Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Dampak Virus Corona Kian Serius, Ekonomi Indonesia Kehilangan Ini

by Miftahul Khoer on 6 Februari, 2020

Virus corona yang sedang mewabah amat meresahkan masyarakat. Upaya pencegahan sudah dilakukan di Indonesia, di mana pemerintah melarang warga China untuk datang dan masuk ke wilayah Tanah Air. Sejak itu, pengamanan di bandara maupun pelabuhan diperketat. Pemerintah juga menghentikan sementara ekspor dan impor ke China. Lantas, adakah dampak virus corona bagi perekonomian Indonesia? 

dampak virus corona terhadap perekonomian

Hal ini tentunya akan berdampak langsung pada perekonomian nasional. Sebab walau bagaimanapun, Negeri Tirai Bambu sebagai salah satu poros perkonomian terbesar, turut berperan dalam memotori perekonomian di dunia, termasuk Indonesia.

Lantas, apa sajakah dampak dari wabah virus corona bagi perekonomian negeri kita? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

1. Nilai tukar rupiah melemah

Dampak virus corona merambat sangat cepat ke perekonomian global secara umum, tak terkecuali di Indonesia. Salah satu dampaknya adalah nilai tukar rupiah yang sempat melemah.

Seperti diketahui, penguatan nilai tukar rupiah yang belakangan terjadi terhadap dolar Amerika Serikat, akan sejalan dengan fundamental ekonomi Tanah Air dan mekanisme pasar. 

Karena beberapa sektor mengalami penurunan drastis di beberapa daerah  seperti pariwisata, maka keadaan ini membuat kondisi ekonomi akan lumpuh, sehingga nilai tukar rupiah ikut melemah.

2. Sektor pariwisata menurun

Sejak China menutup akses supaya warganya tidak menularkan virus corona dan mencegah pula warga asing masuk ke negara mereka, maka pendapatan negara dari sektor pariwisata otomatis merosot drastis. Hal ini mempengaruhi jumlah turis China ke Indonesia, sehingga beberapa tempat wisata yang mengandalkan wisatawan asal Tiongkok pun sepi.

Bagi Indonesia, wisatawan asal China merupakan yang terbanyak kedua setelah Malaysia. Pada tahun 2018 saja, jumlah kedatangan mereka tembus 2,1 juta orang atau 13,5% dari total keseluruhan wisatawan mancanegara yang datang ke Tanah Air.

Dengan semakin sepinya pariwisata, maka akan semakin mengurangi Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga. Untuk itu, beberapa upaya perlu oleh pemerintah terkait agar tidak hanya mengandalkan wisatawan salah China saja.

3. Bisnis travel ke China sepi

Selain pariwisata yang sepi, pelaku usaha travel menuju China atau sebaliknya pun ikut loyo karena tidak ada lagi yang menggunakan jasa perjalanan mereka

Maka itu, jika kamu membuka usaha bisnis travel ke China, ada baiknya  mengubah destinasi ke negara lain. Berhubung sudah banyak kota di negara tersebut yang masih dalam status lockdown, maka segala bentuk apapun entah itu wisata, sekolah, bisnis, dan lain-lain ditutup sementara. 

Dengan membuka destinasi ke negara lain, dijamin bisnis travelmu akan tetap bertahan di tengah wabah virus corona yang belum kunjung mereda ini.

(Baca Juga: Fakta Dibalik Penutupan Penerbangan dari China Akibat Corona)

4. Stok Jeruk Sunkist menipis dan mahal

Ketika virus corona mewabah, impor jeruk Sunkist kabarnya distop untuk sementara. Jeruk yang dikenal tingi vitamin C ini pun menjadi langka. Karena stok menipis, harganya otomatis jadi melonjak tinggi.

Bahkan tak tanggung-tanggung, ada yang mengalami kenaikan harga menjadi tiga kali lipatnya. Jika biasanya harga jeruk Sunkist dijual dengan harga Rp25 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp75 ribu per kilogramnya.

Dengan kenaikan harga jeruk, maka akan berimbas pada menurunnya jumlah pembeli dan berkurangnya omset penjualan.

5. Aktivitas ekspor impor terganggu

Indonesia menjadi negara yang sudah langganan menyuplai komoditi barang dari China. Salah satunya adalah bahan-bahan baku untuk keperluan industri, seperti mesin. Dengan berhentinya pengiriman barang dari sana, maka proses produksi di dalam negeri pun ikut terganggu. Hal ini dikarenakan kurangnya suplai bahan baku itu sendiri.

Selain itu, proses ekspor ke China juga mulai dihentikan. Akibatnya, beberapa industri perusahaan terancam ehilangan pangsa pasarnya di China. Sehingga, penumpukan barang di gudang sangat mungkin terjadi, karena tak bisa dikirim ke China.

6. Devisa negara menurun

China merupakan pengimpor komoditas barang-barang yang cukup banyak juga dari Indonesia, salah satunya adalah minyak. Meskipun dalam beberapa minggu terakhir harga minyak merosot tajam, hal itu tidak masalah karena Indonesia sudah menjadi negara pengimpor netto. Akan tetapi, pendapatan atau devisa negara bisa ikut terdampak.

Selain itu, akan terjadi pula penurunan harga di sejumlah komoditas barang ekspor Indonesia. Sehingga, hal ini akan menekan transaksi perdagangan luar negeri dan akun lancar.

Itulah 6 dampak virus corona terhadap perekonomian Indonesia. Beberapa harus komoditas barang yang mengalami kenaikan dan penurunan harga, maupun mengalami kelangkaan, akibat ditutupnya akses menuju di China. Semoga wabah Corona ini cepat mereda, sehingga roda perekonomian bisa kembali stabil seperti sedia kala.

Selama virus corona masih terus menjadi peringatan serius WHO, jaga selalu dirimu. Terutama selama melakukan perjalanan bisnis ke dalam ataupun luar negeri. Gunakan asuransi perjalanan agar semua risiko yang mungkin terjadi, dijamin sepenuhnya.

Yuk! pilih, bandingkan, dan beli asuransi perjalanan terbaik hanya di CekAja.com.

(Baca Juga: 3 Cara Jokowi Antisipasi Penurunan Turis China Akibat Corona)

Widget TRV Insurance

Tentang Penulis

Miftahul Khoer

Mantan jurnalis yang suka makan jengkol di hari Minggu.