Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

3 menit waktu bacaan

Dalam Kepercayaan Tionghoa, Benda-benda Berikut Dianggap Bawa Hoki

by Ariesta on 6 Februari, 2016

Tradisi dan kepercayaan dalam suatu budaya sering kali dikaitkan dengan keberuntungan  dan kesialan. Dalam budaya Tionghoa, kepercayaan pada baik dan buruk masih  dijaga. Ada benda-benada yang dipercaya membawa nasib baik, ada pantangan yang tidak boelh dilakukan, bahkan Feng Shui masih luas diterapkan.

Setiap orang pasti ingin bernasib mujur. Apalagi dengan semakin dekatnya Imlek, masyarakat Tionghoa percaya jika mendapatkan keberuntungan di awal tahun berarti akan memperoleh keberuntungan sepanjang tahun.  Benda-benda berikut dipercaya bisa membawa hoki dalam tradisi Tionghoa.

Patung kucing emas

kucing emas

Menurut World website Feng Shui yang dikelola oleh pakar feng shui Lillian Too, kucing dalam mitologi Cina merupakan pertanda buruk. Akan tetapi patung kucing emas dianggap membawa keberuntugan. Warna emas dianggap transformasi dari keburukan menjadi keberuntungan.

Patung ini juga dipercaya sebagai perlindungan dari aura jahat dan melambangkan kelimpahan. Pose kucing yang tersenyum sambil mengangkat kaki memang seperti memanggil-manggil rezeki. Patung ini juga di Jepang dengan nama maneki-neko. Si kucing emas banyak dipajang di pintu masuk toko, restoran, atau tempat bisnis.

Pintu warna merah

pintu

Memasang pintu warna merah sebagai pintu utama saat perayaan tahun baru imlek dipercaya membawa keberuntungan ke dalam rumah. Dalam mitologi Tionghoa, warna merah melambangkan kebahagiaan dan kegembiraan.

Bambu

bambu

Bambu merupakan simbol kekuatan, umur panjang, dan kebijaksanaan. Dalam kebudayaan masyarakat Tionghoa, bambu tidak hanya dianggap tanaman, tapi juga bagian penting dari kehidupan manusia. Bambu dilukis, dimakan, dan dijadikan puisi. Bambu juga dijadikan perumpaan sikap baik manuisa yang harus dimiliki seperti kekuatan mental, kejujuran, dan cepat belajar. Memajang bambu di rumah dipercaya meningkatkan solidaritas dan kesatuan antar anggota keluarga. Bambu yang diikat dengan peta merah merupakan simbol kesatuan.

Patung Buddha tertawa

Buddha

Patung Buddha yang dinamai Pu-Tai ini digambarkan sebagai pria berbadan besar, berkepala plontos, dan membawa tasbih. Perutnya yang besar dan senyumnya yang lebar membuatnya dijuluki Buddha tertawa. Pu-Tai  juga digambarkan sebagai sosok penyayang dan menyukai anak-anak. Patung Buddha tertawa banyak ditemukan di kuil, restoran, atau tempat bisnis. Meletakkan patung Buddha tertawa di sebelah barat dipercaya mendatangkan kemakmuran.

(Baca juga: 5 Tradisi Positif Saat Imlek yang Bisa Kita Tiru)

Kristal

Meletakkan kristal di arah timur laut, barat daya, atau tengah-tengah rumah dipercaya membuat anak-anak sukse dalam ujian.

Ikan koi

KOI

Pengucapan ikan dalam bahasa mandarin sama dengan dengan kata ‘surplus’, sehingga ikan dianggap lambang kemakmuran. Ikan koi adalah simbol panjang umur karena bisa hidup dalam waktu yang lama dari ikan kebanyakan. Memelihara ikan koi di rumah dianggap dapat menjaga keutuhan keluarga karena mereka biasanya berenang berpasangan. Ikan koi juga merupakan lambang keseburan karena cepat bereproduksi dalam jumlah yang banyak.

Simpul tali

simpul

Keberadaan simpul sebagai bagian dari budaya Tionghoa dimulai sejak zaman dinasti Tang. Simpul tersebut terdiri dari tali, bentuk simpul, dan rumbai. Warna yang paling sering digunakan dalam simpul tali adalah merah karena melambangkan keberuntungan dan kekayaan. Simpul juga digunakan untuk mengusir hawa jahat. Simpul dibuat dari ukuran kecil sampai besar. Dijadikan hiasan saat tahun baru Imlek sampai hadiah pernikahan.

(Baca juga: Mau Nikmati Serunya Perayaan Imlek di Beberapa Wilayah Indonesia? Ini Bujet yang Mesti Disiapkan)

Pohon uang

pohon uang

Pohon uang dipercaya membawa rezeki jika ditempatkan di dalam rumah atau kantor. Keunikannya adalah daunnya yang tersusun atas koin-koin.

Tentang Penulis