Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Debat Ma’ruf Amin Vs Sandiaga Uno, Akan Sepanas Apa?

by Miftahul Khoer on 15 Maret, 2019

Pilpres 2019 akan semakin menarik dengan dijadwalkannya debat cawapres antara Ma’ruf Amin dan Sandiaga Uno. Debat akan digelar pada Minggu, 17 Maret 2019 di Hotel Sultan Jakarta.

kebiasaan sukses _ investasi - CekAja.com

Debat cawapres ini akan mengangkat tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan serta sosial dan budaya. Debat yang dimulai pada pukul 20.00 WIB ini akan dipandu oleh Putri Ayuningtyas dan Alfito Deannova Ginting. Debat terdiri dari enam segmen antara lain segmen 1: penyampaian visi-misi, segmen 2 dan 3: pertanyaan dari tim panelis, segmen 4 dan 5: kandidat saling bertanya, dan segmen 6: pernyataan penutup.

Seperti apa keseruan debat antara Ma’ruf dan Sandiaga, dan siapa yang akan lebih unggul dari debat tersebut?

Penguasaan Tema

Cawapres Ma’ruf Amin dan Sandiaga Uno akan beradu debat tentang empat tema yang telah ditetapkan KPU yakni tentang pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan serta sosial dan budaya.

Dari segi latar belakang, Ma’ruf Amin dinilai akan lebih menguasai tema pendidikan berbasis pesantren seiring saat ini dirinya menyandang sebagai ulama dan kyai. Ma’ruf akan diuntungkan bilamana dalam debat fokus ke pendidikan pesantren dan berpotensi meraup simpati banyak masa dari kalangan santri.

Saat ini, berdasarkan catatan Kementerian Agama, jumlah santri yang ada di Indonesia mencapai 3,96 juta dari total sekitar 25.938 pesantren. Program dari kandidat nomor urut 01 yakni Kartu Indonesia Pintar (KIP) pun dinilai sejalan dengan visi misi meningkatkan standar pendidikan termasuk pesantren.

Sementara itu, Sandiaga Uno dinilai akan lebih unggul untuk tema ketenagakerjaan. Latar belakangnya sebagai pengusaha akan menjadi nilai tambah sekaligus peluru saat debat. Sandi dinilai akan mampu menguasai seluk beluk soal ketenagakerjaan dari pengalamannya selama dia menjadi pucuk pimpinan di beberapa perusahaan.

Sementara untuk tema kesehatan serta sosial dan budaya, kedua cawapres dinilai tidak akan terlalu menguasai seiring selama ini kedua tema tersebut tidak terlalu bersentuhan langsung dengan kedua kandidat. Hanya saja, Ma’ruf dan Sandi harus betul-betul maksimal menyampaikan visi dan misi untuk kedua tema tersebut.

(Baca juga: Cek Fakta Unicorn yang Bikin Geger Debat Capres)
Persiapan Kedua Cawapres

Dalam debat nanti, kedua cawapres mengaku tak ada persiapan khusus yang akan disajikan. Ma’ruf Amin mengaku telah berlatih tentang berbicara sesuai ketepatan waktu. Ia mengakui punya kelemahan soal bicara pendek karena terbiasa ceramah dengan durasi yang panjang.

Namun, Ma’ruf mengaku telah menyiapkan jawaban-jawaban yang akan ia ungkapkan sesuai tema debat. Yang jelas semua jawaban akan diungkap ke publik sesuai visi dan misi kandidat Jokowi-Maruf.

Begitu juga dengan Sandiaga. Ia mengaku tak ada persiapan khusus. Hanya saja ia akan menyampaikan keluhan rakyat selama ia turun ke lapangan.

Ia mengklaim telah turun ke 1.500 titik kunjungan selama ini. Dari ribuan kunjungan tersebut ia punya mengantongi keluhan yang disampaikan rakyat dan menjadi bahan dalam debat cawapres nanti. Soal berlatih, ia akan dibantu oleh Sudirman Said untuk agar bisa rapi dalam gestur, dari materi hingga data.

Tunjukan Bukan Sekedar Ban Serep

Debat cawapres sengaja diselenggarakan oleh KPU setidaknya agar publik mengetahui kapasitas masing-masing cawapres. Artinya, kedua cawapres harus membuktikan kepada masyarakat bahwa keduanya juga berhak menjadi calon wakil presiden dan bukan hanya dijadikan ban serep.

Selama ini publik seakan melihat bahwa keberadaan Ma’ruf dan Sandiaga hanya dijadikan sebagai ban serep untuk membantu mendongkrak masing-masing capresnya. Oleh karena itu, dalam ajang debat nanti, baik Ma’ruf maupun Sandi harus benar-benar meyakinkan publik bahwa mereka berdua benar-benar cawapres yang terpilih sesuai kapasitasnya masing-masing.

(Baca juga: Mengintip Kesuksesan Karier Ira Koesno, Langganan Moderator Debat Capres-Cawapres)
Komite Damai

Ada yang menarik dari debat kali ini yakni dibentuknya Komite Damai yang beranggotakan enam orang. Komite ini dibentuk atas kesepakatan KPU, Bawaslu serta masing-masing tim kandidat. Komite bertugas sebagai penengah agar tidak terjadi chaos selama debat berlangsung.

Adapun Komite Damai terdiri dari Wahyu Setiawan (KPU); Mochamad Afifudin (Bawaslu); Aria Bima dan Rizal Mallarangeng (Tim Jokowi-Ma’ruf); Imelda Sari dan Putra Jaya Husin (Tim Prabowo-Sandi).

Dalam debat tersebut masing-masing kandidat dan tim menyepakati untuk tidak membawa alat peraga dan alat musik yang menganggu jalannya debat. Jika ada yang melanggar kesepakatan, maka komite berhak memberikan sanksi tegas kepada pihak yang mengacau. 

Tentang Penulis

Mantan jurnalis yang suka makan jengkol di hari Minggu.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami