Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

5 menit waktu bacaan

Daftar Tempat Wisata untuk Lihat Satwa Langka di Indonesia

by Ariesta on 6 Maret, 2016

Indonesia punya banyak kekayaan flora dan fauna. Sebagai salah satu negara dengan wilayah hutan terbesar di dunia, hutan Indonesia merupakan rumah dari hampir 30 ribu spesies tumbuhan dan hewan langka. Sayangnya, keberadaan hewan langka semakin sedikit bahkan nyaris punah karena semakin rusaknya habitat mereka.

Bukan tidak mustahil jika hewan-hewan tersebut benar-benar punah sehingga anak-anak kita hanya bisa menemukannya lewat buku-buku cerita. Meski beberapa dari hewan-hewan langka tersebut bisa ditemui di kebun binatang, kamu akan merasakan pengalaman berbeda dengan menyaksikannya langsung di habitat mereka.

Bagaimanca caranya? Yakni dengan mengunjungi taman nasional atau area konservasi di seluruh Indonesia. Kamu yang berjiwa petualang, wajib mengunjungi  taman nasional berikut.

Badak di Taman Nasional Ujung Kulon

Unicode

Taman Nasional Ujung Kulon merupakan perwakilan ekosistem hutan hujan tropis dataran rendah yang tersisa dan terluas di Jawa Barat, serta merupakan habitat alami satwa langka badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) dan satwa langka lainnya. Bahkan, keanekaragaman tumbuhan dan satwa di Taman Nasional Ujung Kulon mulai dikenal oleh para peneliti, pakar botani Belanda dan Inggris sejak tahun 1820. (Baca Juga: Ini Tempat Wisata Populer di Indonesia yang Sesuai dengan Seleramu)

Sampai saat ini kurang lebih terdapat 50 sampai dengan 60 badak hidup di sana. Selain hutan, Taman Nasional Ujung Kulon juga menjadi objek wisata alam menarik karena sungai-sungai dengan jeramnya, air terjun, pantai pasir putih, sumber air panas, taman laut dan peninggalan budaya berupa Arca Ganesha di Gunung Raksa Pulau Panaitan.

(Baca juga: Yuk Kunjungi Wisata Pantai yang Bisa Membuatmu Serasa Miliki Pulau Pribadi)

Untuk menuju ke sana, kamu bisa menyeberangi laut lewat Desa Sumur yang terletak di ujung barat Pandeglang, Banten. Desa ini ditempuh sekitar 8 jam dari Jakarta. Untuk biayanya sendiri tidak bisa dipatok karena semakin banyak rombonganmu, akan semakin murah biayanya. Sebagai informasi, perahu PP dapat disewa sebesar Rp2.000.000, biaya tambat kapal di pulau Rp 100.000, tiket masuk pulau Peucang Rp3.500, dan penginapan kira-kira Rp200.000.

Gajah di Taman Nasional Gunung Leuseur

leuseur

Tangkahan adalah area ekowisata di Taman Gunung Leuseur di Sumatera Utara, tepatnya Kabupaten Langkat. Uniknya di sini, kamu bisa menjelajah hutan sambil menunggangi gajah, tentunya dengan didampingi oleh mahout (pawang gajah). Aktivitas lain yang bisa dilakukan bersama gajah antara lain memandikan gajah, memberi makan, dan memandikan atau dimandikan gajah di  sungai Namogeltus.

Untuk dapat berkunjung ke Tangkahan, kamu harus menempuh perjalanan sekitar 4 jam dari Bandara Internasional Kuala Namu dengan menggunakan Bus Damri sampai Terminal Pinang Baris. Perjalanan lalu dilanjutkan dengan Bus Pembangunan Semesta dengan tarif Rp25.000.

Sebelum datang ke Tangkahan, kamu diharuskan melakukan registrasi di Visitor Centre. Di Tangkahan terdapat beberapa penginapan yang ditawarkan kepada pengunjung seperti Tangkahan Inn, Bamboo River Lodge, Jungle Lodge, dan Green Lodge dengan harga berkisar antara Rp100.000-170.000. Harganya memang terjangkau, namun fasilitas yang ditawarkan tidak mengecewakan.

Untuk menikmati semua paket, baik memandikan gajah, tracking, makan dan lainnya pihak pengelola memasang tarif seharga Rp850.000 ribu per orang. Sedangkan jika hanya traking bersama gajah dipatok tarif sebesar Rp650.000 ribu per orangnya untuk satu jam. Karena keunikan aktivitas dan alam yang masih asri, tak heran jika Tangkahan mendapat julukan the hidden paradise dari turis asing.


Komodo di Taman Nasional Komodo

Komodo_dragon_(Varanus_komodoensis)_3

Komodo(Varanus komodoensis), yang merupakan satwa endemik Pulau Komodo merupakan spesies kadal terbesar di dunia. Meskipun saat ini komodo bisa ditemukan di kebun binatang Chester Inggris sampai Toronto Kanada, bertemu komodo di habitat aslinya dijamin membuat adrenalinmu memuncak!

Taman Nasional Komodo berada di antara Pulau Sumbawa dan Pulau Flores di kepulauan Indonesia Timur. Taman Nasional Komodo memiliki luas 173.300 ha meliputi wilayah daratan dan lautan dengan lima pulau utama yakni Pulau Komodo, Padar, Rinca, Gili Motang, Nusa Kode dan juga pulau-pulau kecil lainnya.

(Baca juga: Destinasi Wisata Murah Meriah dan Anti-Mainstream yang Bisa Kamu Datangi Jika ke Bogor)

Pintu masuk utama Taman Nasional Komodo adalah dari Labuan Bajo, Flores atau dari Lombok. Kalau kamu memilih Lombok, jarak tempuh akan memakan waktu sehari semalam. Sedangkan melalui Labuan Bajo hanya perlu waktu dua jam saja. Untuk sampai di Labuan Bajo, kamu bisa menumpang pesawat ke Bandara Ngurah Rai di Denpasar, berlanjut ke Bandar Udara Komodo Labuan Bajo. Di penerbangan normal, tarif Jakarta-Denpasar-Labuan Bajo dan sebaliknya sekitar Rp 2,5 juta, namun harga promo bisa hanya Rp 680 ribu saja.

Orangutan di Taman Nasional Tanjung Putin

Taman_Nasional_Tanjung_Puting_02

Taman Nasional Tanjung Puting terletak di semenanjung Kalimantan Tengah. Di sini terdapat konservasi orangutan terbesar di dunia dengan perkiraan populasi orangutam 30.000-40.000. Di sini, kamu bisa melihat langsung habitat alami orangutan secara langsung dan melihat langsung hidup mereka di alam liar.

Salah satu kamp orangutan yang wajib kamu kunjungi  adalah kamp Leakey. Kamp ini merupakan yang terbesar dan dibangun pada tahun 1971 dan merupakan lokasi berlindung orangutan yang diselamatkan dari perburuan liar.

Untuk menuju ke sini, kamu bisa menuju Banjarmasin atau Palangkaraya terlebih dahulu, lalu naik bus menuju Pangkalan Bun.  Bus dari Banjarmasin berangkat pagi menuju Palangkaraya kemudian dilanjutkan sore harinya pukul 4 atau pagi hari pukul 7 dari Palangkaraya menuju Pangkalan Bun.

Ada beberapa PO bus yang melayani trayek Palangkaraya-Pangkalan Bun seperti PO Yessoe dan Logos. Bus eksekutif dikenai  tarif mulai dari Rp.120.000 sedangkan ekonomi mulai dari Rp90.000.  Sedangkan untuk menyusuri di Tanjung Putin sendiri, kamu bisa menyewa kapal kelotok  seharga Rp1.250.000-Rp2.000.000 per hari. Namun ada juga yang menyewakan dengan paket perorang RP1.750.000 untuk tiga hari dengan minimal empat orang peserta.

Widget TRV Insurance

Pesut di Sungai Mahakam

pesut mahakam

Pesut yang juga sering disebut lumba-lumba air tawar telah menjadi spesies langka. Mamalia bernama Latin Orcaella brevirostris itu berenang dalam formasi menarik, biasanya terdiri dari tiga atau lima ekor dan menyemburkan air dari punggungnya.Diperkirakan, saat ini pooulasinya tinggal 50 ekor saja! Padahal tahun 1970-an jumlahnya mencapai 1.000 ekor.

Namun kini, habitat mereka rusak karena sungai Mahakam yang semakin tercemar akibat llimbah dan aktivitas tambang. Suara motor kapal yang berisik sangat menganggu pesut karena mereka sensitif terhadap suara. Tak jarang pesut ditemukan mati karena tertabrak kapal nelayan.

Untuk melihat pesut yang semakin sulit ditemui ini, kamu tinggal mengunjungi Samarinda dan menyusuri sungai Mahakam menggunakan kapal.

 

Tentang Penulis