Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

2 menit waktu bacaan

Demam Pokémon Go Bikin Sejumlah Perusahaan Ini Untung Besar

by Ariesta on 14 Juli, 2016

 

Aplikasi game Pokémon Go yang tengah digandrungi di seluruh dunia telah menaikkan saham perusahaan pembuatnya, Nintendo, sebesar 25%.

Pokémon Go tidak hanya mempelopori teknologi augmented reality. Game tersebut juga telah memulihkan nama Nintendo, serta mendatangkan keuntungan miliaran dolar bagi produsen video game tersebut. Tidak hanya itu saja, game di mana pemainnya mencari karakter Pokémon lewat layar smartphone ini juga mendatangkan keuntungan bagi Google dan Apple.

Saham Nintendo melonjak 13% pada perdagangan Selasa (12/7/2016) setelah lonjakan 25 persen pada Senin (11/7/2016). Kesuksesan ini diperkirakan membuat produsen game lain berlomba-lomba membuat game sejenis.

(Baca juga: Mau Belajar Mengatur Keuangan Sambil Main Game? Ini 5 Game yang Direkomendasikan)

Para investor yang penuh harap semakin mengantisipasi durian runtuh dari penghasilan iklan dan lisensi untuk Nintendo, sebagian pemilik Niantic Labs yang menciptakan Pokémon Go. Nintendo juga memegang 32% saham Pokémon Co, unit yang mengontrol merchandise karakter Pokémon.

“Ini merupakan pergeseran besar bagi Nintendo yang asalnya merupakan perusahaan hardware menjadi perusahaan software,” ujar Bryan Buskas, kepala pelanggan di AdColony, sebuah divisi dari Opera MediaWorks di mana dia mengawasi lebih dari US$250 juta pendapatan perusahaan game.

Di sisi lain, Silicon Valley juga ikut ketiban untung. Terutama Google dan Apple sebagai penyedia App Stores di mana game ini bebas diunduh. Pada Selasa (12/7/2015), Pokémon Go menempati posisi nomor satu di Apple Store dan Google Play dan posisi tersebut bertahan hingga hari ini.

Malahan Google untung dua kali lipat, yakni melalui investasi di Niantic yang ditanam tahun lalu, dan teknologi pemetaan luar ruangan dalam augmented reality.

Selain tiga perusahaan yang telah disebutkan, perusahaan lainnya yang mendulang untung adalah Electronic Arts sebagai produsen home-media consoles dan virtual-reality headsets, serta Nvidia (NVDA), produsen chip grafis favorit para gamers.

(Baca juga: Mereka Bisa Kaya Melalui Kompetisi Games dan Menang Lotre)

Meski demikian, analis develepor game Michael Pachter memperkirakan kepopuleran Pokémon Go bisa saja menurun karena game ini sangat menghabiskan baterai smartphone. Selain itu faktor cuaca berperan dalam kesuksesan Pokémon Go di pekan pertama setelah rilis.

“Pokémon Go cepat sukses karena waktu perilisannya tepat, yakni saat sedang musim panas di Amerika,” katanya. “Aku pikir keadaannya akan berubah saat musim dingin tiba,” pungkasnya.

Tentang Penulis

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami