Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Demen Main Game? Gaming Disorder Termasuk Gangguan Mental Lho!

by Tisyrin N. T on 18 Oktober, 2019

Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Jawa Barat sejak tahun 2016 telah menangani 209 pasien yang kecanduan gadget mulai dari main game online, browsing internet, atau lainnya. Berdasarkan pemberitaan di media, pasien merupakan anak dan remaja usia 5 – 15 tahun.

Game PUBG - CekAja

Kehadiran gadget khususnya smartphone di era sekarang ini memang sulit untuk dihindari. Sayangnya, bagi anak-anak dan remaja, seringkali mengalami kesulitan untuk membatasi diri dalam bermain gadget. Maka tidak heran apabila ada yang mengalami kecanduan gadget khususnya kecanduan game.

Gaming Disorder Tergolong Gangguan Mental

Asal kamu tahu, Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organizations (WHO) menggolongkan gaming disorder atau kecanduan game sebagai penyakit gangguan mental dalam versi paling baru International Statistical Classification of Diseases (ICD) yaitu ICD-11. ICD-11 ini dipresentasikan dalam the World Health Assembly pada Mei 2019 dan akan mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2022.

ICD adalah sebuah daftar klasifikasi medis yang isinya merupakan daftar penyakit, beserta gejala, tanda, dan penyebabnya. ICD ini adalah standar internasional yang digunakan seluruh praktiisi kesehatan di dunia untuk pelaporan penyakit dan kondisi kesehatan.

Dalam ICD-11, WHO menjelaskan bahwa kecanduan game merupakan disorders due to addictive behavior atau gangguan yang disebabkan oleh kebiasaan atau kecanduan. Gaming disorder sendiri merupakan pola perilaku bermain game baik permainan online maupun offline (digital-gaming atau video-gaming dengan beberapa tanda yaitu tidak dapat mengendalikan keinginan bermain game, memprioritaskan main game daripada minat kepada kegiatan atau aktivitas lain, dan terus bermain game atau bahkan meningkat frekuensi bermain game meski ada konsekuensi negatif.

Untuk mendiagnosis gaming disorder, yaitu apabila pola perilaku tersebut sangat kuat dan berdampak baik terhadap pribadi, keluarga, sosial, pendidikan, pekerjaan, maupun area penting lainnya, dan terlihat jelas selama setidaknya 12 bulan.

(Baca juga: Samsung M20, Smartphone Mumpuni Buat Ngegames dan Eksis di Sosmed)
Internet Gaming Disorder Menurut American Psychiatric Association

Kecanduan game juga dijelaskan dalam the American Psychiatric Association’s Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5) yang terbit tahun 2013.  The American Psychiatric Association’s Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders digunakan oleh para profesional kesehatan mental untuk mendiagnosis gangguan mental.

DSM-5 mencatat gejala-gejala yang diusulkan oleh the American Psychiatric Association untuk internet gaming disorder antara lain meliputi:

-Keasyikan dengan game

-Menunjukkan tanda-tanda kesedihan, kecemasan, dan lekas marah ketika jauh dari game

-Ketidakmampuan untuk mengurangi permainan, upaya yang dilakukan untuk berhenti bermain game gagal

-Tidak menghiraukan kegiatan lain, kehilangan minat pada kegiatan lain yang sebelumnya bisa dinikmati

-Terus bermain meski menimbulkan masalah

-Membohongi anggota keluarga atau yang lain lainnya tentang waktu yang dihabiskan untuk bermain

-Menggunakan game untuk melegakan suasana hati yang negatif seperti rasa bersalah atau putus asa

-Berisiko atau membahayakan pekerjaan atau hubungan

Dari kriteria yang diusulkan tersebut, diagnosis internet gaming disorder bisa dilakukan apabila seseorang mengalami lima atau lebih dari gelaja-gejala di atas dalam setahun. Kondisi ini berlaku untuk kecanduan game di internet atau di perangkat elektronik apa pun, meskipun kebanyakan orang mengalami kecanduan game di internet.

(Baca juga: Bank Indonesia Terbitkan Fatwa Main Game Online Merugikan Negara!)
Cegah Kecanduan Game

Buat kamu para pekerja yang merasa aktivitas bermain game sejauh ini mulai mengarah pada hal-hal yang tidak normal, kamu tentu perlu waspada. Lakukan beberapa cara yang bisa mencegah agar tidak kecanduan game.

Misalnya saja kamu harus tahu batasan waktu untuk bermain game. Tentukan batasan waktu yang wajar, kalau perlu pasang alarm ketika akan bermain game supaya kamu mematuhi batasan yang wajar tersebut.

Selain itu, jauhkan smartphone dari tempat tidur ketika malam hari agar kamu tidak tergoda bermain game sebelum tidur. Kamu juga harus mencoba mencari aktivitas lain yang tak kalah menyenangkan. Misalkan sebagai pekerja kantoran dengan gaji pas-pasan, kamu sebaiknya membuka usaha sampingan.

Kalau kamu bisa menjalankan usaha sampingan dengan baik dan mendapatkan pundi-pundi rupiah yang lumayan, menyenangkan bukan? Artinya, kamu akan memperoleh pemasukan tambahan. Dengan adanya pemasukan tambahan, kamu pun akan lebih mudah dalam mencapai tujuan-ujuan finansialmu.

Yuk cek pilihan pinjaman yang dapat kamu gunakan untuk tambahan modal bisnis di CekAja.com. CekAja.com menjalin kerja sama dengan beberapa lembaga keuangan ternama, sehingga kamu tak perlu khawatir akan keamanannya! Kamu bisa mengajukan berbagai produk keuangan secara online!

Tentang Penulis

Tisyrin N. T

Penulis konten yang pernah mencicipi profesi sebagai jurnalis bidang finansial, kesehatan, seni, dan lifestyle.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami