Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Daripada Simpan Uang di Bawah Bantal, Coba 3 Jenis Investasi Tunai Ini

by hanna on 8 April, 2015

investasi - CekAja.com

Hanya menyimpan uang dibawah bantal atau akhirnya uang habis tanpa sisa di tengah bulan, mungkin itu kebiasaan saat ini. Padahal, dengan uang yang dimiliki dapat memulai 3 jenis investasi tunai.

Menurut teori yang ada, idealnya 10% dari pendapatan yang kita miliki wajib diendapkan menjadi tabungan dan investasi. Semakin memulai lebih cepat, maka semakin besar pula hasil yang akan dituai.

Banyak orang yang ingin melakukannya, tapi masih bingung produk apa yang bisa diambil. Nah, 3 jenis investasi tunai berikut selayaknya bisa diambil dan dilakukan. Apa saja?

  1. Tabungan

Produk bank ini agaknya tak asing bagi kita. Tabungan tampaknya masih menjadi produk simpanan uang yang paling banyak digunakan masyarakat Indonesia.

Sebagai pengguna tabungan, kita biasanya akan menerima sarana berupa buku tabungan, kartu ATM, dan e-banking (sms banking, internet banking, mobile banking).

(Baca juga: Mau Mulai Menabung Saham, Ini Panduan Lengkapnya)

Selain untuk menyimpan uang, kita bisa mendapatkan manfaat tabungan berupa bunga berdasarkan saldo rata-rata dan saldo harian. Saat ini, rata-rata bunga tabungan sebesar < 3% dalam setahun.

Di samping manfaat, tabungan memiliki beberapa kekurangan:

  1. Bunga tabungan yang kecil mengakibatkan sulit meningkatkan nilai kekayaan.
  2. Terkadang bunga tabungan lebih kecil dibandingkan biaya administrasi yang dibebankan pada nasabah.
  3. Untuk mendapatkan bunga tabungan yang besar, dana yang disimpan harus besar. Semantara sulit menyisihkan penghasilan untuk menabung dalam jumlah besar.
  1. Deposito

Deposito digunakan untuk menyimpan dana dalam jangka waktu minimal 1 bulan tanpa penarikan. Umumnya deposito memiliki jatuh tempo 1, 3, 6 atau 12 bulan. Jika deposito dicairkan sebelum waktu jatuh tempo, maka kita akan dikenakan penalti.

Bagi yang baru memulai investasi dan ingin terhindari dari risiko besar, deposito bisa menjadi salah satu pilihan dengan keuntungan sebagai berikut:

  1. Suku bunga deposito lebih tinggi daripada tabungan, yakni 7,75% per tahun (dijamin LPS) dan tidak dikenakan biaya administrasi per bulan.
  2. Bunga deposito bisa ditransfer ke rekening yang diinginkan nasabah sesuai jangka waktu yang disepakati di awal pembukaan deposito (per bulan atau per tahun).
  3. Cukup aman bagi pemula dengan keuntungan yang tidak terlalu rendah.

Seperti produk keuangan lain, deposito mengandung beberapa kekurangan, yaitu:

  1. Imbal hasil deposito lebih rendah dibandingkan jenis investasi lain.
  2. Deposito tidak bisa dicairkan semau nasabah, harus sesuai tanggal jatuh tempo.
  3. Jika terjadi kenaikan laju inflasi, bunga deposito yang diterima nasabah akan menjadi tidak berarti.
(Baca juga: Tip Jitu Pilih Investasi yang Tahan Krisis Ekonomi)
  1. Reksa Dana Pasar Uang

Produk lain investasi tunai yang bisa dicoba adalah reksa dana pasar uang (money market fund). Uang yang diinvestasikan dalam reksa dana ini ditanamkan pada sejumlah instrumen pasar uang, seperti deposito berjangka, sertifikat deposito, sertifikat Bank Indonesia (SBI), surat berharga pasar uang (SBPU), atau obligasi, dengan masa jatuh tempo kurang dari satu tahun.

Keuntungan yang bisa dinikmati dalam reksa dana pasar uang adalah:

  1. Dibandingkan deposito, reksa dana pasar uang lebih menguntungkan dan lebih fleksibel dalam penarikan dana. Kita tidak harus menunggu waktu jatuh tempo.
  2. Risiko reksa dana pasar uang lebih kecil dibandingkan reksa dana lain, lebih aman bagi  yang baru mulai berinvestasi.
  3. Tak ada biaya untuk masuk dan keluar dalam reksa dana pasar uang

Sayangnya, untuk menarik dana dari reksa dana pasar uang diperlukan waktu 3-4 hari kerja sebelum dana sampai ke rekening investor.

Tentang Penulis

hanna

Social media writer, coffee lover, twenty-something.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami