Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Daimler-Bosch Mulai Ujicoba Taksi Tanpa Sopir di California

by Miftahul Khoer on 9 Desember, 2019

Daimler AG, perusahaan otomotif asal Jerman menggandeng Bosch, perusahaan teknologi dari negara yang sama untuk melakukan ujicoba pengoperasian taksi tanpa sopir di kota San Jose, California pada Senin (2/12) pekan lalu.

Automotive News Europe melaporkan, Daimler menyediakan beberapa unit Mercedes Benz S-class sebagai kelinci percobaan yang telah ditanamkan chip kecerdasan buatan (AI) yang terhubung dengan aplikasi yang dikembangkan oleh Bosch.

Bulan lalu, Ola Kallenius, CEO Daimler menamai teknologi penggerak taksi otonom itu dengan sebutan Robotaxis, yang memungkinkan suatu kendaraan bergerak sendiri tanpa dikemudikan sopir. Ia optimistis hasil ujicoba pengoperasian taksi tanpa sopir itu akan membuka kemungkinan teknologi Robotaxis disematkan pada kendaraan komersial lain yang menempuh jarak lebih jauh dari pada taksi dalam kota.

Perusahaan dilaporkan memulai tes Robotaxis di California untuk mengumpulkan masukan dan kritik dari penggunanya.

“Kami belum akan mulai mengaplikasikan proyek ini secara komersial. Karena masih ada upaya yang perlu dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dari teknologi taksi tersebut. Kami juga masih membuka sinergi sehingga tidak perlu menduplikasi atau melipatgandakan pekerjaan riset dan pengembangan kami,” kata salah satu sumber di Daimler kepada Automotive News Europe.

(Baca juga: Genjot Penjualan Mobil Listrik, Mitsubishi dan DFSK Gandeng PLN)

Setidaknya ada 30 unit Mercedes-Benz S-class yang sudah dilengkapi dengan sensor array termasuk pemindaian laser jarak jauh LiDAR untuk mengikuti serangkaian ujicoba dalam beberapa bulan ke depan, kata sumber itu.

Karena sifatnya masih ujicoba keandalan teknologi taksi otonom, Daimler masih menempatkan seorang pengemudi di belakang setir Robotaxis untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Pengemudi tersebut sekaligus menjadi petugas survei dari Daimler yang mencatat jawaban-jawaban para penumpang yang bersedia mengikuti ujicoba taksi tersebut.

“Meskipun jumlah pengguna pada awalnya akan terbatas, tujuan utama dari program percontohan ini adalah untuk mendapatkan pengetahuan tentang apa yang diinginkan pelanggan dari mobil yang bisa menyetir sendiri,” pungkasnya.

Daimler sendiri telah melakukan ujicoba Level 4 terhadap Robotaxis di jalan raya di Stuttgart, Jerman. Tes di California adalah yang pertama kalinya dilakukan Daimler di luar Jerman.

Masa Depan Kendaraan Otonom

Daimler dan Bosch sendiri menyatakan pada November 2018 lalu, bahwa San Jose, kota terbesar ketiga di California, akan menjadi kota percontohan untuk ujicoba layanan mobil otonom.

Dengan populasi yang diperkirakan akan tumbuh 40 persen dalam dua dekade mendatang, San Jose ingin mempersiapkan diri untuk masa depan di mana mobil otonom bisa mengaspal di jalanan.

“Daimler dan Bosch ingin memperluas program pilot project ini di San Jose, California,” kata Sajjad Khan, Anggota Dewan Direksi untuk Teknologi Mengemudi Masa Depan Mercedes-Benz.

Daimler berkeyakinan, dalam program taksi tanpa sopir ini ada peluang yang besar untuk menghasilkan uang lebih cepat dengan mengandalkan teknologi sebuah aplikasi. Tidak hanya taksi, Daimler juga berwacana untuk menciptakan truk besar otonom.

“Saat ini menjadi perusahaan pionir yang pertama kali menciptakan solusi kendaraan otonom memang masih pada skala tidak masuk akal,” kata Kallenius.

(Baca juga: Asyik, Mobil Listrik Bebas Pajak Barang Mewah!)

Namun, Daimler menurutnya tidak akan berhenti mengembangkan Robotaxis.

“Kami pasti akan masuk ke pasar kendaraan otonom setelah segala sesuatunya bisa berjalan dengan benar,” ujarnya.

Menarik bukan membayangkan layanan taksi di masa depan yang bisa bergerak sendiri tanpa sopir, hanya berbekal sebuah aplikasi di ponsel? Yang pasti, agar kendaraan otonom bisa mengaspal bareng mobil konvensional berpengemudi di jalan raya, dibutuhkan kepatuhan lalu lintas yang tinggi. Kalau asal serobot seperti perilaku sebagian pengemudi di Indonesia saat ini, ya kecelakaan pasti terjadi.

Untuk melindungi diri dan keluarga dari risiko kecelakaan jalan raya, tidak ada salahnya memiliki asuransi jiwa yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan lewat CekAja.com ya.

Tentang Penulis

Miftahul Khoer

Mantan jurnalis yang suka makan jengkol di hari Minggu.