistem di kawasan konservasi, yakni di lingkungan pegunungan.

4. Kibut/Bunga Bangkai

Berbicara mengenai bunga bangkai, pasti seringnya kita menganggap bahwa bunga tersebut adalah Rafflesia Arnoldii.

Gak salah sih, karena Rafflesia sendiri juga dijuluki bunga bangkai.

Tapi ternyata, selain Rafflesia Arnoldii, masih ada pula jenis bunga bangkai di Indonesia yang diberi nama Kibut.

Kibut ini termasuk dalam daftar bunga langka dan dilindungi. Populasinya banyak ditemukan di Pulau Sumatera.

Bunga bernama ilmiah Amorphophallus titanium ini termasuk dalam suku talas-talasan, yang mana terdapat umbi berukuran raksasa pada bagian tengahnya.

Umbi tersebut setelah diteliti, ternyata memiliki banyak manfaat baik bagi kesehatan, khususnya untuk diet.

Hal ini diungkapkan oleh Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Rata LIPI, Dian Latifah dalam salah satu wawancaranya dengan media.

Dia menjelaskan bahwa kandungan glucomannan yang ada pada bunga bangkai tersebutlah, yang digunakan sebagai zat pengental pada suplemen diet.

5. Anggrek Hitam

Varietas anggrek di Indonesia memang sangat banyak.

Tetapi, jika berbicara mengenai daftar bunga langka dan dilindungi, maka satu jenis anggrek yang pasti banyak dibahas adalah Anggrek Hitam.

Tumbuhan dengan nama ilmiah Coelogyne pandurata ini tumbuh subur di Kalimantan Timur dan Papua.

Keeksotisannya membuat Anggrek Hitam dibanderol dengan harga yang cukup mahal di pasaran.

Baik Anggrek Hitam Kaliman maupun Anggrek Hitam Papua sama-sama berwarna hitam.

Hanya saja pada bagian kelopak dan coraknya kedua anggrek tersebut tampak sedikit berbeda.

Pada Anggrek Hitam Kalimantan, helaian bunganya berwarna hijau dan warna hitamnya hanya berupa bercak di bagian tengah.

Sementara Anggrek Hitam Papua, memiliki putik berwarna cerah dan kelopaknya secara menyeluruh berwarna hitam.

6. Kantong Semar

Tumbuhan yang termasuk dalam daftar bunga langka dan dilindungi di Indonesia selanjutnya adalah Kantong Semar.

Tumbuhan ini dikategorikan sebagai bunga insektivora, karena seringnya menyantap lalat, kumbang dan berbagai serangga lainnya.

Bahkan pada beberapa spesiesnya yang berukuran besar, Kantong Semar mampu memakan tikus, meski proses mencernanya membutuhkan waktu yang lebih lama.

Usia hidup dari Kantong Semar sendiri tergolong cukup lama, dan jika perawatannya benar maka bunga tersebut dapat hidup hingga 15 tahun lamanya.

7. Anggrek Tebu

Mungkin beberapa diantara kita masih sangat asing dengan jenis anggrek yang satu ini.

Dibandingkan dengan anggrek lainnya, Anggrek Tebu memiliki bobot yang lebih berat dan bisa mencapai 1 ton.

Dinamakan Anggrek Tebu, karena batang dari anggrek ini sangat mirip dengan batang tebu.

Tingginya sendiri bisa mencapai 3 meter, yang mana tumbuhan ini cenderung hidup secara berumpun.

Keunikan dari tumbuhan ini terletak pada coraknya yang menyerupai loreng harimau.

Habitatnya bisa kita temukan di Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, hingga Papua.

Meski tersebar di beberapa pulau di Indonesia, namun Anggrek Tebu ini termasuk dalam daftar bunga langka dan dilindungi oleh pemerintah.

8. Anggrek Bulan

Bukan cuma Anggrek Tebu, jenis anggrek yang satu ini juga termasuk dalam daftar bunga langka dan dilindungi di Indonesia.

Salah satu dari bunga Nasional yang ditetapkan sebagai puspa pesona ini pertama kali ditemukan pada 1750 silam di Ambon.

Selain bisa beradaptasi di wilayah dataran rendah, Anggrek Bulan juga mampu tumbuh subur di pegunungan pada ketinggian 700 hingga 1.100 mdpl.

Tanaman ini memegang peranan penting dalam menghasilkan keturunan, yang mana Anggrek Bulan termasuk dalam jenis epifit monopodial dengan daun berjumlah lima helai saja.

Saat mekar, bunga anggrek yang memiliki kelopak lebar berwarna putih nan cantik ini biasanya akan mengeluarkan aroma yang harum.

9. Anggrek Jamrud

Masih dari tanaman anggrek, terakhir ada Anggrek Jamrud yang termasuk dalam daftar bunga langka dan dilindungi oleh pemerintah Indonesia.

Memiliki nama ilmiah Dendrobium macrophyllum, Anggrek Jamrud ini rata-rata berdiamater 2 sampai 5 cm, dengan warna bunga condong kuning dan sedikit bercorak pada bagian dalam bunganya.

Anggrek jenis ini bisa dijumpai di Jawa, Sulawesi, Sumatera, Maluku dan Papua.

Adaptasinya terhadap lingkungan membuat tanaman ini unggul, di mana perkembangannya juga terbilang sangat cepat.

(Baca Juga: 4 Cara Budidaya Tanaman Anggrek Hias)

Nah, itu tadi informasi mengenai daftar bunga langka dan dilindungi di Indonesia.

Kalau sudah dilabeli “langka dan dilindungi” itu berarti kita gak bisa sembarangan untuk memilikinya.

Apalagi sampai memetiknya, seperti pada salah satu kasus memetik bunga Edelweis yang terjadi di Gunung Lawu.

Padahal, sudah jelas bahwa tanaman yang terdapat di lingkungan gunung itu berarti termasuk kawasan konservatif.

Sebaliknya, jika kamu ingin mengoleksi bunga Edelweis, cobalah untuk membudidayakannya terlebih dulu.

Ya, saat ini telah banyak pebisnis yang membudidayakan Edelweis secara legal lho.

Bahkan, rata-rata para penjual yang telah melakukan budidaya Edelweis menganggap bahwa, kualitas dari bunga tersebut cenderung lebih bagus ketimbang Edelweis yang berada di alam.

Nah, jika kamu tertarik untuk budidaya Edelweis tapi masih terhalang oleh modal usaha, CekAja bisa jadi solusinya.

Miliki Pinjaman Dana Tunai Hanya dari CekAja.com!

Mengapa harus CekAja? Soalnya lewat layanan kami, kamu dapat memiliki pinjaman dana tunai tanpa agunan dengan masa tenor yang fleksibel dan bunga rendah, cuma 0,65 persen saja.

Bahkan di CekAja, kamu juga bisa mencoba layanan perbandingan untuk membandingkan seluruh produk pinjaman dana tunai, dari mitra bank terbaik kami.

Jadi, tunggu apalagi?

Yuk, akses laman CekAja dan ajukan pinjaman KTA terbaik di sini untuk mewujudkan impian berbisnismu.

Tentang kami

Ayunindya Annistri

Ayunindya Annistri