Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Daftar Orang Terkaya di Indonesia 2016 Terbaru yang Masuk The Panama Papers

by JTO on 28 Maret, 2016

Ada ratusan nama pengusaha dan politikus yang malang melintang dalam dunia perpolitikan di Indonesia yang pernah menyewa Mossack Fonseca untuk mendirikan perusahaan di yurisdiksi bebas pajak di luar negeri (offshore) belum lama ini bocor. Mossack Fosenca merupakan sebuah firma kecil yang memiliki pengaruh cukup besar di Panama. Firma ini beroperasi di Hong Kong, Surich, Miami dan di sekitar 35 kota besar lainnya di seluruh dunia. Di dokumen tersebut banyak disebutkan sejumlah orang yang pernah dan masih menjabat sebagai kepala negara, pengusaha kelas dunia dan tokoh-tokoh internasional lainnya.
Hasil bocoran dokumen tersebut yang terkenal dengan nama The Panama Papers telah dipublikasikan secara bersamaan oleh 100 media yang ada di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, sejumlah nama pengusaha besar yang seringkali dinobatkan sebagai
daftar orang terkaya di Indonesia versi Forbes juga ikut masuk dalam bocoran dokumen ini.

 

List Orang Terkaya di Indonesia 2016 Terbaru

James Riady

James Riady
Di antaranya ada James Riady yang dikenal sebagai pemilik grup Lippo, ia dikabarkan memiliki saham di perusahaan bernama Golden Walk Enterprise, Ltd. Atas bantuan Mossack Fonseca perusahaan ini telah didirikan pada tahun 2011 di British Virgin Islands. Tidak hanya itu, putranya yang bernama John Riady pun juga dikabarkan sebagai pemilik dari Phoenix Pacific Enterprise, Ltd di lokasi yang sama.

Franciscus Welirang

Fransiscus Welirang
Selain itu ada juga nama Franciscus Welirang yang merupakan direktur PT Indofood Sukses Makmur. Ia dikabarkan memiliki saham di perusahaan bernama Azzorine Limited. Namanya telah tercatat sebagai klien Mossack Fonseca sejak tahun 2013 melalui afiliasinya BOS Trust Company (Jersey) Ltd.

Sandiaga Uno

Sandiaga Uno
Jika kamu tahu nama Sandiaga Uno yang belakangan dikabarkan mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta juga ada dalam daftar bocoran dokumen ini. Ia juga memiliki beberapa perusahaan offshore di British Virgin Islands. Di antaranya yaitu Aldia Enterprises Ltd., Attica Finance Ltd., dan Ocean Blue Global Holdings Ltd.

Meski sebenarnya memiliki perusahaan offshore bukanlah sesuatu yang ilegal atau dilarang, namun Mossack Fonseca juga menawarkan penyamaran kepemilikan perusahaan-perusahaan tersebut agar tak mudah diketahui publik. Artinya pemilik-pemilik perusahaan ini memang tak ingin diketahui publik dengan mencuri pundi-pundi negara dengan tidak membayarkan pajak.

Selain mereka ada lagi nama yang cukup terkenal di dunia politik Indonesia. Namanya sering kali dikaitkan oleh sejumlah kasus korupsi kelas kakap, yaitu Muhammad Riza Chalid dan Djoko Soegiarto Tjandra yang merupakan seorang pengusaha properti.

Muhammad Riza Chalid & Djoko Soegiarto Tjandra
Dalam keterkaitannya dalam kasus korupsi, Muhammad Riza Chalid selalu sulit untuk ditemui oleh kejaksaan agung lantaran seringkali berada di luar negeri. Kasus besar yang terakhir dikaitkan oleh namanya yaitu adalah dugaan pencatutan nama Presiden Joko Widodo agar mendapatkan saham dari PT Freeport Indonesia. Sementara itu Djoko sudah menjadi buron atas kasus pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali yang bernilai Rp 904 Miliar sejak tahun 2009.

Dokumen rahasia yang berhasil dibocorkan ini setidaknya memberikan kita pengetahuan mengenai bagaimana koruptor bersembunyi dibalik perusahaan-perusahana offshore dengan menyamarkan nama kepemilikannya. Hal ini sangat dekat dengan perilaku pencucian uang untuk menghindari investigasi penegak hukum yang mencari mereka. Jika memang bersih, mengapa harus menggelapkan namanya? Mengapa harus bersembunyi? Apakah agar jejak keuangannya tak terlacak oleh publik?
 

Tersebut diatas daftar orang terkaya di Indonesia terbaru 2016 yang bisa kami informasikan, semoga bermanfaat.

Tentang Penulis

Penulis dan jurnalis yang menetap di tanjung laut Batavia.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami